Malang, Tugumalang.id – Tidak sedikit orang mengira rasa kopi identik dengan pahit. Ketika tanpa sengaja mencicipi kopi dengan rasa cenderung asam, sebagian langsung beranggapan kopi tersebut sudah basi. Padahal, ada jenis kopi yang memang memiliki karakter rasa asam alami, salah satunya adalah arabika.
Di Indonesia, nama Arabika sudah sangat familiar, terlebih jika disandingkan dengan Robusta. Meski begitu, masih banyak yang belum memahami perbedaan keduanya, baik dari sisi rasa maupun bentuk bijinya.
Video dari kanal YouTube Fugol Coffee Roaster membagikan penjelasan mengenai perbedaan kopi arabika dan robusta yang disampaikan oleh John. Berikut ulasan lengkapnya.
Asal dan Karakter Penanaman
Kopi arabika berasal dari Ethiopia di Afrika Timur dan tumbuh di dataran tinggi, umumnya pada ketinggian 1000–2000 mdpl. John menjelaskan bahwa kondisi tekanan udara yang lebih rendah membuat proses pembentukan gula pada buah kopi berlangsung lebih lama.
Hal tersebut menghasilkan kandungan gula yang lebih tinggi dengan tingkat keasaman (acidity) yang juga tinggi. Dampaknya, arabika memiliki cita rasa fruity dan manis. Namun, kopi ini cenderung lebih rentan terhadap hama dan penyakit.
“Ini gara-gara kandungan kafeinnya lebih rendah ya, jadi sistem imun dari si arabika itu lebih rendah, jadi rentan terserang penyakit,” jelas John.
Sementara itu, kopi robusta berasal dari wilayah Afrika Barat seperti Ghana dan tumbuh di dataran yang lebih rendah, di bawah 1000 mdpl. Robusta memiliki kandungan kafein lebih tinggi, yang berfungsi sebagai perlindungan alami terhadap hama.
Baca juga: Penikmat Kopi Harus Tahu! Ini dia 5 Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta
John menyebutkan bahwa karena tumbuh di lingkungan dengan populasi hama lebih tinggi, robusta menghasilkan lebih banyak chlorogenic acid. Inilah yang membuat rasa kopi robusta cenderung lebih pahit.
Dalam sejarah kopi di Indonesia, robusta menjadi lebih populer karena pada masa penjajahan Belanda, upaya pengembangan arabika sering gagal akibat serangan hama. Akhirnya, robusta dipilih karena lebih tahan terhadap kondisi tersebut.
Bentuk Beans atau Biji Kopi
Perbedaan juga terlihat dari bentuk bijinya. Arabika memiliki bentuk yang lebih lonjong atau oval, dengan garis retakan di tengah berbentuk huruf S.
“Bahasa kerennya itu S shape,” ujar John.
Sebaliknya, robusta memiliki bentuk yang lebih bulat, dengan garis retakan yang cenderung lurus di bagian tengah bijinya.
Perbedaan Harga
Dari segi harga, arabika umumnya lebih mahal. Hal ini dipengaruhi oleh proses penanaman dan pengolahan yang membutuhkan ketelitian tinggi untuk menjaga karakter rasa seperti fruity, nutty, dan manis.
Sementara itu, robusta memiliki proses yang relatif lebih sederhana. Karakter rasanya yang dominan pahit dan tidak terlalu kompleks juga membuat harganya lebih terjangkau dibandingkan arabika.
Baca juga: Manfaat dan Dampak Buruk Minum Kopi
Cara Penyajian yang Berbeda
Dalam penyajian, robusta sering digunakan untuk kopi susu karena karakter pahitnya lebih kuat. Ketika dipadukan dengan susu dan gula aren, rasanya menjadi lebih seimbang.
Sebaliknya, arabika lebih cocok diseduh menggunakan metode manual brew. Teknik ini membantu mengeluarkan karakter rasa yang lebih kompleks, seperti fruity dan nutty. Meski demikian, arabika tetap bisa digunakan untuk kopi susu dengan profil roasting tertentu untuk mengurangi tingkat keasamannya.
Kesimpulan
Secara sederhana, pilihan antara arabika dan robusta bergantung pada preferensi rasa.
- Jika menyukai kopi pahit dan kuat, robusta bisa menjadi pilihan
- Jika ingin menikmati rasa yang lebih kompleks dan beragam, arabika lebih direkomendasikan
Setelah memahami perbedaannya, tidak perlu lagi menganggap kopi yang terasa asam sebagai kopi basi. Memahami karakter biji kopi juga membantu dalam menentukan pilihan minuman sesuai selera.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: ‘Isyatur Rodhiya/Magang
redaktur: jatmiko





























