Sabtu, Juli 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Kampus UB Gandeng Indonesia Sehat Jiwa Perkuat Ketahanan Mental Mahasiswa

Redaksi by Redaksi
April 9, 2026 1:01 pm
in Pendidikan
Indonesia Sehat Jiwa

Indonesia Sehat Jiwa gaungkan pembangunan sistem pencegahan bunuh diri (ist)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Upaya penguatan kesehatan mental mahasiswa di lingkungan kampus semakin mendapat perhatian serius. Indonesia Sehat Jiwa dari Yayasan Mahargijono Schutzenberger Indonesia bersinergi dengan Universitas Brawijaya (UB) untuk membangun ekosistem pencegahan bunuh diri sekaligus memperkuat ketahanan mental mahasiswa secara komprehensif dan berkelanjutan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui sosialisasi bertajuk Penguatan Mental Health Mahasiswa dalam Menghadapi Permasalahan Hidup yang digelar di kampus UB, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UB, Prof Widodo, dan dihadiri jajaran pimpinan kampus sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun sistem kesehatan mental mahasiswa.

READ ALSO

Magister Psikologi UIN Malang Gelar Open House, Dorong Calon Mahasiswa Berdampak Lewat Pendidikan

Dindik Jatim Tegaskan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan, Sekolah Harus Jadi Ruang Aman

Ketua Program Indonesia Sehat Jiwa, Sofia Ambarini, menegaskan bahwa Indonesia Sehat Jiwa tidak hanya hadir sebagai penggerak kampanye kesadaran kesehatan mental, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun sistem pendukung kesehatan mental generasi muda di lingkungan kampus.

Sistem Pencegahan Bunuh Diri Dibangun dengan Pendekatan Berlapis

Model kolaborasi yang diusung Indonesia Sehat Jiwa bersama Universitas Brawijaya menekankan pendekatan berlapis. Sistem tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari pencegahan bunuh diri, deteksi dini, respons krisis, hingga rujukan klinis dan pemulihan pascakejadian.

Seluruh mekanisme ini dirancang menjadi satu sistem terpadu yang mudah diakses mahasiswa sehingga bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat.

Sofia menegaskan bahwa penanganan kesehatan mental mahasiswa tidak dapat dilakukan secara parsial. Kampus, menurutnya, harus memiliki safety net yang hidup, aktif, dan responsif terhadap berbagai kondisi mahasiswa.

“Kampus tidak cukup hanya hadir saat mahasiswa sudah berada di titik krisis. Yang dibutuhkan adalah sistem yang mampu mendeteksi sejak awal dan menyediakan jalur bantuan yang jelas serta mudah diakses,” kata Sofia.

Ia menambahkan, kehadiran Indonesia Sehat Jiwa di Universitas Brawijaya diharapkan mampu menutup celah yang selama ini membuat mahasiswa kerap merasa sendirian, kebingungan mencari bantuan, hingga terlambat mendapatkan pertolongan.

Baca juga: Kampanyekan Kesehatan Mental di Kota Malang, Indonesia Sehat Jiwa Bongkar Cara Atasi Overthinking

Tekanan Mahasiswa Berasal dari Berbagai Faktor

Advisor Indonesia Sehat Jiwa sekaligus Kaprodi Psikiatri Fakultas Kedokteran UB, Frilya Rachma Putri, menjelaskan bahwa persoalan kesehatan mental mahasiswa umumnya dipicu oleh akumulasi berbagai faktor yang saling berkaitan.

Menurutnya, tekanan yang dialami mahasiswa tidak hanya berasal dari akademik, tetapi juga dari berbagai aspek kehidupan lainnya, seperti:

  • Tekanan keluarga

  • Relasi pertemanan atau pasangan

  • Beban akademik

  • Pengalaman kekerasan

  • Masalah sosial dan ekonomi

“Tekanan bisa datang dari keluarga, relasi, akademik hingga pengalaman kekerasan. Karena itu, kampus membutuhkan sistem yang berfungsi sebagai radar, bukan sekadar ambulans,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa sistem yang bersifat preventif jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah mahasiswa berada pada kondisi krisis.

Hadirkan Hotline, Peer Support hingga Tim Respons Cepat

Dalam implementasinya, Indonesia Sehat Jiwa siap memberikan berbagai bentuk dukungan konkret di lingkungan kampus. Program tersebut mencakup:

  • Hotline non-klinis

  • Layanan peer support

  • Pojok Curhat sebagai safe space

  • Tim quick response untuk kondisi berisiko

  • Pelatihan gatekeeper

  • Relawan terlatih

  • Jalur rujukan ke layanan klinis dan rumah sakit

Selain itu, Indonesia Sehat Jiwa juga akan berperan dalam penyusunan modul pelatihan bagi dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Pendampingan ini juga dilengkapi dengan supervisi teknis untuk dukungan awal non-klinis agar sistem berjalan efektif dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, Indonesia Sehat Jiwa menegaskan komitmennya dalam membangun sistem perlindungan mahasiswa yang lebih utuh dan berkelanjutan. Ke depan, Universitas Brawijaya diharapkan dapat menjadi model perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sistem ketahanan mental yang kuat, peka, dan siap merespons sebelum mahasiswa memasuki fase krisis.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa upaya pencegahan bunuh diri dan penguatan resiliensi generasi muda membutuhkan kerja sama lintas sektor. Indonesia Sehat Jiwa menyatakan siap berada di garis depan dalam upaya tersebut.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko

Tags: Indonesia Sehat JiwaKampus UBKesehatan Mentalpencegahan bunuh diri

Related Posts

Magister Psikologi UIN Malang
Advertorial

Magister Psikologi UIN Malang Gelar Open House, Dorong Calon Mahasiswa Berdampak Lewat Pendidikan

Jumat, 3 Jul 2026
Dindik Jatim Tegaskan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan, Sekolah Harus Jadi Ruang Aman
Pendidikan

Dindik Jatim Tegaskan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan, Sekolah Harus Jadi Ruang Aman

Jumat, 3 Jul 2026
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu
Pendidikan

Dinas Pendidikan Kota Batu Pastikan MPLS 2026 Bebas Perpeloncoan Lewat Konsep SAE

Jumat, 3 Jul 2026
Gelar Karya PG PAUD Unikama suguhkan beragam karya yang mengusung semangat harmoni rasa dan budaya Nusantara. /Foto: Dok. Unikama
Pendidikan

Gelar Karya PG PAUD Unikama: Usung Semangat Harmoni Rasa dan Karya Nusantara

Jumat, 3 Jul 2026
ITSK Soepraoen
Advertorial

Informatic Fair 2026 ITSK Soepraoen Tampilkan Karya Digital Mahasiswa Berbasis Kebutuhan Nyata

Kamis, 2 Jul 2026
Dosen ITN Malang
Advertorial

Dosen ITN Malang Raih Hibah Hilirisasi, Kembangkan Pintu Irigasi Pintar Berbasis IoT untuk Sawah di Sulawesi

Rabu, 1 Jul 2026
Next Post
Kampus pendidikan

Ada di Malang! Daftar 6 Kampus Pendidikan Terbaik di Indonesia Versi QS WUR by Subject 2026

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.