Kota Batu, Tugumalang.id – Dampak konflik antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah mulai dirasakan sektor pariwisata di Jawa Timur, termasuk Kota Batu. Salah satu indikasinya adalah munculnya pembatalan perjalanan wisata dari wisatawan mancanegara asal Eropa.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Timur, Sujai Asmed. Ia membenarkan bahwa efek domino dari konflik geopolitik tersebut mulai dirasakan oleh para pelaku wisata di daerah.
Pembatalan Wisatawan Mulai Terjadi
Menurut Sujai, dampak awal sudah mulai terlihat di Bali yang selama ini menjadi gerbang utama masuknya wisatawan mancanegara ke Indonesia. Dari Bali, wisatawan biasanya melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi unggulan di Jawa Timur.
Destinasi yang kerap menjadi tujuan lanjutan antara lain Gunung Bromo, Kawah Ijen, Malang Raya, hingga sejumlah kawasan wisata budaya dan alam lainnya.
“Dampaknya sudah mulai terasa di sektor pariwisata, terutama setelah ada pembatalan penerbangan menuju Bali dari maskapai internasional. Padahal biasanya para turis ini melanjutkan perjalanan ke Jawa Timur,” ujar Sujai, Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan konfirmasi kepada sejumlah anggota HPI Jawa Timur, beberapa di antaranya mulai menerima pembatalan pesanan perjalanan wisata dari turis Eropa. Padahal sebelumnya para wisatawan tersebut telah memiliki jadwal kunjungan yang cukup padat.
Banyak rute penerbangan dari Eropa menuju Asia memang melintasi wilayah udara Timur Tengah. Ketika konflik memanas, maskapai penerbangan biasanya akan menghindari wilayah tersebut demi alasan keamanan.
Kondisi tersebut dapat membuat maskapai harus memutar jalur penerbangan atau bahkan membatalkan beberapa rute perjalanan.
“Jika jalur penerbangan terganggu, biaya operasional maskapai bisa meningkat karena jarak tempuh menjadi lebih panjang. Pada akhirnya harga tiket pesawat juga bisa ikut naik. Akhirnya turis juga mulai menahan diri sementara,” jelasnya.
Baca juga: Viral! Wisatawan Jepang Soroti Bau Asap Rokok Saat Berendam di Pemandian Air Panas Cangar
Selain faktor penerbangan, ketidakpastian keamanan global juga menjadi pertimbangan penting bagi wisatawan. Negara-negara asal wisatawan seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis biasanya akan mengeluarkan travel advisory atau peringatan perjalanan kepada warganya ketika situasi geopolitik memanas.
Ketika peringatan tersebut dikeluarkan, tidak sedikit wisatawan yang memilih menunda bahkan membatalkan rencana perjalanan ke luar negeri.
“Kalau ada travel advisory dari negara asal wisatawan, biasanya mereka akan lebih berhati-hati. Banyak yang akhirnya memilih menunda perjalanan ke luar negeri. Hal ini tentu berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia,” katanya.
Peluang Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
Selain berdampak pada mobilitas perjalanan, konflik geopolitik juga berpotensi memicu gejolak ekonomi global. Kenaikan harga minyak, inflasi, hingga ketidakstabilan ekonomi dunia dapat memengaruhi daya beli masyarakat, termasuk dalam pengeluaran untuk berwisata.
Meski demikian, Sujai menilai Indonesia masih memiliki peluang di tengah situasi global yang tidak menentu. Indonesia dapat memposisikan diri sebagai destinasi wisata yang aman dan stabil bagi wisatawan internasional.
“Indonesia justru memiliki peluang untuk menonjolkan diri sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman. Ini bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang biasanya bepergian ke Timur Tengah atau beberapa kawasan lain yang sedang terdampak konflik,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah bersama pelaku industri pariwisata untuk memperkuat promosi ke pasar wisata yang relatif stabil.
Beberapa pasar potensial yang dinilai masih cukup kuat antara lain negara-negara ASEAN, Australia, China, serta kawasan Asia Timur.
Di sisi lain, penguatan wisata domestik juga dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri pariwisata nasional di tengah ketidakpastian global.
“Promosi wisata domestik perlu terus diperkuat agar sektor pariwisata tidak terlalu bergantung pada wisatawan mancanegara. Dengan begitu, ketika situasi global tidak menentu, industri pariwisata kita tetap bisa bertahan,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko
























