Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Kisah Getir Bambang, Pertarungan Hidup Tukang Becak hingga Bermalam di Sudut Jalanan Kota Malang

Redaksi by Redaksi
Maret 4, 2026 2:11 pm
in Insight
Bambang, tukang becak di Kota Malang menanti peluang di tengah sepi penumpang. (Foto/M Sholeh)

Bambang, tukang becak di Kota Malang menanti peluang di tengah sepi penumpang. (Foto/M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Deru sibuknya lalu lalang kendaraan pribadi, transportasi online hingga Bus Trans Jatim mendominasi gemerlap Kota Malang. Di tengah hiruk pikuk itu, ada kisah Bambang (57), tukang becak yang bertarung dengan getirnya hidup hingga memaksanya bermalam di sudut jalanan Kota Malang.

Pria asal Dampit itu menjadi saksi bagaimana roda kehidupan bisa berputar begitu saja, tak selalu manis, malah akhir akhir ini hanya bisa mengela nafas. Becak listrik pemberian Presiden Prabowo beberapa bulan lalu juga tak kunjung mampu memikat penumpang.

READ ALSO

Mengenal Gus Kikin, Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU Terkuat!

Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026

Ketika dingin angin malam tiba dan lalu lintas di Kota Malang mulai lengang, Bambang tak selalu pulang ke rumahnya di Dampit. Becak yang setiap hari menjadi tambang nafkahnya juga ia jadikan rumah berteduh. Di sudut jalanan Kota Malang, ia bermalam di atas becak sembari menanti esok dengan harapan yang tak pernah pasti.

Baca Juga: Nasib Malang Becak Motor di Kota Malang, Terpaksa Bertahan dari Serbuan Ojek Online

“Mau pulang bagaimana, gak ada uang. Dapat 1 penumpang saja sudah bagus, kadang 3 hari baru dapat 1 penumpang,” kata Bambang lirih, Rabu (4/3/2026).

Kalimat itu menghujam tanpa nada keluh, lebih seperti pengakuan atas kenyataan yang tak bisa ia lawan. Bambang mengayuh becak sudah puluhan tahun, sejak 1983. Sebelumnya ia seorang petani.

“Dulu waktu (tubuh) kuat, kalau musim tanam ya masih nyangkul, kalau ada waktu ya narik becak,” kenangnya.

Bambang, tukang becak di Kota Malang menanti peluang di tengah sepi penumpang. (Foto/M Sholeh)
Bambang, tukang becak di Kota Malang menanti peluang di tengah sepi penumpang. (Foto/M Sholeh)

Dikatakan, becak pernah menjadi sandaran hidup yang layak. Di era kejayaan becak pada 1994-1995 lalu, ia masih bisa membawa pulang Rp 50 ribu sehari. Angka yang saat itu baginya cukup untuk menghidupi keluarga dan bahkan untuk menyekolahkan anaknya hingga jenjang pendidikan SMA.

Kini, penghasilannya tak menentu. Kadang berhari hari tanpa satu pun penumpang. Jika beruntung, ia kadang sehari mendapat Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu.

Baca Juga: Nasib Malang Becak Motor di Kota Malang, Terpaksa Bertahan dari Serbuan Ojek Online

Namun ongkos untuk pulang ke Dampit tak sebanding dengan pemasukannya hingga mengharuskannya tidur di jalanan. “Saya biasanya di depan DPRD itu, tidur di becak,” ungkapnya.

Kala becak listrik pemberian Presiden Prabiwo diperkenalkan dengan harapan meringankan beban kayuhan, realitasnya juga tak ada pemasukan yang berubah. Bahkan ia harus membayar jasa menumpang ke warung warung untuk charger daya baterai becaknya.

“Katanya becak listrik enak, ternyata sama saja. Penumpang juga tetap nggak ada,” ucapnya.

Ramadan yang biasanya membawa berkah pun kali ini terasa lebih sunyi. Mangkal di stasiun juga tak lagi menjanjikan. Banyak calon penumpang memilih ojek online yang dianggap lebih praktis dan cepat.

Mirisnya, Bambang menyebut kehidupan tukang becak saat ini layaknya pengemis. Di tengah getir hidup lantaran sepinya penumpang, kadang ada orang yang memberikan bantuan, entah uang pecahan, kadang makanan dan lainnya.

“Dibilang ngemis memang ngemis. Kadang makan dikasih orang lewat. Kalau Jumat berkah kadang ada yang berbagi,” tuturnya.

Ia tak menampik bahwa kini yang lebih sering diandalkan adalah pemberian orang lain. Jika tak ada uang, ia kadang berutang di warung sekadar untuk makan. Namun satu hal yang patut jadi pelajaran yakni soal integritas Bambang. Ia tak mau uang panas meski hidupnya getir.

“Saya bertahan karena memang gak ada kerjaan lain, masak mencuri,” katanya tegas.

Becak adalah satu satunya mata pencaharian yang ia miliki. Anak anaknya sudah berkeluarga dan hidup masing masing. Ia memilih bertahan sendiri.

Kondisi ini menjadi potret buram nasib transportasi tradisional di tengah modernisasi kota. Becak yang dulu menjadi ikon dan denyut ekonomi rakyat kecil, kini seperti tersisih tanpa arah kebijakan yang jelas.

Lantas apakah mereka hanya akan menjadi bagian dari nostalgia, tanpa solusi nyata untuk keberlangsungan hidup para pengayuhnya.

Pemerintah daerah ditantang untuk tak sekadar berbicara soal penataan kota, tetapi juga memikirkan keberlanjutan hidup warganya rentan seperti Bambang. Pelatihan kerja alternatif, subsidi operasional hingga integrasi becak dalam kawasan wisata bisa menjadi opsi yang patut dipertimbangkan.

Di tengah kerasnya persaingan dan perubahan zaman, mungkin yang tersisa bagi para tukang becak bukan lagi harapan besar. Tetapi keteguhan untuk bertahan dan mensyukuri setiap rupiah yang datang.

Roda becak milik Bambang mungkin kian jarang berputar membawa penumpang. Namun perjuangannya terus berjalan. Mengingatkan bahwa di balik gemerlap kota, ada profesi yang menggantungkan hidup pada belas kasih dan pendapatan yang tak pernah pasti.

“Dapat sedikit banyak harus bersyukur. Dapat dikit ya disyukuri, gak dapat ya harus bersyukur karena masih sehat, yang penting gak nyuri,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: becak listrikbecak Malangkota malangtukang becak

Related Posts

Mengenal Gus Kikin, Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU Terkuat!
Insight

Mengenal Gus Kikin, Salah Satu Calon Ketua Umum PBNU Terkuat!

Kamis, 27 Agu 2026
Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026
Insight

Alessa Alvaretta, Alumni SMKN 2 Malang yang Sukses Juara LKS Nasional 2026

Minggu, 23 Agu 2026
Khanza Aisyah, Dari Pemalu hingga Jadi Pendongeng Cilik
Insight

Khanza Aisyah, Dari Pemalu hingga Jadi Pendongeng Cilik

Sabtu, 22 Agu 2026
Kisah Ahmad Yudhistira Bangun Bisnis Indonesia di Turkiye
Insight

Kisah Ahmad Yudhistira Bangun Bisnis Indonesia di Turkiye

Selasa, 18 Agu 2026
Mengenal Dr Hayat, Dosen Unisma yang Sudah Menerbitkan 65 Judul Buku, Royalti Buat Aqiqah Anak!
Insight

Mengenal Dr Hayat, Dosen Unisma yang Sudah Menerbitkan 65 Judul Buku, Royalti Buat Aqiqah Anak!

Sabtu, 15 Agu 2026
Coach Dr Fahmi - Tak Hanya Mengejar Omzet, Coach Dr Fahmi ajak Pengusaha Pahami Konsep Soul Calling agar Pekerjaan Lebih Bermakna
Insight

Tak Hanya Mengejar Omzet, Coach Dr Fahmi ajak Pengusaha Pahami Konsep Soul Calling agar Pekerjaan Lebih Bermakna

Minggu, 9 Agu 2026
Next Post
Temuan belatung di menu MBG wilayah Lowokwaru Kota Malang. (Foto/ist)

Wali Kota Malang Panggil SPPG Usai Ramai Temuan Belatung di Menu MBG

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.