MALANG, Tugumalang.id – Bupati Malang, Sanusi, memberikan apresiasi penuh kepada Aisyah Ar Rumy, siswa asal Kabupaten Malang yang mewakili Indonesia dalam ajang Dubai International Holy Quran Award. Ia mengaku bangga karena untuk pertama kalinya siswa asal Malang terpilih sebagai perwakilan Indonesia di kompetisi internasional bergengsi tersebut.
Pada Rabu (18/2/2026) siang, Sanusi bersama Kepala BAZNAS Kabupaten Malang serta sejumlah kepala dinas mengunjungi SD Tahfidz Al Quran Daarul Ukhuwwah, tempat Aisyah menempuh pendidikan. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan semangat sekaligus melepas keberangkatan Aisyah yang dijadwalkan bertolak ke Dubai pada Kamis (19/2/2026).
Kebanggaan Kabupaten Malang di Ajang Internasional
Saat ini, Aisyah duduk di kelas IV SD Tahfidz Al Quran Daarul Ukhuwwah yang berlokasi di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Putri dari pasangan M Qowiyyul Huda dan Maisyaroh Cholilah itu telah menghafal 26 juz Al Quran.
“Aisyah adalah siswa pertama di Kabupaten Malang yang berangkat untuk mewakili Indonesia. Aisyah sudah masuk peringkat enam besar,” kata Sanusi.
Baca juga: Bupati Malang Pasang Target Nilai Rata-Rata 9 bagi Siswa Sekolah Unggulan
Aisyah dijadwalkan menghabiskan pekan pertama Ramadan 1447 H di Dubai untuk mengikuti rangkaian kegiatan kompetisi tersebut. Sebagai bentuk dukungan, Sanusi menyerahkan uang saku sebesar Rp32 juta kepada Aisyah.
“Kami dukung uang sakunya karena semua akomodasi sudah ditanggung oleh panitia,” imbuhnya.
Dorongan Pendidikan Karakter dan Keagamaan
Sanusi berharap prestasi yang diraih Aisyah dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Malang untuk terus bersemangat dalam menggapai cita-cita. Ia menegaskan bahwa selain berprestasi secara akademik, para siswa juga diharapkan memiliki akhlak serta pemahaman agama yang baik.
Saat ini, sekolah-sekolah di Kabupaten Malang telah menerapkan muatan lokal membaca kitab agama. Bagi siswa beragama Islam, kegiatan mengaji diwajibkan sebelum memasuki jam pelajaran.
“Sebelum memasuki jam pelajaran, yang muslim diwajibkan untuk membaca Al Quran. Sedangkan siswa non muslim juga diwajibkan membaca kitab (agama) masing-masing,” kata Sanusi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























