Sabtu, Agustus 29, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Rinda Puspasari Ajak Pembaca Selami Hidup Lewat Buku Memoar dan Ikan Koi

Redaksi by Redaksi
Februari 8, 2026 10:51 am
in Advertorial
Rinda Puspasari luncurkan 2 buku tentang memoar dan ikan koi yang menampilkan cara pandang memaknai hidup. (Foto/M Sholeh)

Rinda Puspasari luncurkan 2 buku tentang memoar dan ikan koi yang menampilkan cara pandang memaknai hidup. (Foto/M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Menulis buku bukan sekadar merangkai kata. Bagi Rinda Puspasari, menulis adalah cara berdamai dengan masa lalu sekaligus mengajak pembaca melihat hidup dari sudut pandang yang lebih utuh.

Hal itu disampaikan dalam peluncuran dua buku terbarunya yang digelar di Cafe Mami Combi, Tlogomas, Kota Malang pada Sabtu (7/2/2026) malam.

READ ALSO

Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah

BPJS Kesehatan Malang Temukan 46 Ribu Data Warga Tak Valid

Menariknya, Rinda mencatatkan diri sebagai perempuan pertama di Indonesia yang meluncurkan dua buku dari dua genre berbeda dalam satu acara.

Dua karya buku itu adalah Di Bawah Langit yang Bukan Milikku, sebuah memoar reflektif, dan Koi: Dari Kolam Kaisar ke Nusantara, buku yang mengulas sejarah dan filosofi ikan koi.

Baca Juga: Toko Buku Sani Singosari, Ruang Literasi Kecil dengan Panorama Kereta Api

Rinda Puspasari saat diwawancarai. (Foto/Sholeh)
Rinda Puspasari saat diwawancarai. (Foto/Sholeh)

Buku Di Bawah Langit yang Bukan Milikku lahir dari kegelisahan batin yang lama dipendam. Rinda menyebut karyanya sebagai memoar atau catatan peristiwa masa lalu yang ditulis untuk tidak menyalahkan siapa pun, melainkan untuk memahami hidup dari sudut pandang yang lebih utuh.

“Setiap peristiwa itu tidak berdiri sendiri. Selalu ada sejarah dan alasan di baliknya. Kenapa ibu saya seperti itu, kenapa saya menjadi seperti ini, semua ada faktor yang menyertai,” kata Rinda.

Kejujuran menjadi napas utama buku ini. Namun, kejujuran itu tidak datang tanpa beban. Rinda mengakui, menjaga emosi saat menulis menjadi tantangan tersendiri, terlebih ketika cerita menyentuh lingkup keluarga dan pengalaman personal yang sensitif.

Baca Juga: Buku Seabad Stadion Gajayana Terbit, Wawali Kota Malang Dorong Hadirnya Museum Sejarah

“Menulisnya berat, karena saya harus jujur. Pasti ada pihak yang tidak nyaman membaca. Tapi tujuan saya bukan menyalahkan, melainkan memahami faktornya,” ungkapnya.

Rinda Puspasari di acara bedah buku karya terbarunya. (Foto/M Sholeh)
Rinda Puspasari di acara bedah buku karya terbarunya. (Foto/M Sholeh)

Meski sarat emosi, Rinda berusaha menyampaikan kisahnya tanpa amarah. Ia justru mengajak pembaca untuk tidak reaktif dalam menghadapi kegagalan atau peristiwa pahit. Menurutnya, manusia kerap terjebak menilai satu kejadian tanpa melihat rangkaian sebab dan faktor dibaliknya.

“Kalau kita gagal, jangan hanya berhenti di peristiwanya. Ada sejarah di balik itu. Ada banyak faktor. Itu yang ingin saya sampaikan,” kata dia.

“Menjadi dewasa itu bukan soal usia, tapi soal bagaimana kita menyikapi masalah. Tidak reaktif, tidak cepat menyimpulkan dan berani menentukan sikap terbaik untuk diri sendiri,” imbuhnya

Pendekatan reflektif tersebut rupanya mendapat sambutan hangat. Rinda menyebut bahwa buku memoarnya dinobatkan sebagai best seller Januari oleh Stiletto Publisher. Meski demikian, ia mengaku tidak terlalu memikirkan angka penjualan.

“Saya bahkan tidak tahu sudah terjual berapa. Bagi saya, yang penting buku ini sampai ke orang yang membutuhkan,” ucapnya.

Selain memoar, Rinda juga meluncurkan buku Koi: Dari Kolam Kaisar ke Nusantara. Buku ini membahas perjalanan ikan koi dari simbol kekaisaran hingga berkembang di Indonesia yang sarat nilai filosofi.

Berangkat dari latar belakang akademiknya dan riset tentang penyakit koi, Rinda justru mengaku awalnya merasa asing dengan ikan yang selama ini dianggap indah dan bernilai tinggi itu.

“Setelah lulus, saya malah bertanya, kenapa saya tidak benar benar paham tentang koi. Dari situ saya mulai menulis buku ini,” tutur alumni Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya itu

Berbeda dari buku akademik, Koi ditulis dengan pendekatan naratif dan reflektif. Rinda menegaskan, buku ini tidak ditujukan khusus untuk kalangan perikanan, melainkan untuk pembaca umum.

“Saya ingin menunjukkan koinya yang berbicara. Koinya yang bercerita, kenapa dia berwarna seperti ini, kenapa dia lemah, kenapa dia ada di Indonesia,” jelasnya.

Dalam buku tersebut, Rinda menelusuri perjalanan koi dari leluhurnya di wilayah Eurasia, proses mutasi di Cina, hingga penamaannya di Jepang yang menjadikannya simbol kekuatan, keberanian, dan ketekunan. Namun, di balik keindahannya, koi juga menyimpan paradoks.

“Koi menjadi indah karena mutasi yang dipilih berdasarkan estetika, bukan ketahanan. Karena dipaksa indah, dia justru menjadi lebih rapuh,” kata Rinda.

Ia menggambarkan koi bukan sekadar ikan, melainkan arsip biologis yang menyimpan sejarah panjang tentang seleksi, kesunyian dan kebangkitan. Warna koi diurai sebagai ingatan, kolam sebagai ruang jiwa dan geraknya sebagai metafora waktu yang mengalir perlahan.

Melalui buku ini, Rinda ingin mengajak pembaca untuk terus bertanya dan berpikir, tidak berhenti pada satu kesimpulan tunggal.

“Manusia itu harus terus bertanya, kenapa bisa begini. Jangan berhenti di satu titik. Dari situ kita belajar memahami hidup,” ujarnya.

Lebih jauh, Rinda berharap kedua bukunya dapat menjadi ruang refleksi, terutama bagi perempuan, untuk berani memahami diri sendiri tanpa takut pada masa lalu.

“Kalau koi saja bisa berenang tenang di antara cahaya dan keheningan, manusia pun seharusnya bisa berdamai dengan hidupnya,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: buku ikan koibuku inspiratifbuku memoarrinda puspasari

Related Posts

Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah
Advertorial

Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah

Jumat, 28 Agu 2026
BPJS Kesehatan Malang Temukan 46 Ribu Data Warga Tak Valid
Advertorial

BPJS Kesehatan Malang Temukan 46 Ribu Data Warga Tak Valid

Jumat, 28 Agu 2026
Rendra
Advertorial

Rendra Masdrajad Safaat Kenalkan AI kepada Pelaku UMKM Kota Malang

Jumat, 28 Agu 2026
UIN Malang Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Warga Nahdliyin di Muktamar ke-35 NU
Advertorial

UIN Malang Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Warga Nahdliyin di Muktamar ke-35 NU

Jumat, 28 Agu 2026
ITN Malang Gandeng Perbakin, Lahan Kampus 2 Jadi Fasilitas Latihan Menembak
Advertorial

ITN Malang Gandeng Perbakin, Lahan Kampus 2 Jadi Fasilitas Latihan Menembak

Jumat, 28 Agu 2026
Drama Umar bin Khattab Warnai Maulid Nabi di SMP Insan Permata Malang
Advertorial

Drama Umar bin Khattab Warnai Maulid Nabi di SMP Insan Permata Malang

Jumat, 28 Agu 2026
Next Post
Kepala Dinsos Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Peserta BPJS PBIN di Kabupaten Malang yang Dinonaktifkan Bisa Ajukan Reaktivasi

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.