Malang, Tugumalang.id – SMPIT Insan Permata Malang menggelar pentas drama dalam rangka menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut diselenggarakan belum lama ini.
Drama itu mengangkat kisah salah satu sahabat Rasulullah, Umar bin Khattab. Siswa SMPIT Insan Permata tampil apik memerankan setiap tokoh sehingga menarik perhatian penonton.
Dalam drama tersebut, siswa mengangkat kisah Umar yang awalnya dikenal sebagai sosok keras dan menentang dakwah Islam. Namun, perjalanan hidupnya kemudian berubah luar biasa.
Umar tersentuh oleh Al-Qur’an dan mendapatkan teladan dari kelembutan Rasulullah SAW. Ia akhirnya menjadi salah satu pembela Islam yang paling kuat.
Kepala SMPIT Insan Permata Malang Hafiz Maulana, S.Pd.I., mengatakan pesan penting dari drama tersebut adalah memberikan keteladanan kepada siswa bahwa seseorang tidak harus selamanya menjadi seperti masa lalunya.
Baca juga: Gerakan Hijau SMP Insan Permata Malang di Gunung Bokong Diganjar Penghargaan Perhutani
“Bahkan hati yang keras pun dapat berubah ketika disentuh oleh kebenaran, kasih sayang, dan hidayah dari Allah. Kami berharap pesan ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi pelajaran yang membekas bagi anak-anak dan seluruh penonton,” ungkapnya.
Menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah

Digelarnya drama Maulid Nabi bukan sekadar untuk menyemarakkan peringatan Maulid Nabi di sekolah. Hafiz menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah dan meneladani sifat serta perilakunya dalam kehidupan bermasyarakat.
“Tujuan utama kami mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak kepada Rasulullah SAW dan mengenalkan kembali keteladanan beliau dengan cara yang lebih dekat dan bermakna bagi mereka,” jelas Ustadz Hafiz.
Pihaknya ingin siswa SMPIT Insan Permata tidak hanya mengenal Rasulullah SAW sebagai tokoh besar dalam sejarah Islam. Mereka juga diharapkan memahami akhlak dan nilai-nilai yang beliau ajarkan, seperti kelembutan, kasih sayang, kejujuran, keberanian, dan kepedulian terhadap sesama.
“Melalui kegiatan seperti drama ini, anak-anak juga tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam proses belajar, bekerja sama, berlatih disiplin, dan menghayati nilai-nilai dari kisah yang mereka tampilkan,” bebernya.
Baca juga: SMPIT Insan Permata Malang Hadirkan Ulama Palestina dalam Kajian Dhuha dan Baksos Ramadan
Apresiasi penampilan siswa
Hafiz juga mengapresiasi penampilan siswa SMPIT Insan Permata Malang yang memerankan tokoh-tokoh dalam cerita dengan baik dan menampilkan seni peran yang memukau.
Baginya, yang terpenting bukan sekadar menyampaikan cerita di pentas drama. Pesan tentang keteladanan Rasulullah juga harus tersampaikan kepada para penonton.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga melihat penampilan anak-anak tadi. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya keberhasilan mereka menampilkan sebuah drama, tetapi juga bagaimana pesan dari kisah tersebut bisa tersampaikan kepada para penonton,” terang Ustadz Hafiz.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Siswa diharapkan memiliki rasa cinta yang besar kepada Rasulullah dan meneladaninya.
“Semoga kecintaan kepada Rasulullah SAW benar-benar tumbuh dalam diri anak-anak dan tercermin dalam kehidupan mereka sehari-hari, baik dalam sikap kepada orang tua dan guru, kepada teman, maupun dalam semangat mereka untuk mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko






























