Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Wamensos Dorong Kampus Berperan dalam Pengentasan Kemiskinan

Redaksi by Redaksi
Agustus 28, 2026 9:30 am
in Advertorial
Wamensos Dorong Kampus Berperan dalam Pengentasan Kemiskinan

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tuban, Tugumalang.id – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam pengentasan kemiskinan melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Hal itu disampaikan Agus Jabo saat menjadi narasumber Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat XI (SNasPPM XI) Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW).

READ ALSO

Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk Selama 3 Hari Sambut HUT Kota Batu

BLT DBHCHT Malang Raya 2026 Turun Jadi Rp350 Ribu per Penerima

Seminar bertema “Peran Strategis Pendidikan Tinggi untuk Membangun Generasi Tangguh Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut digelar secara hybrid dari Aula Lantai II UNIROW, Tuban, Kamis (27/8/2026).

Wamensos Dorong Kampus Berperan dalam Pengentasan Kemiskinan
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono

Wamensos mengikuti kegiatan secara daring dari kantor Kementerian Sosial di Jakarta.

Baca juga: Wamensos Ajak Karang Taruna Banten Perkuat Pengentasan Kemiskinan

Menurut Agus Jabo, pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan pendapatan, tetapi juga akses terhadap pendidikan, kesehatan, gizi, keterampilan, modal, serta kesempatan kerja.

“Pendidikan bukan sekadar urusan sekolah. Pendidikan adalah alat perjuangan sosial, alat mobilisasi sosial, dan alat pembebasan manusia dari kemiskinan dan keterbelakangan,” ujar Agus Jabo.

Dalam konteks tersebut, ia menjelaskan Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.

Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar penyediaan ruang kelas dan asrama. Program tersebut merupakan bagian dari perjuangan memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.

“Sekolah Rakyat bukan sekadar sekolah. Sekolah Rakyat adalah gerakan sosial, gerakan pembebasan melawan kemiskinan, gerakan untuk memuliakan rakyat, dan gerakan untuk membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga miskin,” katanya.

Baca juga: Empat Bupati Temui Wamensos, Siapkan Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Kampus Diminta Beri Dampak Nyata

Agus Jabo menilai perguruan tinggi perlu mengambil peran lebih jauh dengan memastikan ilmu pengetahuan dan riset memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Ilmu pengetahuan tidak boleh hanya berputar di ruang seminar, riset tidak boleh hanya berhenti di jurnal, mahasiswa tidak boleh hanya mengejar nilai, dosen tidak boleh hanya mengejar publikasi. Karena ilmu pengetahuan yang tidak menyentuh persoalan rakyat akan kehilangan sebagian dari maknanya,” tegasnya.

Ia mendorong kampus mengukur keberhasilan tidak hanya dari jumlah lulusan atau publikasi penelitian, tetapi juga dari perubahan yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Jangan hanya bertanya berapa banyak penelitian yang kita publikasikan, tetapi tanyakanlah berapa banyak petani, nelayan, UMKM, dan masyarakat miskin yang produktivitasnya meningkat karena dukungan dari kampus dan lulusan-lulusan perguruan tinggi,” ujarnya.

Wamensos Dorong Kampus Berperan dalam Pengentasan Kemiskinan
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono

Menurut Agus Jabo, kolaborasi antara Kemensos dan perguruan tinggi dapat diarahkan pada pemberdayaan masyarakat.

Kemensos memiliki sasaran program, pendamping sosial, sentra, dan berbagai instrumen layanan sosial. Sementara perguruan tinggi memiliki ilmu pengetahuan, dosen, mahasiswa, laboratorium, riset, dan inovasi.

“Kalau kekuatan ini kita gabungkan, kita bisa melakukan sesuatu yang jauh lebih besar. Kemensos membawa persoalan nyata, kampus membawa ilmu pengetahuan, dunia usaha membawa modal dan pasar, pemerintah daerah membawa potensi wilayah, masyarakat akan menjadi pelaku utamanya. Inilah yang saya sebut sebagai ekosistem pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan perlindungan sosial tetap dibutuhkan bagi masyarakat yang menghadapi krisis dan membutuhkan bantuan. Namun, intervensi sosial perlu diarahkan hingga masyarakat mampu mandiri.

“Tugas kita bukan membuat masyarakat harus menunggu bantuan sosial. Tugas kita adalah membuat masyarakat bisa berdaya dan mandiri, hidup sejahtera,” kata Agus Jabo.

Karena itu, Kemensos mendorong pendekatan pemberdayaan ekonomi yang menggabungkan kewirausahaan, bantuan modal, dan pelatihan keterampilan.

Menurut Agus Jabo, perguruan tinggi dapat berkolaborasi melalui pendampingan berkelanjutan. Pendampingan dimulai dari asesmen, pelatihan, praktik, akses modal dan pasar, pengembangan usaha, hingga evaluasi dan graduasi.

Ia juga mengajak perguruan tinggi membangun gerakan “Kampus Berdaya Menuju Masyarakat Mandiri”. Gerakan itu antara lain melalui desa binaan, UMKM binaan, laboratorium kewirausahaan sosial, serta program pemberdayaan yang melibatkan mahasiswa secara langsung.

“Bukan berapa banyak kegiatan yang kita lakukan, tetapi berapa banyak pendapatan masyarakat meningkat, berapa banyak usaha tumbuh, berapa banyak lapangan kerja kita ciptakan, berapa banyak keluarga keluar dari kemiskinan, dan berapa keluarga yang sudah berdaya dan mandiri,” tegasnya.

Agus Jabo berharap perguruan tinggi dapat melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga produktif, berkarakter, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

“Dari kampus kita bangun ilmu, dari ilmu kita bangun inovasi, dari inovasi kita bangun produksi, dari produksi kita bangun kemandirian dan kesejahteraan. Dan dari kesejahteraan rakyat, kita bangun Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis Kemensos RI
editor: jatmiko

Tags: indonesia emas 2045KemensosPemberdayaan MasyarakatpendidikanPengentasan kemiskinanPerguruan tinggisekolah rakyatUNIROWWamensos Agus Jabo Priyono

Related Posts

Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk Selama 3 Hari Sambut HUT Kota Batu
Advertorial

Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk Selama 3 Hari Sambut HUT Kota Batu

Senin, 12 Okt 2026
BLT DBHCHT Malang Raya 2026 Turun Jadi Rp350 Ribu per Penerima
Advertorial

BLT DBHCHT Malang Raya 2026 Turun Jadi Rp350 Ribu per Penerima

Senin, 12 Okt 2026
Peringati Hari Museum Nasional, Jatim Park Group Punya 4 Museum Tematik Percontohan Edukasi Intetaktif
Advertorial

Peringati Hari Museum Nasional, Jatim Park Group Punya 4 Museum Tematik Percontohan Edukasi Intetaktif

Senin, 12 Okt 2026
Batu Youth Fest 2026 Jadi Panggung Kreativitas Anak Muda Kota Batu
Advertorial

Batu Youth Fest 2026 Jadi Panggung Kreativitas Anak Muda Kota Batu

Senin, 12 Okt 2026
ITN Malang Siapkan Kawasan Industri Baru di Pasuruan
Advertorial

ITN Malang Siapkan Kawasan Industri Baru di Pasuruan

Minggu, 11 Okt 2026
Mensos Gus Ipul Ajak RT/RW Semarang Jadi Agen Perlinsos, 8.675 Keluarga Terdaftar
Advertorial

Mensos Gus Ipul Ajak RT/RW Semarang Jadi Agen Perlinsos, 8.675 Keluarga Terdaftar

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Presiden Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas

Presiden Prabowo Buka Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.