Jumat, September 11, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Konsumsi Makanan Ultra-Olahan Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Penyakit Crohn

Redaksi by Redaksi
Desember 23, 2025 12:31 pm
in Tugu Sehat
Makanan ultra-olahan

makanan ultra-olahan.foto/freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Pada 2019, sekitar 4,9 juta orang di seluruh dunia hidup dengan penyakit radang usus atau Inflammatory Bowel Disease (IBD). Istilah ini mencakup dua kondisi utama, yakni penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, yang hingga kini belum memiliki obat penyembuh.

Seperti dilansir dari medicalnewstoday, penanganan IBD umumnya difokuskan pada pengendalian gejala melalui kombinasi pengobatan, pembedahan, serta perubahan gaya hidup. Beberapa langkah yang kerap dianjurkan antara lain pengelolaan stres, berhenti merokok, berolahraga secara teratur, dan menerapkan pola makan yang ramah bagi sistem pencernaan.

READ ALSO

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Sejumlah penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-olahan berpotensi memperburuk kondisi penderita IBD. Temuan tersebut kini diperkuat oleh studi terbaru yang memberikan gambaran lebih rinci mengenai dampak makanan ultra-olahan terhadap kesehatan saluran cerna.

Baca juga: Gaya Hidup Modern dan Makanan Ultra-olahan, Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Temuan Studi Terbaru tentang Makanan Ultra-Olahan

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients ini menganalisis berbagai penelitian terdahulu yang terbit antara Januari 2010 hingga Maret 2025. Data dikumpulkan dari sejumlah basis data ilmiah, termasuk PubMed/MEDLINE, Embase, dan Scopus.

Para peneliti mengelompokkan temuan penelitian ke dalam tiga fokus utama, yaitu:

  • aspek epidemiologi, termasuk penyebab serta faktor risiko

  • mekanisme biologis atau cara kerja makanan ultra-olahan terhadap tubuh

  • pendekatan terapi dan pengobatan

Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-olahan dalam jumlah tinggi secara konsisten berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit Crohn. Sebaliknya, hubungan antara asupan makanan ultra-olahan dan risiko kolitis ulseratif dinilai lebih lemah atau bahkan tidak signifikan.

Seorang ahli gastroenterologi menilai bahwa peningkatan kasus penyakit Crohn kerap sejalan dengan kemajuan ekonomi dan industrialisasi suatu negara. Pola hidup masyarakat modern, khususnya di negara maju, dinilai memiliki keterkaitan dengan meningkatnya prevalensi penyakit ini, termasuk pola konsumsi makanan olahan dan ultra-olahan yang semakin dominan.

Dampak Bahan Makanan Ultra-Olahan terhadap Usus

Selain melihat hubungan epidemiologis, para peneliti juga menyoroti jalur mekanistik yang menjelaskan bagaimana makanan ultra-olahan dapat memengaruhi sistem pencernaan.

Beberapa bahan yang umum ditemukan dalam makanan ultra-olahan, seperti pengemulsi, karagenan, dan maltodekstrin, diketahui berpotensi merusak integritas lapisan pelindung usus. Zat-zat tersebut juga dapat mengubah komposisi mikrobioma usus serta memicu peradangan.

Baca juga: Olahraga Terbukti Perbaiki Kerusakan Otak akibat Junk Food, Studi Ungkap Mekanismenya

Gangguan ini berkontribusi pada terjadinya disbiosis usus, yakni kondisi ketika mikrobioma menjadi kurang beragam dan lebih bersifat proinflamasi. Disrupsi pada penghalang usus serta aktivasi sistem imun yang berlebihan merupakan jalur biologis yang sering ditemukan pada penderita IBD, khususnya penyakit Crohn.

Dari perspektif klinis, pola konsumsi makanan ultra-olahan yang tinggi juga kerap dikaitkan dengan perburukan gejala serta meningkatnya risiko gangguan pencernaan kronis.

Catatan Penting dari Peneliti

Meski temuan studi ini memperkuat bukti hubungan antara makanan ultra-olahan dan penyakit Crohn, para ahli menekankan bahwa penelitian tersebut bersifat korelasional. Artinya, masih terdapat kemungkinan faktor lain yang turut berperan.

Gaya hidup masyarakat modern yang cenderung sibuk, tingkat stres tinggi, serta minim aktivitas fisik sering kali berjalan beriringan dengan konsumsi makanan ultra-olahan. Kondisi ini berpotensi menjadi faktor pembaur yang perlu diperhitungkan dalam menilai risiko penyakit Crohn secara menyeluruh.

Namun demikian, hasil penelitian ini dinilai dapat membantu tenaga medis dalam memberikan edukasi berbasis data ilmiah kepada pasien, khususnya terkait pentingnya pola makan dalam pengelolaan penyakit radang usus.

Tips Mengurangi Konsumsi Makanan Ultra-Olahan

Bagi masyarakat yang ingin mulai membatasi konsumsi makanan ultra-olahan, sejumlah langkah sederhana dapat diterapkan dalam keseharian, antara lain:

  • menjadikan kacang-kacangan dan lentil sebagai menu dasar untuk meningkatkan asupan serat

  • memilih biji-bijian utuh seperti beras merah dan oat, atau sumber pati alami seperti kentang dengan kulit

  • mencoba membeli bahan pangan curah untuk mengenal variasi biji-bijian tanpa harus membeli kemasan besar

  • mengonsumsi buah dan sayur berwarna-warni untuk mendukung kesehatan lapisan usus

  • memanfaatkan peralatan masak sederhana seperti penanak nasi, slow cooker, atau air fryer

  • menggunakan buku masak praktis dan peralatan dapur kecil untuk mengurangi ketergantungan pada makanan kemasan

  • memanfaatkan program lokal atau kelas memasak yang mendukung akses ke bahan pangan segar

Perubahan pola makan tidak harus dilakukan secara ekstrem. Langkah kecil yang konsisten, mulai dari satu kali makan atau satu pilihan belanja yang lebih sehat, dinilai dapat memberikan dampak positif bagi mikrobioma usus dan membantu menurunkan pemicu peradangan dalam jangka panjang.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: jatmiko
redaktur: jatmiko

Tags: Gaya Hidup Sehatibdkesehatan pencernaanmakanan ultra olahanmikrobioma ususnutrisipenyakit crohnpenyakit radang usus

Related Posts

Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Tugu Sehat

Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Jumat, 31 Jul 2026
Next Post
Kasus pembunuhan di Gondanglegi

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan di Gondanglegi, Korban Punya Utang Rp2,4 Juta

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Bunuh Diri, Mahasiswa Kedokteran UB Lompat dari Lantai 6

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.