Minggu, Juli 26, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Konsumsi Makanan Ultra-Olahan Dikaitkan dengan Peningkatan Risiko Penyakit Crohn

Redaksi by Redaksi
Desember 23, 2025 12:31 pm
in Tugu Sehat
Makanan ultra-olahan

makanan ultra-olahan.foto/freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Pada 2019, sekitar 4,9 juta orang di seluruh dunia hidup dengan penyakit radang usus atau Inflammatory Bowel Disease (IBD). Istilah ini mencakup dua kondisi utama, yakni penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, yang hingga kini belum memiliki obat penyembuh.

Seperti dilansir dari medicalnewstoday, penanganan IBD umumnya difokuskan pada pengendalian gejala melalui kombinasi pengobatan, pembedahan, serta perubahan gaya hidup. Beberapa langkah yang kerap dianjurkan antara lain pengelolaan stres, berhenti merokok, berolahraga secara teratur, dan menerapkan pola makan yang ramah bagi sistem pencernaan.

READ ALSO

Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak Buruk, Ini Cara Sederhana Menguranginya

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Sejumlah penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-olahan berpotensi memperburuk kondisi penderita IBD. Temuan tersebut kini diperkuat oleh studi terbaru yang memberikan gambaran lebih rinci mengenai dampak makanan ultra-olahan terhadap kesehatan saluran cerna.

Baca juga: Gaya Hidup Modern dan Makanan Ultra-olahan, Ini Dampaknya bagi Kesehatan

Temuan Studi Terbaru tentang Makanan Ultra-Olahan

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients ini menganalisis berbagai penelitian terdahulu yang terbit antara Januari 2010 hingga Maret 2025. Data dikumpulkan dari sejumlah basis data ilmiah, termasuk PubMed/MEDLINE, Embase, dan Scopus.

Para peneliti mengelompokkan temuan penelitian ke dalam tiga fokus utama, yaitu:

  • aspek epidemiologi, termasuk penyebab serta faktor risiko

  • mekanisme biologis atau cara kerja makanan ultra-olahan terhadap tubuh

  • pendekatan terapi dan pengobatan

Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-olahan dalam jumlah tinggi secara konsisten berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit Crohn. Sebaliknya, hubungan antara asupan makanan ultra-olahan dan risiko kolitis ulseratif dinilai lebih lemah atau bahkan tidak signifikan.

Seorang ahli gastroenterologi menilai bahwa peningkatan kasus penyakit Crohn kerap sejalan dengan kemajuan ekonomi dan industrialisasi suatu negara. Pola hidup masyarakat modern, khususnya di negara maju, dinilai memiliki keterkaitan dengan meningkatnya prevalensi penyakit ini, termasuk pola konsumsi makanan olahan dan ultra-olahan yang semakin dominan.

Dampak Bahan Makanan Ultra-Olahan terhadap Usus

Selain melihat hubungan epidemiologis, para peneliti juga menyoroti jalur mekanistik yang menjelaskan bagaimana makanan ultra-olahan dapat memengaruhi sistem pencernaan.

Beberapa bahan yang umum ditemukan dalam makanan ultra-olahan, seperti pengemulsi, karagenan, dan maltodekstrin, diketahui berpotensi merusak integritas lapisan pelindung usus. Zat-zat tersebut juga dapat mengubah komposisi mikrobioma usus serta memicu peradangan.

Baca juga: Olahraga Terbukti Perbaiki Kerusakan Otak akibat Junk Food, Studi Ungkap Mekanismenya

Gangguan ini berkontribusi pada terjadinya disbiosis usus, yakni kondisi ketika mikrobioma menjadi kurang beragam dan lebih bersifat proinflamasi. Disrupsi pada penghalang usus serta aktivasi sistem imun yang berlebihan merupakan jalur biologis yang sering ditemukan pada penderita IBD, khususnya penyakit Crohn.

Dari perspektif klinis, pola konsumsi makanan ultra-olahan yang tinggi juga kerap dikaitkan dengan perburukan gejala serta meningkatnya risiko gangguan pencernaan kronis.

Catatan Penting dari Peneliti

Meski temuan studi ini memperkuat bukti hubungan antara makanan ultra-olahan dan penyakit Crohn, para ahli menekankan bahwa penelitian tersebut bersifat korelasional. Artinya, masih terdapat kemungkinan faktor lain yang turut berperan.

Gaya hidup masyarakat modern yang cenderung sibuk, tingkat stres tinggi, serta minim aktivitas fisik sering kali berjalan beriringan dengan konsumsi makanan ultra-olahan. Kondisi ini berpotensi menjadi faktor pembaur yang perlu diperhitungkan dalam menilai risiko penyakit Crohn secara menyeluruh.

Namun demikian, hasil penelitian ini dinilai dapat membantu tenaga medis dalam memberikan edukasi berbasis data ilmiah kepada pasien, khususnya terkait pentingnya pola makan dalam pengelolaan penyakit radang usus.

Tips Mengurangi Konsumsi Makanan Ultra-Olahan

Bagi masyarakat yang ingin mulai membatasi konsumsi makanan ultra-olahan, sejumlah langkah sederhana dapat diterapkan dalam keseharian, antara lain:

  • menjadikan kacang-kacangan dan lentil sebagai menu dasar untuk meningkatkan asupan serat

  • memilih biji-bijian utuh seperti beras merah dan oat, atau sumber pati alami seperti kentang dengan kulit

  • mencoba membeli bahan pangan curah untuk mengenal variasi biji-bijian tanpa harus membeli kemasan besar

  • mengonsumsi buah dan sayur berwarna-warni untuk mendukung kesehatan lapisan usus

  • memanfaatkan peralatan masak sederhana seperti penanak nasi, slow cooker, atau air fryer

  • menggunakan buku masak praktis dan peralatan dapur kecil untuk mengurangi ketergantungan pada makanan kemasan

  • memanfaatkan program lokal atau kelas memasak yang mendukung akses ke bahan pangan segar

Perubahan pola makan tidak harus dilakukan secara ekstrem. Langkah kecil yang konsisten, mulai dari satu kali makan atau satu pilihan belanja yang lebih sehat, dinilai dapat memberikan dampak positif bagi mikrobioma usus dan membantu menurunkan pemicu peradangan dalam jangka panjang.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: jatmiko
redaktur: jatmiko

Tags: Gaya Hidup Sehatibdkesehatan pencernaanmakanan ultra olahanmikrobioma ususnutrisipenyakit crohnpenyakit radang usus

Related Posts

Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak Buruk, Ini Cara Sederhana Menguranginya
Tugu Sehat

Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak Buruk, Ini Cara Sederhana Menguranginya

Senin, 20 Jul 2026
Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti
Tugu Sehat

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Kamis, 16 Jul 2026
jamu sinom
Tugu Sehat

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Kamis, 16 Jul 2026
Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?
Tugu Sehat

Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?

Jumat, 10 Jul 2026
5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya
Tugu Sehat

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Senin, 6 Jul 2026
Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara
Tugu Sehat

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Minggu, 5 Jul 2026
Next Post
Kasus pembunuhan di Gondanglegi

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan di Gondanglegi, Korban Punya Utang Rp2,4 Juta

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.