Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Refleksi Hari Ibu, Arkeolog Dwi Cahyono Ungkap Jejak Kisah Dewi Winata hingga Ken Dedes

Redaksi by Redaksi
Desember 22, 2025 12:55 pm
in Budaya
Arkelolog Malang, Dwi Cahyono menceritakan kisah Dewi Winata hingga Ken Dedes. (Foto/dok)

Arkelolog Malang, Dwi Cahyono menceritakan kisah Dewi Winata hingga Ken Dedes. (Foto/dok)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kisah kebaktian hingga kemuliaan ibu telah terabadikan dalam situs-situs bersejarah di Malang. Arkelolog Dwi Cahyono mengungkap jejak kisah Dewi Winata hingga Ken Dedes yang dinilai tetap relevan untuk menjadi kisah keteladanan maupun refleksi bertepatan dalam momentum Peringatan Hari Ibu pada 22 Desember 2025 ini.

Baru-baru ini, komunitas pelestari budaya di Malang dan Jawa Timur menggelar peringatan Hari Ibu di Candi Kidal dan Museum Panji.

READ ALSO

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Misinya, meneguhkan kembali nilai-nilai penghormatan terhadap Ibu dalam tradisi Jawa dan Nusantara dengan menjadikan tinggalan budaya era Singhasari-Majapahit sebagai media pembelajaran sejarah dan etika kehidupan.

Baca Juga: Sudah Waktunya Kota Batu Tiru Bali, Tegas Batasi Peredaran Sampah Plastik

Di Candi Kidal, Arkeolog Malang, Dwi Cahyono mengungkap kisah Garudea dan pengorbanan terhadap Ibunda Dewi Winata yang syarat akan nilai-nilai kebaktian terhadap sosok ibu.

Pertunjukan seni budaya di Candi Kidal. (Foto/ist)
Pertunjukan seni budaya di Candi Kidal. (Foto/ist)

Kebaktian Garudea kepada Dewi Winata itu telah terabadikan secara visual dalam relief cerita Garudea di kaki Candi Kidal. Salah satu panel relief menggambarkan Garuda menggendong Dewi Winata yang telah terbebas, disertai simbol ular sebagai representasi pihak yang sebelumnya menindas.

“Relief ini menjadi bukti bahwa nilai etika, spiritualitas, dan penghormatan terhadap ibu telah lama tertanam dalam narasi budaya Nusantara,” ucapnya.

Menurutnya, kisah kebaktian Garudea terhadap Dewi Winata juga telah tercatat dalam kisah Wiracarita Mahabharata. Di mana, Garudea berjuang membebaskan Dewi Winata dari perbudakan.

Baca Juga: Targetkan Partisipasi 70 Persen, Lathifah Shohib Ajak Masyarakat Tak Pilih Kotak Kosong di Pilbup Malang

“Nilai kebhaktian kepada ibu tersebut tercermin kuat dalam kisah wiracarita Mahabharata. Khususnya melalui tokoh Garuda yang berjuang membebaskan ibunya, Dewi Winata dari perbudakan,” urainya.

Demi tujuan mulia, Garudea rela mempertaruhkan nyawa dalam usahanya memperoleh Tirtha Amerta hingga akhirnya mendapatkan restu dari Dewa Wisnu. Kisah ini menjadi teladan universal tentang bhakti seorang anak kepada ibu.

Dwi Cahyono juga memaparkan kajian ikonografis Arca Pratnjaparamita, terutama sosok Ken Dedes sebagai ibunya para raja. Dalam sejarah Jawa, Ken Dedes dikenal sebagai sosok perempuan utama yang memiliki peran yang sangat menentukan dalam lahirnya raja-raja besar Jawa.

Dari rahim Ken Dedes, lahir dan tumbuh garis keturunan penguasa penting yang membentuk fondasi politik dan peradaban Jawa. Mulai dari Dinasti Singhasari hingga berlanjut ke Majapahit.

“Karena itulah, Ken Dedes tidak hanya dipandang sebagai permaisuri, tetapi sebagai ibu peradaban, simbol kesuburan, legitimasi kekuasaan, dan keberlanjutan sejarah Nusantara,” ungkapnya.

Pemaknaan Ken Dedes sebagai figur Ibu Agung menjadikannya layak diposisikan sebagai ikon Hari Ibu di Malang, kota yang berada dalam lanskap sejarah Singhasari-Majapahit.

Figur Ken Dedes diharapkan mampu menginspirasi perempuan dan ibu masa kini sebagai sumber nilai, kebijaksanaan dan kekuatan generatif bagi keluarga, masyarakat dan masa depan peradaban.

“Penghormatan terhadap ibu tidak hanya dimaknai secara sosial, tetapi juga spiritual, tercermin dalam keyakinan bahwa restu ibu memiliki kekuatan besar dalam kehidupan manusia,” ujarnya.

Sementara itu, pemerhati budaya dari Kampung Budaya Polowijen Malang, Isa Wahyudi mengajak masyarakat untuk memetik teladan luhur dari masa lalu dan merelevansikannya dengan kehidupan masa kini.

“Spirit kebhaktian Garuda diharapkan mampu menginspirasi generasi sekarang untuk menumbuhkan sikap hormat kepada ibu, keluarga, dan bangsa, sekaligus memperkuat kesadaran budaya sebagai fondasi moral dalam menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: arkeolog MalangCandi KidalDewi Winatahari ibuKen DedesMuseum Panji

Related Posts

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan
Budaya

5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan

Senin, 20 Jul 2026
Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan
Budaya

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Rabu, 15 Jul 2026
3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Next Post
PSLC Cabang Pasuruan ajak siswa buat kerajinan tangan sebagai ucapan terima kasih Hari Ibu. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

PSLC Cabang Pasuruan Ajak Anak Ciptakan Kerajinan Tangan Penuh Kasih untuk Merayakan Hari Ibu

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.