Malang, Tugumalang.id – Event Malang Bersepeda 2025 akan digelar pada Sabtu, 8 November 2025, sebagai bagian dari perayaan HUT Jatim Times Network ke-11. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk membangkitkan sektor pariwisata dan perekonomian lokal di Kota Malang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menyampaikan bahwa Malang Bersepeda 2025 sejalan dengan program Dasa Bakti Wali Kota Malang, yaitu Ngalam Tahes dan Ngalam Asyik.
“Event ini menyatukan seluruh komunitas pesepeda—mulai dari road bike, MTB, sepeda lipat, fixie, BMX, hingga sepeda kuno—untuk gowes bersama. Selain menyehatkan masyarakat, dampaknya juga besar terhadap perekonomian daerah,” ujar Arif, Jumat (7/11/2025).
Baca juga: Rute Sepeda di Malang, Jalur Santai di Tengah Kota hingga Tantangan Pegunungan yang Seru
Multiplier Effect di Malang Bersepeda 2025
Menurut Arif, kehadiran ratusan peserta dari luar daerah akan memberikan multiplier effect terhadap perputaran ekonomi lokal, mulai dari peningkatan hunian hotel, konsumsi kuliner, transaksi UMKM, hingga penjualan oleh-oleh khas Malang. Secara tidak langsung, hal ini juga akan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Lebih lanjut, Arif menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi ajang promosi wisata olahraga (sport tourism).
“Peserta dari luar kota bisa menikmati suasana dan potensi wisata Kota Malang, sekaligus berkontribusi pada ekonomi lokal,” tambahnya.
Rute Malang Bersepeda 2025 akan menempuh jarak 35 kilometer dengan start dari Balai Kota Malang dan finish di Stadion Gajayana. Arif berharap, kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Malang.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Malang Bersepeda 2025, Misbachul Munir, menyebutkan bahwa event ini diikuti sekitar 270 peserta, dengan 40 persen di antaranya berasal dari luar Kota Malang seperti Surabaya, Sidoarjo, dan beberapa daerah di Jawa Tengah.
Baca juga: Liburan ke Malang, Jangan Lewatkan 5 Tempat Wisata Ini!
“Ini adalah event inklusif. Semua jenis sepeda bisa ikut karena yang kami tekankan adalah kebersamaan dan menikmati keindahan Kota Malang,” ujarnya.
Rute gowes akan melewati berbagai ikon Kota Malang seperti Balai Kota, Jalan Majapahit, Kayutangan Heritage, Ijen Boulevard, Simpang Balapan, dan PLN. Peserta kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju kawasan Pakis di sekitar Bandara Abdulrachman Saleh, sebelum mencapai garis finish di Jalan Gajah Mada.
“Rute ini memperlihatkan wajah Kota Malang yang ramah, asri, dan ideal untuk wisata bersepeda,” jelas Misbachul.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan doorprize menarik, termasuk hadiah utama berupa sepeda motor. Namun, peserta wajib melakukan pemindaian barcode di tiga titik pengecekan, yaitu start di Balai Kota Malang, checkpoint di sekitar Bandara Abdulrachman Saleh, dan finish di Jalan Gajah Mada.
“Semua titik harus dilewati. Jika ada yang terlewat, peserta tidak berhak mengikuti undian doorprize,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
























