Yunani, Tugumalang.id – Direktur casting veteran Lucinda Syson menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) belum mampu menggantikan peran manusia dalam proses casting film. Hal itu disampaikan dalam sesi diskusi panel di Festival Film Thessaloniki 2025, Sabtu (1/11).
“Tak seorang pun yang memahami industri ini benar-benar percaya bahwa AI bisa mulai melakukan casting film,” ujar Syson, seperti dikutip deadline.com. Syson dikenal lewat karyanya dalam film Wonder Woman, Batman Begins, dan serial The Diplomat.

Syson tampil di atas panggung bersama sejumlah direktur casting internasional, antara lain Tanja Grunwald (Another Round), Yngvill Kolset-Håga (Sentimental Value), serta David Zitzlsperger, pendiri perusahaan perangkat lunak asal Jerman Denkungsart GmbH.
AI Bantu Efisiensi, Tapi Tak Bisa Gantikan Unsur Kreatif
Diskusi panel tersebut berfokus pada peran AI dalam industri perfilman dan bagaimana teknologi itu dapat memengaruhi proses produksi di masa depan.
Syson mengakui bahwa teknologi memiliki peran positif dalam mendukung pekerjaan administratif seorang casting director — seperti pengelolaan data pemain, pencarian informasi, dan pembaruan arsip.
“Teknologi benar-benar membantu kami mengatur arsip dan dokumen. Kini bahkan ada fitur pembacaan naskah lewat Zoom, dan itu luar biasa,” ungkapnya.
Namun, Syson menegaskan bahwa peran utama casting director bukan sekadar administratif, melainkan juga proses kreatif dan relasional.
“Masalahnya dengan AI, ia hanya bisa memberi saran berdasarkan data. Sementara casting adalah proses yang jauh lebih personal, melibatkan hubungan dengan sutradara dan pemahaman mendalam terhadap cerita,” jelasnya.
Baca juga: Geliat Industri Film di Malang, Tembus Festival Internasional
Industri Harus Bijak Menggunakan AI
Senada dengan Syson, Zitzlsperger dari Denkungsart menilai kesalahan terbesar dunia perfilman saat ini adalah menganggap AI dapat sepenuhnya menggantikan pekerjaan manusia.
“AI tidak seharusnya mengalihkan atau menghapus peran penting manusia dalam industri film,” katanya.
Menurutnya, teknologi sebaiknya digunakan untuk mendukung efisiensi, bukan mengambil alih peran profesional berpengalaman.
“Casting director memiliki pengetahuan tak ternilai yang tidak bisa digantikan oleh algoritma,” tambah Zitzlsperger.
Kategori Casting Kini Diakui di Ajang Oscar dan EFA
Dalam diskusi tersebut, para panelis juga menyoroti langkah Akademi Film Eropa (EFA) dan Academy Awards (Oscar) yang menambahkan kategori penghargaan Best Casting dalam ajang mereka.
BAFTA sebelumnya telah lebih dulu mengakui kategori serupa.
“Banyak dari kami sudah lama memperjuangkan hal ini agar profesi casting director diakui sebagai bagian penting dari proses pembuatan film,” ujar Syson. “Prosesnya memang lambat, tapi kini kami sangat senang karena akhirnya ada pengakuan resmi.”
Festival Film Thessaloniki 2025 dijadwalkan berlangsung hingga 9 November 2025 dengan menghadirkan berbagai panel dan pemutaran film internasional.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko
























