Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

WHO Peringatkan: 3 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Otak dan Syaraf

Redaksi by Redaksi
Oktober 26, 2025 9:25 am
in Tugu Sehat
gangguan otak dan syaraf
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Jenewa, Tugumalang.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa hanya kurang dari sepertiga negara di dunia yang memiliki kebijakan nasional untuk menangani beban gangguan neurologis (penyakit otak dan saraf) yang terus meningkat. Padahal, kondisi ini menjadi penyebab lebih dari 11 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia.

Dalam Laporan Status Global tentang Neurologi 2025 yang dirilis WHO hari ini, disebutkan bahwa lebih dari 3 miliar orang – atau sekitar 40% populasi global – hidup dengan gangguan neurologis.

READ ALSO

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

10 Kondisi Gangguan Otak dan Syaraf Paling Mematikan di Dunia

Menurut laporan tersebut, sepuluh penyakit neurologis yang paling banyak menyebabkan kematian dan kecacatan pada tahun 2021 antara lain:

  1. Stroke

  2. Ensefalopati neonatal

  3. Migrain

  4. Penyakit Alzheimer dan demensia lainnya

  5. Neuropati diabetik

  6. Meningitis

  7. Epilepsi idiopatik

  8. Komplikasi neurologis akibat kelahiran prematur

  9. Gangguan spektrum autisme

  10. Kanker sistem saraf

WHO juga menyoroti ketimpangan besar antarnegara. Negara berpenghasilan rendah memiliki 80 kali lebih sedikit ahli saraf dibandingkan negara maju, padahal beban penyakit di wilayah tersebut justru lebih tinggi.

“Lebih dari satu dari tiga orang di dunia hidup dengan kondisi yang memengaruhi otaknya. Kita harus memastikan mereka mendapat layanan kesehatan yang layak,” ujar Dr. Jeremy Farrar, Asisten Direktur Jenderal WHO, sebagaimana dikutip dari laman WHO

“Banyak gangguan neurologis dapat dicegah atau diobati, tetapi akses layanan masih terbatas – terutama di daerah pedesaan dan miskin,” tambahnya.

Baca juga: Mengenal 9 Jenis Terapi untuk Anak Autisme, Bisa Menjadi Referensi Bagi Orang Tua

Fakta Penting dari Laporan WHO

  • Hanya 53% negara anggota WHO (102 dari 194 negara) yang memberikan data untuk laporan ini.

  • Hanya 32% negara (63 negara) yang memiliki kebijakan nasional untuk gangguan neurologis.

  • Hanya 18% negara (34 negara) yang memiliki dana khusus untuk penanganannya.

  • 25% negara (49 negara) memasukkan gangguan neurologis dalam jaminan kesehatan universal (UHC).

Keterbatasan kebijakan dan pendanaan ini menyebabkan sistem kesehatan di banyak negara masih terfragmentasi, kekurangan tenaga ahli, dan tidak siap memenuhi kebutuhan pasien.

Selain itu, laporan WHO mengungkap bahwa:

  • Negara miskin memiliki 82 kali lebih sedikit ahli saraf dibandingkan negara kaya.

  • Hanya 46 negara yang memiliki layanan dukungan bagi pengasuh pasien, dan 44 negara yang memiliki perlindungan hukum bagi mereka.

  • Mayoritas pengasuh masih merupakan perempuan dan sering kali tidak mendapat pengakuan maupun dukungan finansial.

Baca juga: Brain Rot: Ketika Otak Lelah karena Media Sosial

Seruan Aksi Global

Sebagai tindak lanjut, WHO mengingatkan pentingnya implementasi Rencana Aksi Global Intersektoral untuk Epilepsi dan Gangguan Neurologis Lainnya (IGAP) yang diadopsi pada tahun 2022.

Rencana ini menjadi peta jalan global untuk memperkuat kebijakan, memperluas layanan kesehatan, meningkatkan sistem data, serta melibatkan pasien dan keluarga dalam penyusunan kebijakan.

WHO menyerukan agar semua negara:

  1. Menjadikan gangguan neurologis sebagai prioritas nasional.

  2. Menjamin akses layanan neurologi yang adil melalui sistem jaminan kesehatan universal.

  3. Meningkatkan kesehatan otak sepanjang hidup, termasuk pencegahan sejak usia dini.

  4. Memperkuat sistem data dan riset agar kebijakan berbasis bukti dapat diterapkan.

Tanpa langkah nyata, beban gangguan otak dan saraf akan terus meningkat dan memperparah kesenjangan kesehatan global.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: rilis WHO

redaktur: jatmiko

Tags: AlzheimerAutismeDemensiaensefalopati neonatalepilepsigangguan neurologiskanker sistem sarafkebijakan kesehatankesehatan globalkesehatan masyarakatKesehatan Otaklaporan WHO 2025meningitismigrainneuropati diabetikpenyakit otakpenyakit sarafstrokeWHO

Related Posts

Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Tugu Sehat

Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Jumat, 31 Jul 2026
Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak Buruk, Ini Cara Sederhana Menguranginya
Tugu Sehat

Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak Buruk, Ini Cara Sederhana Menguranginya

Senin, 20 Jul 2026
Next Post
Arema FC vs Borneo FC

Prediksi Susunan Pemain Arema FC vs Borneo FC: Ujian Sulit Singo Edan

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.