Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Sanity dan Relevansi

Redaksi by Redaksi
Agustus 17, 2021 7:50 am
in Catatan
Hendro Fujiono, co-founder FujiShepherd and Associates Australia/tugu malang

Hendro Fujiono, co-founder FujiShepherd and Associates Australia. (Foto: Dokumen pribadi Hendro Fujiono)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh : Hendro Fujiono*

Tugumalang.id – “Bang, kalau boleh jujur….” Penggalan kalimat tersebut biasanya langsung saya potong “ya boleh lah jujur, masa jujur dilarang sih.” Lucu ya, anak muda yang biasanya energinya besar tapi banyak yang memohon izin untuk jujur menyampaikan perspektifnya.

READ ALSO

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Ada yang menyoroti soal Power Distance Index sebagai penyebabnya. Mungkin iya dan mungkin juga tidak. Faktanya ada juga anak-anak muda Indonesia yang bebas berekspresi.

Sofian Hadiwijaya, CTO Warung Pintar, memberikan contohnya. Di unit usahanya siapapun bisa mengomentari dokumen atau hasil pekerjaan atasannya. Ini yang disebut banyak orang sebagai praktik dan ciri dari organisasi modern. Apapun istilahnya. Dari purpose-driven,”teal”, adaptive learning organisation, sampai yang terakhir soal holacracy.

Lalu seperti biasa, akan ada pertanyaan: apakah konsep-konsep modern tersebut bisa diterapkan di Indonesia, sehingga organisasi dan perusahaan kita bisa lebih inovatif?

Yang lebih dalam menelaah akan bertanya: apakah local wisdom Indonesia bisa membantu aplikasi dari berbagai teknik manajemen organisasi modern saat ini?

Jawabannya pasti bisa. Tapi, pasti akan bikin banyak orang mengernyitkan dahi.

Self-managed team yang menjadi pilar dari banyak teknik modern ini sudah bisa kita lihat dari dulu. Coba bayangkan bagaimana dulu kerja bakti sering terjadi. Gotong royong antara tetangga di level RT dan RW dari urusan bantu ada yang meninggal sampai mengadakan ronda bersama.

Purpose, strategic intent dan istilah-istilah keren lain yang dijadikan Teknik manajemen modern sudah dipraktikan di berbagai sudut bangsa ini. Coba lihat bagaimana warga serempak melakukan kerja bakti bersama. Jelas sekali strategic intentnya, dari untuk menang lomba kebersihan sekelurahan sampai dengan menangkal nyamuk demam berdarah.

Lalu kenapa kita seperti gamang dan merasa perlu bertanya apakah semua yang baik bisa diterapkan di Indonesia?

Jangankan kan rasa merdeka untuk memberikan perspektif, untuk menggali banyak perspektif di alam pikiran sendiri saja tampaknya kita masih terkungkung.

Critical thinking memang terlihat seksi, tapi independent thinking yang sepertinya masih harus kita benahi.

Banyak profesional muda yang terkaget ketika saya tanyakan “boleh ga sih kalau melakukan SWOT analysis itu S-nya saya pindahkan ke kanan bawah?”

Seperti terkaget-kaget seakan-akan ada pijakan moral yang diganggu. Template seperti menjadi dewa. Kemampuan berpikir otak sendiri secara tidak sadar dikebiri.

Jadinya timbul rasa takut untuk mempertanyakan relevansi. Ditambah lagi dampak sosial revolusi teknologi. Semakin takut salahlah kita, karena seakan-akan setiap kekeliruan yang kita lakukan akan viral dan jadi bahan penghakiman seantero negeri.

Ini cukup unik sebetulnya. Di satu sisi kurang kepercayaan diri, tapi di sisi lain merasa seperti selebriti yang setiap tindak tanduknya diinvestigasi.

Lalu apa yang terjadi? Banyak rencana, metode, pengetahuan terbaru diaplikasikan tanpa mempertimbangkan relevansi. Sebuah indikasi rendahnya tingkat psychological safety – salah satu pilar dari kinerja sebuah kelompok, komunitas, dan organisasi.

Lalu apa yang terjadi ketika gagal? Ada yang menarik diri dan ada pula yang menggugat identitas diri.

Di salahkanlah local wisdomnya, bahkan manusia-manusia yang ada didalamnya. Seakan-akan semua kesalahan dari budaya negara plus enam dua.

Zensa Rahman, seorang sahabat yang juga Direktur EverIdea Education, pernah bertanya

“Kebaikan yang ada di dalam nilai-nilai lokal bukanlah pengetahuan baru, kenapa ga selesai-selesai ya kita mempertanyakan keunggulan dari local wisdom yang kita miliki?”

Ada yang mengatakan mungkin ini sudah dilupakan banyak generasi muda, ada pula yang menyoroti faktor sosial politik lainnya.

Yang jelas, kita sudah sangat jarang membicarakan local wisdom bangsa ini. Setengah bercanda saya tanyakan kepada Zensa, “Coba hitung dan bandingkan saja, berapa kali kata gotong royong dan kolaborasi, atau agile malah, keluar dari mulut kita dalam beberapa waktu terakhir?” Kami hanya tersenyum kecut karena menyadari bahwa rasa inferiority ini semakin ditenggelamkan oleh diksi yang kami pilih sehari-hari.

Meski demikian, ada “Aha” momen di sana. Momen yang hadir dari pertanyaan-pertanyaan menggelitik. Semua bisa terjadi karena tidak adanya proses perizinan dalam berpikir.

Kalau malas berpikir, jangan salahkan identitas bangsa ini. Toh Adam Grant saja sampai menerbitkan buku Think Again. Ini bukan monopoli masalah kita.

Tapi sedihlah ketika kita mulai takut dan merasa membutuhkan izin untuk berpikir.

Lalu apa yang akan saya coba lakukan di hari Kemerdekaan? Saya cukup beruntung menemukan sekumpulan anak muda yang menamakan dirinya di Leaders Café. Kami akan mengadakan lomba berpikir mengatasi real problems di komunitas lokal.

Dirgahayu Indonesia! Mari lepaskan diri dari kungkungan perizinan untuk berpikir!

*Executive Coach GlobalDISC Master Trainer Perth, Western Australia

Editor : Herlianto. A

Tags: Berpikirgotong royongLocal WisdomMerdeka Berpikir

Related Posts

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan
Catatan

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Rabu, 19 Agu 2026
SEKATEN
Catatan

SEKATEN

Selasa, 18 Agu 2026
Next Post
Arema FC Berduka, Andi Darussalam Tabusalla Wafat

Arema FC Berduka, Andi Darussalam Tabusalla Wafat

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.