Sabtu, September 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Sastra & Budaya

Ceritakan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia, 4 Novel Ini Asyik Dibaca 

Redaksi by Redaksi
Agustus 16, 2021 1:02 pm
in Sastra & Budaya
Membaca karya sastra mengenang kemerdekaan Republik Indonesia/tugu malang

Membaca karya sastra mengenang kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Pexels)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Ada beberapa cara untuk menghayati perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya, membaca karya-karya sastra yang mengisahkan bagaimana perjuangan para founding fahters dilakukan.

Bagaimana mereka melawan kejamnya penjajah saat itu. Mungkin dengan mengenang hari perjuangan itu, kita menjadi lebih bersyukur dengan keadaan hari ini.

READ ALSO

Tari Gandrung Banyuwangi Kerap Meriahkan Festival Budaya di Malang

Doa-doa

Ada banyak karya sastra yang bisa dibaca untuk menghadirkan bagaimana perjuangan kemerdekaan. Karya sastra tersebut mengadaptasi sejarah kemerdekaan Indonesia sebagai latar belakang ceritanya. Setidaknya, ada 4 rekomendasi buku yang cocok dibaca untuk mengenang era perjuangan kemerdekaan.

1. Tetralogi Pulau Buru (Pramoedya Ananta Toer)

Bumi Manusia, Salah satu tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer/tugu malang
Bumi Manusia, Salah satu tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer. (Foto: goodreads.com)

Buku ini merupakan novel seri yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer sejak dibebaskan dari pengasingan di Pulau Buru pada tahun 1980. Tetralogi Pulau Buru adalah  karya yang awalnya lahir dari cerita lisan sang penulis kepada rekan-rekan tahanannya ketika diasingkan rezim Orde Baru pada tahun 1965-1979.

Empat judul dalam tetralogi ini, di antaranya Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Menariknya, tahun 1980 karya Pramoedya tersebut dilarang oleh pemerintahan Orde Baru. Pembaca dan pemilik buku itu dikejar dan ditangkap oleh aparat. Namun setelah Suharto lengser pada 1998 dan reformasi bergulir, maka salah satu karya sastra monumental itu dapat kembali dibaca.

Bahkan belum lama ini, Bumi Manusia telah berhasil diangkat ke layar lebar pada tahun 2019 lalu yang disutradarai Hanung Bramantio.

Cerita yang disajikan dalam masterpiece tersebut berfokus pada kisah pergerakan kebangkitan nasional yang diambil dari sudut pandang tokoh utamanya, Minke. Dia putra seorang bupati yang memperoleh pendidikan Belanda.

Unsur sejarah yang ditampilkan dalam cerita tergambar dari kisah rekaman pengadilan pertama pribumi Indonesia yang diambil dari sudut pandang tokoh Nyai Ontosoroh, seorang gundik yang memperjuangkan haknya sebagai pribumi.

2. Max Havelaar (Multatuli)

Maxhavela karya Multatuli/tugu malang
Maxhavela karya Multatuli. (Foto: goodreads.com)

Novel ini pertama kali terbit pada tahun 1860 di Belgia dan menjadi karya sastra Belanda pertama yang mengadopsi gaya penulisan baru. Ditulis Edward Douwes Dekker dengan nama pena Multatuli.

Novel tersebut memberikan narasi mengenai nasib rakyat di tanah jajahan Belanda akibat kebijakan sistem tanam paksa di daerah Lebak, Banten.

Karya satra ini kemudian dinobatkan sebagai karya dunia yang memiliki hubungan erat dengan sejarah perbudakan zaman kolonial di Indonesia. Kebijakan itu sungguh menyiksa penduduk pribumi.

Pada 1972, novel ini pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh HB Jassin dan terjemahannya dicetak ulang pada tahun berikutnya.

3. Semua Untuk Hindia (Ikhsaka Banu)

Semua Untuk Hindia karya Ikhsaka Banu/tugu malang
Semua Untuk Hindia karya Ikhsaka Banu. (Foto: goodreads.com)

Karya ini merupakan kumpulan cerita pendek yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) pada tahun 2014. Pada tahun yang sama mendapat penghargaan Kasula Sastra Khatulistiwa untuk kategori prosa.

Cerita-cerita pendek yang dibukukan dalam Semua Untuk Hindia ini merupakan kisah yang terjadi semasa Indonesia masih bernama Hindia Belanda. Cerita yang dinarasikan bermula sejak kedatangan Cornelis de Houtman pada 1596 hingga masa awal Indonesia merdeka.

Kisah-kisah tersebut dikemas dengan baik dan disajikan melalui sudut pandang tokohnya yang beragam. Kisahnya berlatar belakang peristiwa bersejarah seperti Perang Puputan di Bali dan juga menampilkan pahlawan nusantara seperti Pangeran Diponegoro dan Untung Suropati.

Tidak hanya kisah tentang peperangan, Ikhsaka Banu juga mendedahkan cerita yang menyentuh sisi humanis pembaca seperti percintaan dramatik antara Nyai (sebutan gundik di zaman penjajahan Belanda) dan Tuannya.

4. Tidak Ada Esok (Mochtar Lubis)

Tidak Ada Esok karya Mochtar Lubis/tugu malang
Tidak Ada Esok karya Mochtar Lubis. (Foto: goodreads.com)

Roman ini berlatar belakang kondisi Indonesia setelah perang dunia kedua. Terbit pertama kali pada tahun 1950. Karya Mochtar Lubis ini menceritakan perjuangan kaum muda saat perang gerilya. Para pejuang itu dikisahkan dengan narasi yang dramatik tentang kematian selama berperang. Memori buruk atas kekejaman penjajahan Jepang di Indonesia yang memberikan mereka semangat untuk merdeka.

Reporter : Rizki Nurfaizah

Editor : Herlianto. A

Tags: Karya SastraNovelNovel kemerdekaanRoman

Related Posts

Tari Gandrung Banyuwangi Kerap Meriahkan Festival Budaya di Malang
Sastra & Budaya

Tari Gandrung Banyuwangi Kerap Meriahkan Festival Budaya di Malang

Selasa, 11 Agu 2026
Ilustrasi doa-doa. Foto/dok
Sastra & Budaya

Doa-doa

Minggu, 26 Jul 2026
Ayat-Ayat Luka
Ruang Cendekia

Ayat-Ayat Luka

Minggu, 19 Jul 2026
Novel Alternate Universe
Sastra & Budaya

Rekomendasi 3 Novel Alternate Universe dengan Cerita Lintas Dimensi

Kamis, 25 Jun 2026
Amalan Hari Jumat sebagaimana anjuran Rasulullah SAW yang diyakini akan membawa keberkahan bagi setiap umat Muslim. /Foto: Pinterest/Herman Adriansyah
Sastra & Budaya

Banyak Keberkahan, 4 Amalan di Hari Jumat Sebagaimana Anjuran Rasulullah SAW

Jumat, 17 Apr 2026
5 Novel Chicklit
Sastra & Budaya

5 Novel Chicklit yang Centil Karya Sophie Kinsella

Sabtu, 28 Mar 2026
Next Post
Ilustrasi potongan drama Korea Nevertheless/tugu malang

Bendera Merah Percintaan, Belajar Dari Drakor Nevertheless

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.