Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Ketika Kemarahan Lebih dari Sekadar Emosi: Analisis Psikologis Anger Issue

Redaksi by Redaksi
September 2, 2025 8:12 am
in Tugu Sehat
Anger issue

ilustrasi/pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Marah adalah emosi alami yang dimiliki semua orang. Namun, ketika intensitas, frekuensi, dan cara mengekspresikannya mengganggu hubungan, pekerjaan, hingga kesehatan mental, hal itu bisa menjadi tanda anger issue atau masalah regulasi emosi. Psikologi memandang kondisi ini sebagai persoalan kompleks yang melibatkan otak, hormon, pengalaman hidup, dan lingkungan sosial.

Artikel ini membahas secara ilmiah apa itu anger issue, bagaimana otak memproses kemarahan, faktor penyebabnya, serta strategi praktis untuk mengelolanya.

READ ALSO

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Baca juga: Emotional Abuse: Mengenali Kekerasan Psikologis yang Sering Tak Disadari

Apa Itu Anger Issue Menurut Psikologi?

Dr. Raymond W. Novaco, peneliti terkemuka dalam bidang kemarahan, mendefinisikan anger issue sebagai pola respons emosional berintensitas tinggi yang berdampak negatif pada fungsi sosial dan kesehatan mental.

Kemarahan sebenarnya memiliki fungsi adaptif, seperti mempertahankan hak, melawan ketidakadilan, dan melindungi diri. Namun, dalam kasus anger issue, sistem ini bekerja layaknya alarm yang terlalu sensitif—aktif bahkan pada ancaman kecil atau imajiner.

Ciri-ciri umum anger issue antara lain:

  • Reaksi emosional berlebihan terhadap masalah ringan.

  • Sulit menenangkan diri setelah marah.

  • Muncul perasaan menyesal atau lelah emosional setelah ledakan emosi.

Bagaimana Otak Memproses Kemarahan?

Psikolog Daniel Goleman memperkenalkan istilah amygdala hijack untuk menjelaskan bagaimana otak emosional bisa “menculik” otak rasional.

Prosesnya meliputi:

  1. Pemicu muncul, seperti hinaan, frustrasi, atau perasaan diperlakukan tidak adil.

  2. Amygdala mendeteksi ancaman dan memicu pelepasan hormon stres (adrenalin, kortisol).

  3. Tubuh bereaksi fisik: napas cepat, detak jantung meningkat, otot menegang.

  4. Respon impulsif muncul sebelum logika sempat bekerja.

Jika mekanisme ini sering terulang, jalur saraf kemarahan akan semakin kuat akibat neuroplastisitas, membuat seseorang lebih mudah marah di kemudian hari.

Baca juga: Memutus Rantai Toxic Parenting: Cara Mengatasi Luka Psikologis Anak

Faktor yang Membuat Seseorang Rentan Mengalami Anger Issue

Menurut Kassinove & Tafrate, ada empat faktor utama:

  1. Biologis – Faktor genetik, sensitivitas sistem saraf, hingga kadar serotonin rendah dapat melemahkan kontrol emosi.

  2. Psikologis – Riwayat trauma masa kecil, perfeksionisme, atau toleransi frustrasi rendah meningkatkan risiko.

  3. Sosial dan lingkungan – Pola asuh keluarga yang penuh kemarahan atau kekerasan bisa menjadi model perilaku yang ditiru.

  4. Kesehatan fisik – Kondisi medis seperti cedera otak atau gangguan tiroid memengaruhi regulasi emosi.

Strategi Praktis Mengelola Anger Issue

Beberapa metode yang terbukti secara ilmiah membantu mengendalikan kemarahan antara lain:

  1. Time-Out – Mengambil jeda 10–20 menit dari situasi pemicu agar tubuh menurunkan kadar adrenalin.

  2. Pernapasan Diafragma – Latihan pernapasan dalam yang mengaktifkan sistem saraf parasimpatik untuk menenangkan tubuh.

  3. Cognitive Reappraisal – Mengubah cara pandang terhadap pemicu, misalnya melihat komentar kasar sebagai bentuk stres orang lain.

  4. Terapi CBT (Cognitive Behavioral Therapy) – Membantu mengganti pola pikir irasional dengan yang lebih adaptif, sekaligus melatih keterampilan mengelola konflik.

Penutup

Kemarahan bukanlah emosi yang harus dihapuskan. Sebaliknya, ia bisa menjadi energi positif jika dikelola dengan benar. Dengan pemahaman psikologis, latihan kesadaran diri, serta strategi yang tepat, anger issue dapat dikendalikan sehingga kemarahan berubah dari musuh menjadi sekutu dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Risma Elina (magang)
redaktur: jatmiko

Tags: anger issueanger management.psikologi kemarahanregulasi emosi

Related Posts

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit
Tugu Sehat

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Rabu, 14 Okt 2026
Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
Membangun Konsistensi

Rahasia Membangun Konsistensi: Mulai dari Kebiasaan Kecil untuk Hasil Besar

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.