Berikut catatan seri ke-7 catatan Umrah Irham Thoriq, Jurnalis dan CEO Tugu Media Group. Program ini terlaksanq berkah kerja sama Chatour Travel dan Tugu Media Group. Selengkapnya soal Chatour Travel bisa kunjungi website resmi mereka www.chatourtravel.id
Madinah, Tugumalang.id – Suasana penuh haru menyelimuti kedatangan rombongan jamaah Chatour Travel di Kota Madinah, Rabu (20/8/2025) dini hari. Sebanyak 28 jamaah yang berangkat dari Surabaya sehari sebelumnya akhirnya tiba dengan selamat di kota suci yang begitu dicintai Nabi Muhammad SAW.
Rombongan mendarat sekitar pukul 01.00 Waktu Arab Saudi, kemudian langsung menuju Hotel Karam Madina yang berjarak hanya sekitar 100 meter dari Masjid Nabawi. Lokasi penginapan yang dekat ini tentu memudahkan jamaah untuk beribadah di salah satu masjid teristimewa dalam Islam.

Persiapan Keberangkatan dari Surabaya
Perjalanan dimulai pada Selasa (19/8/2025) pagi dari Terminal 2 Bandara Juanda, Surabaya. Seperti tradisi keberangkatan jamaah Chatour Travel, titik kumpul dilakukan di Bebek Cak Komar dengan sarapan bersama yang menambah keakraban.
Tim handling bandara yang dipimpin Sujik serta Tour Leader Yogabrata sigap membantu jamaah, mulai dari pembagian paspor, visa, hingga tiket pesawat. Suasana keberangkatan semakin syahdu saat jamaah melakukan foto bersama serta melantunkan shalawat sebelum menuju Gate 5.

Perjalanan dengan Garuda Indonesia
Pesawat Garuda Indonesia yang membawa rombongan lepas landas pukul 12.30 WIB. Selama penerbangan sekitar 9 jam menuju Jeddah, jamaah mendapatkan dua kali jatah makan dengan menu khas Nusantara seperti ikan dabu-dabu, rendang sapi, ayam kecap, hingga ayam taliwang.
Baca juga: Kader NU Surabaya Raih Hadiah Umrah Gratis dari Chatour Travel (6)
Meski sempat ada pengalaman unik, seperti madu bawaan jamaah yang tidak lolos pemeriksaan karena ukuran botol melebihi 100 ml, perjalanan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Bahkan, pesawat tiba 40 menit lebih cepat dari jadwal perkiraan.
Dari Jeddah Menuju Madinah

Setibanya di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, jamaah menjalani pemeriksaan imigrasi tanpa hambatan. Setelah itu, rombongan melaksanakan shalat magrib dan isya secara jama’ takdim sebelum melanjutkan perjalanan darat sekitar lima jam menuju Madinah.
Di awal perjalanan, kami mendapatkan makan nasi kotak. Karena perut sudah mulai keroncongan. Tentu saja, semuanya jama’ah menyerbu makanan itu.
Sekitar 20 menit sebelum tiba di Madinah, kota yang sangat dicintai Nabi Muhammad SAW, mutowwif kami yang bernama Mujib membangunkan kami.
“Kita menempuh perjalanan yang panjang, masak mau masuk Kota Madinah kita tidur,” kata Mujib, setengah bercanda. Sebagaimana pada umumnya, Mutowif atau pembimbing ibadab kita selama Umrah, adalah orang madura. Ya, dua kali umrah, saya selalu dibimbing orang madura sebagai motowif. Semangat mereka terus menyala di setiap perjalanan, layaknya toko madura yang buka 24 jam.
Baca juga: Di Chatour Travel, Jemaah Sudah Dibuat Menangis karena Terharu Sejak Manasik Umrah (3)
Mujib membimbing kami untuk melantunkan shalawat, yang tentu saja membuat suasana semakin haru. Rindu ini kepada Nabi Muhammad SAW, segera terbayar ketika kami memasuki Madinah dan beribadah serta mengunjungi Makam beliau di Masjid Nabawi.

Dalam sambutannya, Mujib juga menyebutkan keutamaan Kota Madinah. Yang begitu dicintai Nabi Muhammad SAW. Kota inilah, yang penduduknya yakni Kaum Ansor, menerima Nabi Muhammad SAW dengan tangan terbuka ketika melakukan hijrah.
Tentu saja, Nabi Muhammad SAW juga sangat mencintai Kota Makkah, tempat kelahiran beliau. Di Kota Makkah, juga terbaring janazah Siti Khadijah, istri pertama Nabi Muhammad yang begitu total dalam mendukung perjuangan nabi.
Tidak lama berselang dengan lantunan Shalawat yang dipimpin Mujib, kami tiba di Kota Madinah yang penuh dengan cahaya.
Nabi, kami datang.
Kerinduan ini terbayar.
Izinkan kami selalu menginjakan kaki di Kota Madinah. Dengan cara terbaik Allah SWT.(bersambung).
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Irham Thariq
redaktur: jatmiko


















