Malang, Tugumalang.id-Pernahkah kamu bangun pagi dengan perasaan bersemangat tanpa alasan yang jelas? Atau justru merasa lesu seharian meski tidak ada hal buruk yang terjadi? Itulah yang disebut mood, faktor psikologis yang diam-diam memengaruhi kualitas hidup kita sehari-hari.
Dalam dunia psikologi, mood dipandang sebagai latar belakang emosional yang membentuk cara kita berpikir, merasakan, dan berperilaku. Artikel ini akan membahas apa itu mood, bagaimana mood terbentuk, dampaknya terhadap kehidupan, serta langkah praktis untuk mengelola mood secara sehat.
Apa Itu Mood dalam Psikologi?
Menurut Dr. Paul Ekman, pakar emosi dunia, mood berbeda dari emosi.
-
Emosi bersifat singkat, intens, dan biasanya muncul sebagai respons terhadap peristiwa tertentu. Misalnya, senyum saat bahagia atau dahi berkerut saat marah.
-
Mood bisa bertahan berjam-jam bahkan berhari-hari, sering kali tanpa penyebab yang jelas, dan tidak memiliki ekspresi wajah spesifik.
Dengan kata lain, mood adalah latar belakang emosional yang memengaruhi bagaimana kita memproses informasi dan merespons lingkungan. Memahami perbedaan ini membantu kita lebih peka dalam mengenali perubahan suasana hati, bukan hanya reaksi emosional sesaat.
Baca juga: Kenapa Kita Sering Menghindar dari Masalah? Ini Penjelasan Psikologinya
Bagaimana Mood Terbentuk?
Psikolog Silvan Tomkins menjelaskan dalam bukunya Affect Imagery Consciousness bahwa mood terbentuk dari kumpulan affect (reaksi alami tubuh). Jika affect tertentu muncul berulang kali atau bertahan lama, maka ia membentuk mood.
Contohnya:
-
Mood positif: interaksi sosial hangat yang berulang memunculkan rasa senang hingga akhirnya membentuk mood optimis.
-
Mood negatif: kelelahan fisik yang dibarengi pikiran pesimis dapat menimbulkan mood muram dan lesu.
Faktor internal seperti hormon, pola tidur, dan kesehatan tubuh, serta faktor eksternal seperti lingkungan, cuaca, hingga pekerjaan juga berperan besar dalam pembentukan mood.
Pengaruh Mood terhadap Pikiran dan Perilaku
Psikolog positif Barbara Fredrickson mengembangkan teori Broaden-and-Build yang menjelaskan peran mood dalam kehidupan sehari-hari:
-
Mood Positif
-
Membuat otak lebih fleksibel, kreatif, dan terbuka pada peluang baru.
-
Memperkuat hubungan sosial karena seseorang lebih ramah dan empatik.
-
Menciptakan spiral positif: mood baik menghasilkan perilaku baik yang pada akhirnya memperkuat mood itu sendiri.
-
-
Mood Negatif
-
Mempersempit fokus perhatian sehingga sulit berpikir kreatif.
-
Menyebabkan mood congruency effect, yaitu kecenderungan mengingat hal-hal negatif sesuai dengan suasana hati.
-
Mengurangi kemampuan mencari solusi alternatif.
-
Cara Sehat Mengelola Mood
Berikut beberapa langkah praktis yang terbukti secara psikologis mampu membantu mengelola mood sehari-hari:
1. Aktivitas Fisik Ringan
Olahraga ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau peregangan dapat meningkatkan produksi endorfin (hormon kebahagiaan) sekaligus menurunkan hormon stres. Penelitian Mayo Clinic membuktikan bahwa aktivitas fisik rutin membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan.
2. Menjaga Pola Tidur Konsisten
Tidur berkualitas 7–9 jam setiap malam penting untuk stabilitas emosi. Pola tidur yang konsisten mengatur ritme sirkadian tubuh sehingga berpengaruh pada hormon, energi, dan mood.
3. Menjalin Hubungan Sosial Positif
Interaksi sosial yang hangat membantu meningkatkan hormon oksitosin yang memberi rasa aman dan nyaman. Dukungan sosial juga terbukti menjadi pelindung dari risiko depresi dan kecemasan menurut American Psychological Association.
Kesimpulan
Mood adalah bagian penting dari keseharian yang memengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku kita. Dengan memahami bagaimana mood terbentuk serta dampaknya, kita dapat menerapkan langkah-langkah praktis seperti aktivitas fisik, menjaga tidur, dan membangun hubungan sosial positif untuk mengelola mood secara sehat.
Mengelola mood dengan baik bukan hanya membuat hari terasa lebih ringan, tetapi juga menjadi pondasi kuat bagi kesehatan mental dan kesejahteraan jangka panjang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis : Risma Elina (magang)
redaktur: jatmiko
























