MALANG, Tugumalang.id – Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (FST Unikama) menggelar acara Forum Group Discussion (FGD) dengan tajuk Penyusunan Kurikulum OBE 2026, Rabu (6/8/2025).
Bertempat di Ruang Abdoel Radjab Unikama, kegiatan FGD dihadiri oleh dosen FST Unikama dan dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Choirul Huda, M.Si selaku pemateri utama.
Kegiatan FGD ini bertujuan meninjau dan merealisasikan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), yang selaras denga visi baru kampus serta tuntutan SNDikti No.53/2023.
Baca Juga: Lulusan FST Unikama Siap Hadapi Tantangan Global dan Memajukan Negeri
Pada kesempatan tersebut, Dr. Choirul Huda, M.Si dalam pemaparan yang disampaikannya menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) menuju Kampus Berdampak. Paradigma yang menurutnya lebih sederhana namun berorientasi pada inovasi berbasis kearifan lokal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kurikulum OBE harus memuat Capaian Pembelajaran (CPL) yang mencakup literasi data, teknologi, dan manusia. Serta keterampilan abad 21 seperti critical thinking dan kolaborasi.
Selain itu, integrasi nilai-nilai multikultural dan kearifan lokal menjadi poin kunci untuk membangun keunikan kurikulum FST Unikama.
Dekan FST Unikama, Prof. Dr. Duran Corebima Aloysius, M.Pd dalam sambutannya menyatakan bahwa FGD ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kurikulum OBE 2025, tidak hanya memenuhi standar nasional tetapi juga menonjolkan identitas kampus.
Baca Juga: FST Unikama Gelar Yudisium, Dekan Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur
Pihaknya menekankan pentingnya kolaborasi antar dosen dalam menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan industri.
“Kami ingin kurikulum ini mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang sains dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat berbasis kearifan lokal dan siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.
FGD juga membahas tahapan penyusunan kurikulum OBE, mulai dari revisi visi-misi prodi, profil lulusan, hingga penyusunan RPS. Para dosen FST Unikama diajak untuk mengevaluasi mata kuliah yang ada.
Dengan opsi penambahan bahan kajian terkait kearifan lokal atau penggantian nama mata kuliah agar sesuai visi baru. Seperti perubahan Edupreneurship menjadi Digital Ethnopreneurship.
Dr. Choirul Huda, M.Si sebagai pemateri kembali menegaskan bahwa perubahan kurikulum harus realistis dan tidak menganggu kelulusan mahasiswa.
Dalam kegiatan tersebut juga disoroti peran teknologi dan kecerdasan buatan (AI) untuk mempermudah proses penyusunan kurikulum. Peserta FGD diberi panduan untuk memastikan setiap CPL dan CPMK memenuhi kriteria spesifik, terukur, dan achievable.
Revisi kurikulum diharapkan tidak radikal, tetapi tetap mampu menjawab tantangan industri 4.0 dan SDGs.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























