Malang, Tugumalang.id – Pernah nggak sih kamu dengar anggapan bahwa anak sulung itu lebih bertanggung jawab, anak tengah sering terabaikan, dan si bungsu itu paling manja? Ternyata, hal itu bukan cuma mitos belaka! Menurut Alfred Adler, seorang psikolog ternama asal Austria, urutan kelahiran dalam keluarga ternyata punya pengaruh besar terhadap kepribadian dan perilaku seseorang.
Melalui teori birth order atau teori urutan kelahiran, Adler menjelaskan bagaimana posisi seseorang dalam keluarga—apakah anak pertama, tengah, bungsu, atau anak tunggal—dapat membentuk cara berpikir, menghadapi tantangan, dan berinteraksi dengan lingkungan.
Anak Pertama: Si Pemimpin yang Bertanggung Jawab

Anak sulung biasanya mendapatkan seluruh perhatian orang tua di awal kehidupannya. Karena itu, mereka sering diasuh dengan standar tinggi dan banyak ekspektasi. Menurut Adler, hal ini membentuk anak pertama menjadi pribadi yang perfeksionis, pekerja keras, dan cenderung menjadi pemimpin.
Namun, beban ekspektasi itu bisa memicu tekanan psikologis. Anak sulung bisa tumbuh menjadi orang yang cemas jika segala sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Mereka juga memiliki jiwa kompetitif tinggi untuk mempertahankan posisi “terbaik” dalam keluarga.
Anak Tengah: Si Pencari Identitas yang Adaptif
Sering disebut sebagai “anak sandwich”, anak tengah kerap merasa tersisih—tidak sebesar perhatian anak pertama, juga tidak selucu anak bungsu. Hal ini membuat mereka terdorong untuk mencari jati diri, baik lewat pencapaian berbeda maupun dengan cara menonjolkan keunikan.
Baca juga: Introvert Bukan Antisosial: Fakta, Mitos, dan Penjelasan Psikologi
Anak tengah cenderung menjadi pribadi yang diplomatis, fleksibel, dan inovatif. Namun di sisi lain, mereka juga bisa mengalami krisis identitas dan merasa kurang dihargai dalam keluarga.
Anak Bungsu: Si Kreatif yang Penuh Warna
Anak terakhir atau bungsu biasanya menjadi pusat perhatian karena posisinya sebagai “si kecil” dalam keluarga. Mereka sering dimanja, tetapi juga tumbuh dalam suasana yang lebih santai.
Menurut Adler, anak bungsu cenderung bebas berekspresi, kreatif, dan suka mengambil risiko. Namun, mereka juga bisa tumbuh menjadi pribadi yang kurang mandiri karena terbiasa bergantung pada orang tua atau kakak-kakaknya.
Anak Tunggal: Si Dewasa Sebelum Waktunya

Anak tunggal tumbuh tanpa saudara, sehingga mendapatkan seluruh perhatian dan ekspektasi orang tua. Hal ini menjadikan mereka lebih cepat dewasa, mandiri, dan berorientasi pada pencapaian.
Namun, tekanan untuk memenuhi harapan orang tua juga membuat anak tunggal rentan terhadap perfeksionisme dan kesepian. Mereka cenderung berjuang sendiri dan sangat butuh validasi dari orang lain.
Baca juga: Mengapa Kita Sering Membandingkan Diri di Media Sosial? Ini Penjelasan Psikologinya
Apa Kata Psikolog?
Teori Alfred Adler ini bukan berarti mutlak atau berlaku sama pada semua orang. Banyak faktor lain yang turut membentuk kepribadian, seperti lingkungan sosial, pola asuh, hingga pengalaman hidup. Namun, memahami teori ini bisa jadi langkah awal yang menarik untuk mengenal diri sendiri dan orang lain lebih dalam.
Kesimpulan
Posisi dalam keluarga ternyata lebih dari sekadar urutan lahir. Ia bisa menjadi cermin kecil yang mencerminkan karakter besar seseorang. Dengan memahami konsep birth order, kita bisa lebih bijak dalam membangun relasi, membesarkan anak, atau bahkan memahami dinamika dalam keluarga.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Maysa Ayu Raddina (magang)
redaktur: jatmiko
























