Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Dosen FK UB: Sound Horeg Bisa Sebabkan Tuli, Waspadai Risiko Gangguan Pendengaran!

Redaksi by Redaksi
Juli 23, 2025 4:45 pm
in Tugu Sehat
Sound Horeg

Ilustrasi sound horeg. Foto : @horegg_indo_official

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Suara bising dari sound horeg yang sering terdengar di berbagai acara kini jadi perhatian serius dari kalangan medis. dr. Meyrna Heryaning Putri, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), mengungkapkan bahwa paparan suara bervolume tinggi dari sound horeg bisa merusak telinga dan berujung pada gangguan pendengaran, bahkan bisa menyebabkan tuli permanen.

“Pendengaran manusia hanya mampu mentoleransi suara hingga 85 desibel (dB) selama 8 jam. Jika volume suara meningkat, maka waktu aman pun semakin singkat. Misalnya pada 88 dB, batas amannya hanya 4 jam. Di 91 dB hanya 2 jam, dan pada 140 dB, kerusakan bisa terjadi seketika,” jelas dr. Meyrna, Rabu (23/7/2025).

READ ALSO

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Dokter FK UB dr. Meyrna Heryaning Putri

Dokter FK UB dr. Meyrna Heryaning Putri sebut pengaruh sound horeg terhadap kesehatan telinga hingga dapat menyebabkan tuli. Foto: Dok

Ia menambahkan, suara dengan volume ekstrem tidak hanya merusak saraf pendengaran, tapi juga dapat menghancurkan gendang telinga, tulang-tulang pendengaran, hingga struktur halus di dalam telinga seperti rumah siput (cochlea).

Baca juga: Tok! Polres Batu Resmi Batasi Karnaval Sound Horeg, Maksimal Pakai 4 Subwoofer

Waspadai Gejala Awal Gangguan Pendengaran

Menurut dr. Meyrna, gangguan pendengaran tidak selalu langsung terasa. Beberapa gejala awal yang patut diwaspadai antara lain telinga terasa penuh (seperti tertutup), suara berdenging, atau merasa sulit menangkap percakapan dalam keramaian. Ini menandakan terjadinya temporary threshold shift atau pergeseran ambang pendengaran sementara.

“Kalau hal ini terus terjadi, lama-lama bisa berkembang menjadi hearing loss atau kehilangan pendengaran permanen, dengan tingkat keparahan mulai dari ringan hingga sangat berat,” ungkapnya.

Selain berdampak pada kemampuan mendengar, gangguan ini juga bisa memicu masalah lain seperti sulit berkomunikasi, mudah marah, bahkan menurunnya kualitas hidup dan relasi sosial seseorang.

Baca juga: Tak Larang Sound Horeg, Polres Malang Tegaskan Warga Harus Tetap Jaga Ketertiban

Tips Mencegah Kerusakan Telinga Akibat Suara Bising

Untuk mencegah kerusakan pendengaran akibat sound horeg, dr. Meyrna menyarankan agar masyarakat menghindari atau membatasi paparan suara bising sebisa mungkin.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalau terpaksa berada di lingkungan dengan suara keras, gunakan alat pelindung telinga seperti earplug, earmuff, atau earmelt. Ini bisa membantu meredam paparan suara berlebih,” ujarnya.

Dr. Meyrna menjelaskan bahwa kalangan yang paling beresiko apabila terpapar sound horeg dapat dikategorikan dalam usia mature yakni sistem yang sudah matang dan tidak mature. Usia tidak mature seperti bayi dan anak-anak menjadi usia yang rentan, individu dengan penyakit bawaan misal sel rambutnya/rumah siputya tidak normal, punya penyakit telinga seperti infeksi telinga/denganya sudah berlubang, setelah itu adalah usia tua.

Sekalipun sound horeg memiliki resiko yang sangat tinggi, namun, peminat dan eksistensinya terus meningkat. dr Meyrna menjelaskan bahwa hal ini karena musik dapat membantu otak meredam stress dan membuat tubuh relax.

Terlebih, sound horeg telah menjadi hal umum yang bahkan mungkin diartikan sebagai budaya yang mengantarkan pada pemahaman bahwa sound horeg bukan sesuatu yang salah dan dilestarikan, meskipun bahayanya sangat tinggi.

”Tapi kembali lagi, menikmati musik bukan hal yang salah. Namun, orang perlu mengetahui batas level pendengarannya,” tandasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: Dampak sound horegFK UBkesehatan telingamalangpengaruh sound horeg pada telingasound horegtuliuniversitas brawijaya

Related Posts

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit
Tugu Sehat

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Rabu, 14 Okt 2026
Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
Bapenda Kabupaten Malang

Bapenda Kabupaten Malang Jemput Bola, Warga Desa Tajinan Ramai-ramai Bayar Pajak

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.