Malang, Tugumalang.id – Bupati Malang, HM Sanusi, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan berbagai kegiatan kebudayaan di Kabupaten Malang seperti pagelaran wayang kulit dan tradisi bersih desa. Menurutnya, kegiatan budaya semacam ini bukan hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Pada Sabtu malam (17/7/2025), Bupati Sanusi menghadiri dua agenda budaya sekaligus. Pertama, Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang digelar di Polres Malang. Kedua, Karnaval Budaya dan Bersih Desa Kaliasri yang berlangsung meriah di Kecamatan Kalipare.
Baca juga: Bupati Malang Tutup Program Samdesgotro di Gedangan, Soroti Potensi Wisata dan UMKM
Dalam kedua acara tersebut, Sanusi menyampaikan apresiasi kepada Polres Malang dan Pemerintah Desa Kaliasri atas komitmennya dalam melestarikan kebudayaan lokal. Ia juga menyoroti dampak ekonomi yang ditimbulkan dari kegiatan semacam ini, terutama bagi pelaku usaha kecil.
“Terima kasih kepada Polres Malang. Melalui kegiatan malam hari ini, masyarakat Kepanjen tidak hanya mendapat hiburan, tetapi juga penghasilan. Para pelaku UMKM bisa meraup keuntungan karena tingginya antusiasme pengunjung,” ujar Sanusi.

Ratusan pedagang terlihat memadati area acara, menawarkan berbagai produk seperti makanan, minuman, hingga kerajinan tangan. Keramaian pengunjung turut mendongkrak omzet pedagang yang hadir.
Pagelaran wayang kulit malam itu menampilkan dalang kenamaan asal Solo, Ki MPP Bayu Aji, dengan lakon Kreso Gugah yang dipilih sesuai dengan tema kepolisian dan keamanan.
Sementara itu, dalam acara Bersih Desa Kaliasri, Sanusi turut mengapresiasi pelaksanaan tradisi tahunan yang diyakini masyarakat sebagai bentuk rasa syukur dan doa agar terhindar dari mara bahaya.
Baca juga: Dukung Tradisi Mendongeng, Bupati Malang Harap Cerita Lokal Semakin Populer
“Semoga masyarakat Kaliasri selalu diberikan kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang melimpah. Semoga juga Wisata Bedengan yang dikelola oleh desa terus berkembang dan membawa manfaat bagi warga,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Sanusi menyampaikan, dirinya berharap masyarakat bisa mengedepankan persatuan dan kesatuan. Kebersamaan dan saling toleransi adalah ajaran yang harus diamalkan berdasarkan falsafah Pancasila.
“Saling menghargai dan menghormati kebudayaan masing-masing daerah maka Insyallah Indonesia tetap jaya. Tidak ada gunanya kita berkonflik, beradu kekuatan jika pada akhirnya terjadi kehancuran,” kata Sanusi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























