Tugumalang.id – Komitmen pembangunan daerah yang saling terintegrasi antar wilayah di Malang Raya tampaknya semakin nyata. Hal itu seiring dengan ikrar ‘Senyawa Malang Raya’ yang kembali dijajaki oleh 3 kepala daerah. Terbaru, mereka akan membentuk Forum Pokja Lintas Daerah.
Sejarah baru itu terukir di Balai Kota Among Tani Kota Batu pada Jumat (18/7/2025) malam. 3 kepala daerah bersama jajaran Kepala OPD masing-masing hadir dan duduk bersama membahas berbagai isu krusial dan sinergitas pembangunan daerah masing-masing dalam satu tarikan nafas.
Ketiga kepala daerah ini bertemu dalam satu forum bertajuk Forum Sinergitas Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Malang Raya. Tak hanya sekedar seremonial, forum ini langsung memetakan sejumlah isu krusial lintas daerah.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Cabor Terukur Porprov Jatim 2025, Digelar di Malang Raya hingga 5 Juli
Isu krusial paling mendesak itu seperti kemacetan, jalan tembus (ekonomi pariwisata), pengelolaan sampah, dan air bersih. Keempat isu ini menjadi konsen utama yang memungkinkan untuk segera diwujudkan sebagai monumental pembangunan daerah sesuai semangat ‘Senyawa Malang Raya’.

Wali Kota Batu Nurochman menuturkan jika malam ini menjadi momentum luar biasa karena semangat pembangunan daerah yang terintegrasi di Malang Raya tak hanya jadi sekedar wacana. Menurutnya, banyak hal yang semestinya perlu ditata tanpa harus mengedepankan egosektoral.
Menurutnya semua isu krusial di masing-masing daerah memiliki keterkaitan dengan solusi final yang hanya bisa dicapai dengan kolaborasi. Sebagai contoh, 4 isu krusial sebagaimana telah disebutkan di atas memerlukan penanganan integratif antar wilayah.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Porprov Jatim 2025: Deretan Cabor Suguhkan Aksi Seru di Malang Raya!
”Kita butuh tata ruang, koneksitas infrastruktur dan moda transportasi yang integratif untuk menunjang ekonomi pariwisata bersama. Itu butuh harmonisasi tata ruang. Begitu juga masalah air, sampah, masih banyak lagi. Semua (problem, red) saling berkaitan. Jadi, untuk itu perlu saling menguatkan, bukan bergerak sendiri-sendiri,” ungkapnya.
Gercep Bentuk Forum Pokja Lintas Daerah
Membincang soal itu, forum ini langsung membahas sejumlah perkara teknis dan tantangan ke depan dengan langsung membentuk Forum Pokja Lintas Daerah. Forum kecil ini akan dipimpin Sekda masing-masing Pemda dilengkapi SK khusus.
Hal ini, kata Cak Nur membuktikan pertemuan di Mimbar Akademik bertajuk ‘Senyawa Malang Raya’ tempo lalu di UB tak hanya jadi slogan kampanye. Semangat kolaborasi ini, tegas Cak Nur, sudah waktunya untuk diwujudkan.
”Kami tidak ingin ‘Senyawa Malang Raya’ ini hanya jadi narasi indah, harus diimplementasikan, dijalani bersama, dicarikan solusi bersama. Malam ini, kami menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi. Tidak ada lagi ego sektoral, otonomi daerah jangan lagi dimaknai sebagai pemecah belah,” tegasnya.
Semangat kolaborasi ini juga mendapat apresiasi positif dari Bupati Malang HM Sanusi. Menurutnya, soal problem kemacetan akan teratasi dengan merealisasikan usulan proyek penting yang sudah digulirkan sejak lama.
Bahkan ia optimistis sejumlah mega proyek itu bisa terwujud dengan dampak besar di seluruh wilayah Malang Raya. Sebut saja seperti proyek tol Malang-Kepanjen dan jalur tembus Sukorejo-Batu yang akan melibatkan kawasan hutan.
”Ada juga seperti wacana proyek pengembangan sky train dengan rute dari Pakis ke Lawang, Kota Batu, Kota Malang, hingga Kepanjen. Semua kebagian. Ini sebenarnya sudah pernah sampai ke Pak Luhut dan juga Gubernur,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menambahkan jika berbagai persoalan seperti tata ruang, sistem transportasi, air hingga persoalan sampah di wilayah Malang Raya sudah waktunya diselesaikan dengan pendekatan modern dan kolaboratif.
Contoh konkritnya seperti warga Kabupaten Malang yang sakit bisa berobat di Puskesmas Kota Batu. Menurut dia, hal serupa juga bisa dilakukan di sektor lain tanpa dipisahkan dengan batas administratif. Begitu juga soal kemacetan, harus ada kerja sama dengan wilayah lain.
“Malang Raya ini satu kesatuan. Tidak cukup dengan nama. Sinergi ini harus jadi aksi nyata. Bukan lagi diskusi semata,” tegasnya.
Bukan Lagi Slogan Kampanye
Lebih lanjut, tim Pokja Lintas Daerah yang dibentuk akan membahas lebih detail terkait rencana teknis sesuai regulasinya.
Dari sana juga memungkinkan kembali pemerintah untuk memetakan kembali berbagai macam potensi daerah yang bisa segera diintegrasikan.
”Dalam bulan-bulan ini, kami juga akan follow up kesepakatan kami di Malang Raya ke Pemerintah Pusat,” tutup Cak Nur.
Dengan begitu, ‘Senyawa Malang Raya’ bukan lagi sekedar ide, gagasan dan narasi indah di ruang-ruang seminar atau visi misi saat kampanye. Malang Raya kini telah selangkah ke depan memulai langkah baru dengan slogan abadi di Malang, Satu Jiwa!
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























