Surabaya, Tugumalang.id– Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026 resmi dimulai di seluruh sekolah di Jawa Timur. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) menginstruksikan seluruh sekolah untuk membekali siswa dengan keterampilan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), sebagai langkah antisipasi terhadap dampak negatif dunia digital.
Tahun ini, MPLS mengusung tema “MPLS Ramah”, dengan penekanan pada penanaman nilai karakter, penghormatan terhadap hak anak, serta peningkatan kesadaran terhadap isu-isu sosial seperti bahaya judi online (judol), pinjaman online ilegal (pinjol), narkoba, dan kekerasan.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS 2025 telah mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Untuk MPLS tahun ini sudah ada pedoman dan juknis dari pemerintah pusat. Temanya MPLS Ramah yang menekankan penghormatan terhadap hak anak serta penanaman nilai-nilai karakter,” ujar Aries, Senin (14/7/2025).
Baca juga: 1.700 Siswa Ikuti SMAN Taruna Creative Camp 2025 di Kota Batu
Gubernur Khofifah Resmikan MPLS 2025 di Surabaya
Peluncuran MPLS 2025 turut diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sebuah acara di Surabaya. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pelajar turut menyuarakan kampanye anti judol, pinjol, dan perundungan di kalangan generasi muda.
Aries menegaskan bahwa meskipun kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, di sisi lain juga membawa risiko yang harus diantisipasi sedini mungkin. Oleh karena itu, penguasaan teknologi menjadi kunci utama agar siswa tidak mudah terjerumus ke dampak negatif digital.
“Teknologi sekarang bukan sekadar pelengkap, tapi sudah jadi kebutuhan. Tugas kami adalah membekali guru dengan pelatihan dan sertifikasi agar mampu mendidik generasi digital dengan baik,” tegas Aries.
SMK Didorong Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Industri
Dindik Jatim juga menaruh perhatian besar terhadap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Aries mendorong agar sekolah-sekolah vokasi memperkuat kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Menurutnya, hingga saat ini Pemprov Jatim telah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan baik di dalam maupun luar provinsi. Hasilnya, tingkat penyerapan lulusan SMK ke dunia kerja meningkat signifikan.
Namun demikian, Aries mengingatkan bahwa kualitas lulusan tetap harus ditingkatkan. Salah satu kuncinya adalah melalui penguasaan teknologi. harap sekolah-sekolah bisa lebih proaktif menjalankan strategi masif agar lulusan SMK benar-benar siap terjun ke dunia kerja, bahkan berinovasi sendiri,.
”Sekolah harus lebih inovatif lagi berkolaborasi dengan mitra DUDI. Jadi, jangan sampai siswa ini hanya paham soal akademinya saja, keahlian teknik kejuruannya saja, tapi juga menguasai teknologi, adaptif dengan kebutuhan mitra DUDI yang terus berkembang dinamis,” harapnya.
Baca juga: Kadindik Jatim Dorong Pemda Bekali Guru dengan Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan
Hal-hal semacam itu juga menjadi bagian dari tema MPLS Tahun 2025 ini. Kegiatan MPLS Ramah akan mencakup penguatan implementasi tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, aktivitas Pagi Ceria, serta pengembangan minat, bakat, dan potensi siswa melalui pengenalan ekstrakurikuler dan kegiatan bermanfaat lainnya.
“Hal terpenting adalah menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menuntut ilmu, belajar dan menjalani pendidikan sebagai langkah bersama meraih kesuksesan di masa depan. Tentu kami harapkan prestasi anak-anak semakin meningkat, kualitas meningkat dan mutu meningkat,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Deskripsi
Keyword
Mpls 2025, dinas pendidikan jatim, masa pengenalan lingkungan sekolah, teknologi AI, artificial intelligence, pendidikan
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai. Foto: Azmy





























