Senin, September 21, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Hukum & Kriminal

Santri Korban Dugaan Penganiayaan di Ponpes Pakisaji Sempat Kabur dan Bersembunyi di Rumah Kosong

Redaksi by Redaksi
Juli 13, 2025 6:37 am
in Hukum & Kriminal
penganiayaan di Ponpes

Korban dugaan penganiayaan, AZR (14) saat menerima trauma healing dari tim psikologi Polres Malang. Foto: Polres Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Seorang santri berinisial AZR (14) diduga menjadi korban penganiayaan di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Setelah insiden tersebut terjadi pada Kamis (5/6/2025), AZR memilih melarikan diri dan bersembunyi di sebuah rumah kosong yang tak jauh dari lokasi ponpes.

Keesokan harinya, seorang warga menemukannya dalam kondisi kelelahan dan ketakutan. AZR kemudian ditampung di rumah warga tersebut selama dua hingga tiga hari, sebelum akhirnya dijemput untuk dipulangkan ke rumah keluarganya di Kecamatan Wonosari.

READ ALSO

Pria di Bantur Diduga Aniaya dan Coba Perkosa Perempuan 20 Tahun, Dijanjikan Pekerjaan

Polres Malang Sita 2.307 Botol Miras Ilegal, Ada Arak hingga Trobas

“Karena nggak tahan, nggak kuat disiksa, dia lari ke rumah kosong,” ungkap seorang warga yang ikut menjemput AZR. Warga tersebut enggan disebutkan namanya.

Baca juga: Kronologi Dugaan Penganiayaan Santri di Pondok Pesantren Malang

Diketahui, AZR adalah warga Kecamatan Wonosari. Ibunya saat ini bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong, sementara ayah dan sanak saudaranya berdomisili di luar kota.

Warga yang menolong AZR mengaku dimintai tolong oleh ibu korban melalui sambungan telepon untuk menjemput anaknya yang tidak berani kembali ke pondok. Ia pun bergerak cepat menjemput korban dan membawanya pulang.

Kronologi Dugaan Penganiayaan di Ponpes

Dalam pengakuannya, AZR menyebut bahwa pada hari kejadian, ia tidak mendapat jatah makan dari pihak pondok sejak sore hari. Kondisi ini diperparah karena ia belum menerima uang kiriman dari ibunya, sehingga tidak bisa membeli makanan.

Baru sekitar pukul 22.00, AZR berhasil meminjam uang dari temannya dan pergi keluar area pondok untuk membeli makanan di warung sekitar. Namun, saat kembali ke pondok, ia berpapasan dengan seorang ustaz yang kemudian langsung menghukumnya.

“Kebetulan di depan pintu dia papasan sama ustaz, langsung dihajar pakai rotan. Dihukum 21 kali pukulan di betis kanan dan kiri,” ungkapnya.

Baca juga: Santri Diduga Dianiaya Pengasuh Pesantren di Pakisaji, Polisi Lakukan Penyelidikan

Usai menerima hukuman tersebut, AZR melarikan diri dan bersembunyi di sebuah rumah kosong. Karena kelelahan dan ketakutan, ia tertidur di lokasi tersebut hingga ditemukan warga keesokan paginya.

Warga yang menjemput menyebutkan bahwa kondisi betis AZR penuh luka akibat pukulan rotan. Dalam perjalanan pulang ke Wonosari, mereka sempat melapor ke Polsek Pakisaji, namun diarahkan untuk membuat laporan ke Unit PPA Satreskrim Polres Malang.

“Karena kondisi belum stabil, kami bawa pulang dulu. Beberapa hari kemudian, kuasa hukum datang dan mendampingi untuk membuat laporan resmi ke Polres Malang,” jelas warga tersebut.

Dugaan penganiayaan juga dialami AZR saat masih duduk di kelas VII. Ia mendapatkan hukuman cambuk di punggung sebanyak 13 kali dan bekas luka cambuk tersebut masih ada.

Saat ditanya terkait video klarifikasi yang beredar, warga tersebut mengatakan remaja yang ada di dalam video bukanlah AZR. Hal ini juga dipertegas oleh warga Wonosari lainnya yang mengenal AZR. Keduanya membantah klarifikasi tersebut dilakukan oleh AZR.

Kanit PPA Satreskrim Polres Malang, Aiptu Erlehana BR Maha membenarkan bahwa di laporan korban terdapat dua kali dugaan tindak penganiayaan. Saat ini kasus dugaan penganiayaan ini telah naik ke tahap penyidikan.

“Kami juga mendalami dugaan ada pelaku lain yang melakukan penganiayaan,” kata Leha.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko

Tags: pakisajipenganiayaanPenganiayaan Santripenganiayaan santri di malangPesantrenpondok pesantrensantri dianiaya di Malang

Related Posts

Pria di Bantur Diduga Aniaya dan Coba Perkosa Perempuan 20 Tahun, Dijanjikan Pekerjaan
Hukum & Kriminal

Pria di Bantur Diduga Aniaya dan Coba Perkosa Perempuan 20 Tahun, Dijanjikan Pekerjaan

Sabtu, 19 Sep 2026
Polres Malang Sita 2.307 Botol Miras Ilegal, Ada Arak hingga Trobas
Hukum & Kriminal

Polres Malang Sita 2.307 Botol Miras Ilegal, Ada Arak hingga Trobas

Jumat, 18 Sep 2026
Polisi Ungkap Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi di Kota Malang, Sempat Mabuk Bareng
Hukum & Kriminal

Polisi Ungkap Dugaan Pemerkosaan Mahasiswi di Kota Malang, Sempat Mabuk Bareng

Kamis, 17 Sep 2026
Mahasiswi di Malang Diduga Dilecehkan Pengendara Motor, Terekam CCTV
Hukum & Kriminal

Mahasiswi di Malang Diduga Dilecehkan Pengendara Motor, Terekam CCTV

Rabu, 16 Sep 2026
Cak Dur Jadi Tersangka Dugaan Penganiayaan Anggota DPRD Kabupaten Malang
Hukum & Kriminal

Cak Dur Jadi Tersangka Dugaan Penganiayaan Anggota DPRD Kabupaten Malang

Rabu, 16 Sep 2026
Kejari Kabupaten Malang Periksa 32 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Ambulans
Hukum & Kriminal

Kejari Kabupaten Malang Periksa 32 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Ambulans

Selasa, 15 Sep 2026
Next Post
Sound Horeg

Fenomena Sound Horeg: Hiburan Jalanan yang Mengguncang Tanah Jawa

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.