Jumat, September 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Perang dan Problematika Nilai Manusia

Redaksi by Redaksi
Juni 26, 2025 7:01 am
in Ruang Cendekia
Perang
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh M. Zainuddin*

 PERANG Israel-Iran sudah memasuki dua pekan lebih dan keduanya saling bersikeras untuk saling bertahan dan mengerahkan kekuatannya. Sudah pasti yang namanya perang menimbulkan kerugian yang sangat besar baik fisik maupun jiwa, tak pelak warga sipil tak berdosa, anak-anak dan perempuan pun menjadi sasaran.

READ ALSO

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Perang antar kedua belah pihak pun menimbulkan dampak yang melebar dan bahkan global, karena adanya pihak lain yang saling membela demi kepentingan mereka. Dalam konteks perang Israel-Iran keduanya tidak sendirian, namun ada keterlibatan pihak lain. Iran dibantu Rusia, Cina dan Pakistan yang semuanya memiliki rudal pemusnah massal, Hauti di Yaman, Hammas di Gaza dan Hizbullah di Libanon, bahkan juga ada PIJ (Palestina Islamic Jihad) yang trainer-nya dari Garda Revolusi Iran.

Kelompok-kelompok tersebut adalah para militan perang yang semakin bernyali untuk melakukan perlawanan terhadap Israel. Sementara Israel dibela mati-matian oleh Amerika dengan AIPAC-nya (American Israel Public Affairs Committee) sebagai backing utamanya selama ini, dan beberapa sekutu lainnya. Akhirnya peperangan tersebut menjadi kian meluas dan berkecamuk tidak saja antara Israel dan Iran, namun banyak negara dan perang global (global war) yang melibatkan diri. Ada blok Timur dan blok Barat, blok Islam versus Zionis.

Sudah barang tentu hal tersebut akan menimbulkan kiamat shughra, apalagi jika semua pihak menggunakan senjata pemusnah massalnya (nuklir). Peperangan sesungguhnya tidak ada menang dan kalah, namun kedua belah tetap merugi dan mengorbankan materi dan ratusan ribu jiwa tak bersalah turut melayang. Dampak perang secara global pun sangat besar bagi geo-politik, sosial, maupun ekonomi, dan terjadi krisis di mana-mana. Inflasi, dan harga minyak mentah meroket, demikian pula harga barang yang menyertainya. Walhasil berdampak krisis global.

Baca juga: Marissa yang Kukenal dan Kukenang

Sejarah Kelam Pertama

Sejarah kelam kemanusiaan yang saling menghilangkan nyawa telah dimulai sejak awal kelahiran manusia. Alkisah Qabil dan Habil, dua bersaudara, telah dipertunangkan oleh Adam dengan saudara perempuannya. Tetapi kemudian Qabil tidak puas dengan tunangan yang dipilihkan, malah ia memilih tunangan milik Habil. Tak pelak Habil pun menolak, maka terjadilah pertentangan di antara keduanya.

Pertentangan mereka mengalami jalan buntu sampai akhirnya Adam sebagai orang tua memutuskan untuk mencari jalan keluar dan kesepakatan damai. Qabil dan Habil diperintahkan untuk mempersembahkan pengorbanan, dan barang siapa yang pengorbanannya diterima Tuhan, maka akan mendapatkan saudara perempuan yang diperebutkan, dan sebaliknya persembahan yang ditolak harus menerima keputusan untuk tidak memiliki tunangan yang diperebutkan itu. Kedua belah pihak menyepakati jalan keluar tersebut.

Habil mempersembahkan seekor unta muda yang sehat dan gemuk, hewan ternak terbaik di antara ternaknya, sementara Qabil mempesembahkan seonggok gandum yang telah layu dan tanpa isi. Sudah barang tentu persembahan yang diterima oleh Tuhan adalah persembahan Habil, karena kualitas pengorbanannya, sementara  persembahan Qabil ditolak.

Akhirnya Qabil semakin penasaran dan tidak puas dengan keputusan Tuhan itu, hingga kemudian Qabil tega menghabisi adiknya sendiri, Habil. Inilah pertumpahan darah pertama dalam sejarah umat manusia.

Kisah tentang Qabil dan Habil tersebut menunjukkan, bagaimana persatuan kemanusiaan yang berasal dari orang tua yang sama berubah menjadi konflik dan pertentangan abadi. Cinta sesama saudara berubah menajdi permusuhan, persatuan menjadi perpecahan dan kekerasan.

Demikianlah lembaran pertama sejarah dinodai dengan pembunuhan yang melahirkan perang, kejahatan dan fragmentasi sosial antara anak turun Adam yang susul-menyusul.

Baca juga: Krisis Keteladanan Para Elit

Kenapa semua itu terjadi? Benarkah keraguan Malaikat terhadap kesalehan manusia? Ketika Tuhan menyampaikan kepada Malaikat, bahwa Dia akan menciptakan manusia di muka bumi ini, maka serta merta Malaikat “protes”. “Akankah Tuhan menciptakan manusia di bumi yang akan bikin onar dan penumpahan darah?” Demikian Malaikat berujar.

Kini pertikaian itu terwariskan secara turun temurun dan semakin merebak luas seiring dengan perkembangan keturunan anak cucu Adam di muka bumi ini. Pertikaian dan konflik bahkan semakin modern, dari pembunuhan dengan senjata konvensional menjadi lebih canggih, senjata api dan nuklir yang memusnahkan secara massal.

Jika kita perhatikan dari sekilas kisah di atas, maka semua itu disebabkan oleh persoalan ego atau “aku” yang tidak mampu dikendalikan. Jika saja si Qabil waktu itu mampu menguasai “aku”-nya, maka tak akan terjadi pembunuhan kepada saudaranya sendiri dan lembaran sejarah umat manusia tidak kelabu seperti sekarang ini yang diwarisi secara turun-temurun. Itulah memang sekenario Tuhan, dan hanya orang-orang beriman dan mampu menahan egonya lah yang dapat menyelamatkan bumi  ini.

Kini semua mata telah menyaksikan betapa dampak peperangan telah nyata mengakibatkan Israel telah porak poranda. Gedung-gedung pencakar langit telah ambruk, api membara di berbagai kota dan berbagai fasilitas umum termasuk bandara. Pertahanan negara, iron dome yang dibangga-banggakan sebagai pertahanan yang untouchable ternyata juga tak mampu menahan serangan rudal-rudal Iran yang selama ini dianggap murahan.

Kini Israel bak lautan api dan warganya kalang kabut, ketakutan, kelaparan, kehilangan nyawa, ekonominya runtuh, tidak ada lagi perlindungan, bahkan tidak ada tempat mengungsi karena penolakan dari beberapa negara lain. Sementara Iran terus meluncurkan rudal-rudalnya yang tak kunjung berhenti. Itulah yang juga dirasakan oleh warga Gaza selama ini akibat kebrutalan Netanyahu dan pasukannya.

Inikah the true God warning? Dalam al-Quran surah al-Baqarah: 155 dinyatakan bahwa “Kami (Allah) pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar”.

Kini dunia menyaksikan betapa arogansi, ego dan kezaliman telah mengakibatkan keruntuhan sebuah rezim dan negara yang dianggap adikuasa sekalipun. Bukankah Tuhan yang Maha Adidaya? Marilah kita semua menahan diri dan sabar, karena hanya orang sabarlah yang dibersamai Tuhan dan menjadi kekasih-Nya [*].

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Profesor Sosiologi Agama, Rektor Maliki Islamic University (UIN) Malang.

 

redaktur: jatmiko

 

Tags: Catatancatatan rektorM. ZainuddinPerang Israel-Iran

Related Posts

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer
Ruang Cendekia

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer

Jumat, 4 Sep 2026
Siapa yang Berhak Disebut NU?
Ruang Cendekia

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Kamis, 3 Sep 2026
Karya Surya Burhanuddin, 50 Tahun Perjalanan Kasih: Surya & Sjenny (1976-2026). Foto/dok
Ruang Cendekia

Makna Hidup dan Kasih Sayang dalam Puisi

Kamis, 3 Sep 2026
Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan
Ruang Cendekia

Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan

Rabu, 2 Sep 2026
Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Ruang Cendekia

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Ruang Cendekia

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
Cabor Kabbadi

Mengenal Lebih Dekat Cabor Kabbadi di Porprov Jatim IX 2025, Mirip Gobak Sodor dan Sarat Strategi

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.