Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Raja Standard

Redaksi by Redaksi
Agustus 9, 2021 12:13 pm
in Ruang Cendekia
Hendro Fujiono dalam suatu acara/tugu malang

Hendro Fujiono dalam suatu acara. (Foto: Dokumen Hendro Fujiono)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh : Hendro Fujiono*

Tugumalang.id – Pagi ini diskusi kami diawali dengan obrolan mengenai banyak orang yang pernah kami jumpai.

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Ada yang disebut pintar yang penuh imajinasi juga termotivasi dengan pencapaian-pencapaian. Entitlement-driven kami menyebutnyaa. Senang bergerak dengan cepat dan bisa dipastikan will get things done. Meski kadang tidak ragu untuk tabrak rambu sana sini.

Ada juga yang pintar, termotivasi dengan idealisme dan nilai-nilai. Value-driven kami menyebutnya. Anak-anak muda yang sebetulnya tidak begitu senang menjadi sorotan. Anak-anak muda yang tetap will get things done, tetapi mungkin bagi sebagian orang terlihat tidak seksi dan strategis.

Nah, ternyata ada juga yang biasa saja atau masih perlu suport untuk kemampuan kognitifnya. Ada yang masih berjuang keras untuk survive, ada yang termotivasi tinggi ingin seperti si value-driven dan si entitlemen-driven. Ada pula yang masih kebingungan.

Pertanyaan standard dari pemimpin bisnis yang biasanya saya temui adalah seperti ini:

“Gimana menumbuhkan lebih banyak yang pinter-pinter ini dan gimana cara ngaturnya?”

Baru pagi inilah saya mendapatkan pertanyaan yang berbeda dari sahabat saya Salman Subakat, CEO PT. Paragon Technology and Innovation. Kami biasa ngobrol virtual sambil ngopi di pagi hari.

“Ini kalau dicampur, bagaimana pembagian perannya ya agar optimal?” begitu pertanyaannya.

Pertanyaan yang didasari filosofi – no one left behind.

Dan, memang begitulah realitasnya. Anak bangsa sangat beragam kondisinya. Semua harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk terus berkembang.

Di suatu kesempatan, saya mendengarkan langsung bahwa program professional development yang benar-benar dikurasi dan dipikirkan secara matang dalam sebuah perusahaan, mungkin hanya akan menyentuh 4-11 persen of the top of the pyramid.

Padahal di sisi lain banyak bos dan atasan mengeluhkan betapa tidak capable-nya atau minimnya kemampuan mengambil keputusan dari para stafnya. Sebuah kontradiksi antara harapan dan fokus yang dilakukan.

Solusi standar dan pragmatis bagi pemimpin? Tentu menentukan standar dan memfilter siapa saja yang bisa masuk untuk dibina. Lalu diberikan pula standar yang lebih tinggi untuk menentukan siapa yang dapat mendapatkan promosi dan belajar.

Bangsa ini tidak bisa hidup dengan solusi pragmatis. Caranya dengan memahami bahwa selain standar, dibutuhkan juga pembagian peran yang memberdayakan dan menumbuhkan.

Karena itu kita perlu ber refleksi, apakah kita sudah menjadi pemimpin yang memberdayakan? Atau masih berkutat menjadi si Raja Standard.

*Executive Coach GlobalDISC Master Trainer Perth, Western Australia

Editor : Herlianto. A

Tags: bisnisPemimpinpemudaStandardWirausaha

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
Ilustrasi puisi Runtuh Untuk-NYa/tugu malang

Runtuh Untuk-Nya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.