Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Awas! Kawasan Oro-oro Dowo Hingga Jodipan Rawan Longsor

Redaksi by Redaksi
Januari 29, 2021 3:27 pm
in Berita
Awas! Kawasan Oro-oro Dowo Hingga Jodipan Rawan Longsor - Awas! Kawasan Oro-oro Dowo Hingga Jodipan Rawan Longsor

Pemukiman di sempadan sungai di Kampung Warna Jodipan (KWJ). (Foto : Bayu Eka Novanta)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Kawasan bantaran sungai Brantas dari daerah Oro-oro Dowo hingga Jodipan merupakan daerah rawan longsor. Apalagi curah hujan masih sangat tinggi di Kota Malang.

Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan menuturkan, ancaman longsor berpotensi terjadi di seluruh sempadan sungai di Kota Malang. Seperti sungai Brantas, Bango, Amprong hingga sungai Metro.

READ ALSO

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Menurut Raymond, dalam beberapa waktu ke depan, hujan intensitas tinggi masih terus mengguyur Malang. Oleh karena itu Perum Jasa Tirta (PJT) I mengimbau masyarakat yang tinggal di sempadan 4 sungai besar di Kota Malang untuk selalu waspada. Sebab, bencana longsor masih terus mengintai.

Tercatat telah terjadi 22 kejadian longsor di Kota Malang yang seluruhnya terjadi pada sempadan sungai. Sebut saja kejadian longsor terakhir pada 18 Januari 2021 lalu di Jalan Sadang, Kecamatan Bunulrejo, Kota Malang yang bahkan memakan korban jiwa 1 orang.

 Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan.
Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan. (Foto : Azmy)

“Bagi masyarakat yang sudah terlanjur bermukim di sana, maka perlu meningkatkan kewaspadaan. Jika rumah sudah mulai ada retakan, itu mengindikasikan adanya pergerakan tanah dan rawan longsor,” terangnya.

Hal ini, kata Raymond, mengingat tentang kondisi geografis dan geologi Kota Malang yang berada di lokasi perbukitan. Sebagian besar tanahnya terbentuk dari hasil pelapukan material erupsi di masa silam. Sehingga tanahnya relatif mudah erosi.

”Tanah mudah longsor pada saat jenuh apalagi sudah terbebani aktivitas manusia di atasnya,” jelasnya.

Dari catatan PJT I, debit terbesar Sungai Brantas di Kota Malang 1.580 m3/detik terjadi pada Desember 2007. Debit yang terpantau pada saat terjadi hujan dengan ketebalan 70 mm dalam satu jam pada tanggal 18 Januari, ternyata masih di kisaran 200 m3/detik. Sementara, elevasi Kota Malang sekitar 380-400 mdpl, sedangkan dasar sungai berada di 360-370 mdpl.

“Setidaknya, ada perbedaan elevasi 10 meter antara permukaan tanah di kota dengan dasar sungai di sekelilingnya. Artinya, masih ada perbedaan yang cukup untuk mengalirkan air dari drainase ke sungai,” ungkapnya.

Namun kata dia, salah satu masalah yang kerap terjadi di Kota Malang pada saat durasi hujan cukup lama adalah, tingginya genangan, karena fungsi drainase yang tidak mampu mengalirkan air dengan lancar. Selain itu, saluran irigasi di beberapa tempat di sekitar Kota Malang juga beralih fungsi menjadi saluran drainase.

Raymond juga mengimbau warga yang akan membeli rumah, maupun apartemen di kawasan sempadan atau dekat sungai juga perlu mempertimbangkan kembali.

“Pastikan jaminan keamanan yang menjadi kewajiban developer atau pengelola apartemen itu tersedia,” imbaunya.

Sementara itu Kepala Pusat Studi Kebumian dan Mitigasi Bencana Universitas Brawijaya, Adi Susilo mengatakan, sempadan bukan hak manusia, karena merupakan ruang yang menjadi haknya sungai. Tentu, pemanfaatan sempadan sebagai pemukiman, hotel atau apartemen juga menjadi daerah rawan longsor.

Menurut Adi Susilo, sebelum melakukan pembangunan, umumnya ada pengurukan tanah yang sifatnya rentan longsor karena tidak padat.

“Untuk itu, harus mematuhi aturan batas sempadan, dan perlu memperhatikan kearifan lokal . Perlu mewasdai Warning dari alam agar bisa menghindari bencana,” jelasnya.

Selain itu, Adi mengingatkan pentingnya koordinasi antar instansi, agar ada langkah yang sinergis dalam penanganan bencana di sempadan sungai.

“Masyarakat yang menggunakan sempadan tetap mendapat aliran listrik dari PLN. Jika memang daerah terlarang untuk bangunan, seharusnya izin tidak keluar. Sehingga, tidak memberikan proses pemasangan listrik,” pungkasnya.

Tags: Direktur Utama PJT IJodipan banjirKepala Pusat Studi Kebumian dan Mitigasi Bencana Universitas BrawijayaOro-oro DowoPTJ 1Raymond Valiant RuritanSungai Brantas Malang

Related Posts

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, jelaskan soal parkir di Kota Malang. (M Sholeh)
Berita

Dishub Kota Malang Buka Peluang Swasta Bangun Gedung Parkir

Kamis, 8 Okt 2026
Forum pertemuan warga Perum Griya Shanta di Kantor Dishub Kota Malang dalam pembahasan upaya pembukaan blokade jalan alternatif. (Foto/M Sholeh)
Berita

Audiensi Pembukaan Blokade Jalan Tembusan Griya Shanta Kota Malang Berlangsung Alot

Kamis, 8 Okt 2026
Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai
Berita

Panas, Sopir Angkot di Malang Desak Bus Trans Jatim II Tak Beroperasi Sebelum PR Koridor I Selesai

Kamis, 1 Okt 2026
Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan
Berita

Cuma Mau Ingetin, 4 Tahun Lalu, Ada 135 Nyawa Melayang Sia-Sia di Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Okt 2026
Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!
Berita

Komjen Pol Suyudi Bakal Dilantik Menjadi Kapolri, Ketua Badan Siber Ansor Jatim Habib Mahdi Mendukung Penuh!

Kamis, 1 Okt 2026
Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik
Berita

Anggota DPRD Kota Malang Usul Ada Ruang Kreatif di Setiap Sudut Fasilitas Publik

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
Heboh, Jenazah COVID-19 Tertukar Saat  Dimakamkan

Heboh, Jenazah COVID-19 Tertukar Saat Dimakamkan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.