Malang, Tugumalang.id – Bagi mahasiswa, uang saku seringkali habis untuk kebutuhan harian seperti fotokopi materi kuliah, makan, hingga secangkir kopi sore. Tak heran, investasi sering dianggap sebagai hal yang jauh dari jangkauan. Padahal, mempersiapkan masa depan bisa dimulai dari langkah-langkah kecil dan sederhana.
Mulai dari menabung recehan, menjual barang yang tak lagi terpakai, hingga memanfaatkan fasilitas kampus—semua bisa menjadi strategi investasi cerdas yang bisa dilakukan siapa saja, bahkan dengan bujet minim.
Berikut lima strategi investasi kecil-kecilan untuk mahasiswa:
1. Biasakan Menabung, Sekecil Apa pun Nominalnya
Menurut Niken Savitri Primasari, pakar keuangan dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), disiplin menabung—meski hanya Rp2.000 hingga Rp5.000 per hari—adalah pondasi penting dalam literasi finansial.
Cara mudah memulai:
Dompet digital: Gunakan fitur celengan digital di aplikasi perbankan untuk menyisihkan uang belanja.
Celengan fisik: Simpan uang receh dalam wadah khusus, yang bisa dimanfaatkan saat darurat, seperti biaya praktikum atau servis motor.
Ingat, uang kecil bila dikumpulkan secara rutin bisa menjadi modal besar di kemudian hari.
Baca juga: Apa Investasi Terbaik di Usia 20-an?
2. Catat Pengeluaran dengan Cara Sederhana
Prita Hapsari Ghozie, CEO ZAP Finance, menyarankan untuk selalu sadar terhadap alur keluar masuk uang. Pencatatan pengeluaran akan membantu mengontrol kebiasaan boros.
Tipsnya:
Gunakan aplikasi catatan di ponsel atau Google Sheets untuk mencatat setiap pengeluaran harian.
Lakukan evaluasi mingguan: cek pengeluaran yang bisa dipangkas, seperti langganan aplikasi yang jarang digunakan atau terlalu sering beli kopi kekinian.
3. Manfaatkan Fasilitas Kampus sebagai Investasi Skill
Banyak fasilitas kampus yang sering diabaikan, padahal bisa menjadi aset berharga untuk pengembangan diri.
Manfaatkan yang berikut ini:
Perpustakaan: Akses buku literasi keuangan seperti Rich Dad Poor Dad atau e-jurnal gratis.
Workshop dan pelatihan: Ikuti kelas desain, public speaking, atau coding yang sering diadakan BEM atau UKM.
Komunitas kampus: Bergabung dengan UKM kewirausahaan untuk belajar langsung dari senior yang sudah lebih dulu membangun bisnis kecil.
4. Ubah Barang Bekas Jadi Sumber Penghasilan
Kamar kos penuh barang tak terpakai? Jangan dibiarkan menumpuk. Ubah jadi uang!
Cara memulai:
Jual barang bekas melalui marketplace, grup komunitas kampus, atau media sosial.
Barang yang cepat laku: buku kuliah edisi terbaru, kalkulator ilmiah, atau perlengkapan kos seperti rice cooker mini.
Baca juga: Peluang Investasi di Malang: Apa yang Membuat Kota Ini Menarik?
5. Asah Skill lewat Sumber Belajar Gratis
Tak semua investasi butuh uang. Investasi keterampilan justru bisa dimulai dari sumber gratis yang banyak tersedia.
Beberapa pilihan yang bisa dicoba:
Belajar bahasa asing: Gunakan aplikasi seperti Duolingo atau kelas online gratis untuk belajar Bahasa Inggris atau Mandarin.
Kursus singkat: Platform seperti Coursera, Skill Academy, atau Ruangguru sering menawarkan kelas gratis dengan sertifikat.
Volunteering: Ikut kegiatan relawan kampus untuk melatih kepemimpinan dan memperluas jaringan.
Kesimpulan
Investasi bagi mahasiswa bukan soal besar-kecilnya uang, tapi soal konsistensi. Menabung receh, ikut pelatihan gratis, hingga menjual barang bekas adalah bentuk investasi diri yang nyata. Mulailah dari apa yang kamu punya hari ini. Karena langkah kecil hari ini bisa jadi pijakan besar di masa depan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Muhammad Veri Adrianto Ivansa / Magang
redaktur: jatmiko





























