Kamis, Juli 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Pendaki Legendaris Abah Bongkeng Berkaca Kaca Ceritakan Kondisi Sampah di Gunung Indonesia

Redaksi by Redaksi
Februari 17, 2025 2:55 pm
in News
pendaki,gunung legendaris - Pendaki Legendaris Abah Bongkeng Berkaca Kaca Ceritakan Kondisi Sampah di Gunung Indonesia

Abah Bongkeng saat memaparkan materi dalam kegiatan peresmian Eigerian Malang (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Mata pendaki gunung legendaris Indonesia, Djukardi Adriana (74) alias Abah Bongkeng berkaca kaca saat menceritakan kondisi sampah yang ada di gunung gunung Indonesia. Dia merasa miris banyak sampah plastik di jalur jalur pendakian gunung di Indonesia.

“Sekarang sangat memprihatinkan, sampah sudah sangat banyak dan berantakan di setiap gunung di Indonesia,” kata Abah Bongkeng usai menghadiri acara peresmian Eigerian Malang.

READ ALSO

Stadion Kanjuruhan Lolos Verifikasi, Arema FC Siap Tuntaskan Catatan Minor

Libur Sekolah 2026 Dongkrak Wisata Kota Batu, Kunjungan Tembus 340.600 Orang

Menurutnya, kondisi ini terjadi akibat banyak pengunjung atau pendaki gunung pemula, bukan pecinta alam yang punya wawasan konservasi alam. Bahkan hanya pengunjung yang fomo atau hanya mengikuti tren naik gunung. Mereka banyak meninggalkan sampah tanpa menyadari dampaknya.

Baca Juga: Imbas Cuaca Ekstrem, Penutupan Jalur Pendakian Gunung Semeru Diperpanjang

“Saya sangat sedih melihat banyak sampah di gunung, kondisinya kotor, alam rusak. Dulu saya ke Rinjani sangat bersih dan elok, sekarang banyak sampah. Itu sangat menyedihkan bagi saya,” ucapnya dengan mata berkaca kaca.Pendaki Gunung

Selain itu, dia memandang bahwa regulasi pemerintah maupun pengelola gunung masih lemah terutama berkaitan dengan menjaga kebersihan alam saat mendaki. Harusnya, kata Abah Bongkeng, pemerintah dan pengelola harus tegas menerapkan aturan kuota pengunjung hingga kebersihan di gunung.

“Misalnya pengunjung berangkat bawa 10 bungkus mie instan, maka ketika kembali ya harus menunjukkan sampah 10 bungkus mie instan itu. Jadi semua sampah harus dibawa turun dan harus dibuktikan ke petugas,” tegasnya.

Kini, pria yang sudah mendaki gunung sejak 1971 itu menyuarakan misi menjadikan gunung di Indonesia bebas dari sampah. Dia juga mengajak semua pihak menjaga alam di pegunungan agar tetap lestari dan bersih.

“Sebagai pendaki harus memiliki etika ketika mendaki gunung, memahami alam yang harus tetap asri, terjaga. Dengan kedatangan kita sebagai manusia, tidak boleh merusak lingkungan gunung yang kita datangi,” tuturnya.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Sementara

Abah Bongkeng diketahui telah mendaki gunung berbagai negara. Seperti Gunung Blanc puncak tertinggi Alpen Perancis, Gunung Briethorn Swiss, Gunung Elbrus Rusia, Gunung Kleineglocner Austria, Gunung Grand Paradiso Italia hingga Gunung Zugspitze Jerman.

Sejauh ini, Abah Bongkeng bersama Eiger juga terus mensosialisasikan zero waste mountain. Hal ini sukses menjaga kebersihan alam di Gunung Kembang, Wonosobo. Target selanjutnya yakni Gunung Semeru. Gunung ini ditargetkan menjadi gunung terbersih setelah Gunung Kembang dan Gunung Balubaria.

“Target berikutnya kalau bisa Semeru, dibikin zero waste mountain, bebas sampah. Artinya bukan hanya membawa turun sampah, tapi aturannya benar benar diterapkan,” ujarnya.

Abah Bongkeng yang telah malang melintang mendaki gunung di berbagai negara itu juga memberikan tips mendaki gunung. Baginya, membekali diri dengan pengetahuan teknik hidup di alam terbuka penting dilakukan sebelum mendaki.

“Jadi kalau misalkan tersesat atau kecelakaan saat mendaki itu sudah tau cara untuk menolong diri sendiri,” ucapnya.

Selain itu, pendaki juga harus mencari informasi soal peta medan atau jalur gunung yang akan dikunjungi. Bahkan kalau bisa, pendaki juga perlu memahami cuaca yang paling ideal untuk mendaki.

“Gunung itu mengandung dan mengundang bahaya. Mengandung, jelas alam tak bisa diterka. Kalau kita datang kan mengundang bahaya. Jadi kalau mau naik ya harus benar benar mempersiapkan diri dengan baik,” urainya.

Tentunya, pendaki juga harus membawa bekal makanan yang cukup dan tak berlebihan. Lalu juga peralatan pendakian. Tak kalah penting, pendaki harus benar benar mempersiapkan mentalnya.

Untuk menjaga stamina agar tetap bisa mendaki gunung di usia lanjut, Abah Bongkeng menyebut kuncinya adalah menjaga pola hidup. Misalnya tetap olahraga dan menjaga pola makan.

“Kalau saya olahraga, mungkin sehari 30 menit jalan atau joging. Lalu pola makan dijaga, gak boleh makan sembarangan,” tandasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko

Tags: Abah BongkengGunung IndonesiaPendakiPendaki legendarisSampah di Gunung Indonesia

Related Posts

Stadion
News

Stadion Kanjuruhan Lolos Verifikasi, Arema FC Siap Tuntaskan Catatan Minor

Kamis, 16 Jul 2026
Libur Sekolah 2026 Dongkrak Wisata Kota Batu, Kunjungan Tembus 340.600 Orang
News

Libur Sekolah 2026 Dongkrak Wisata Kota Batu, Kunjungan Tembus 340.600 Orang

Rabu, 15 Jul 2026
Guru Besar UB: Heat Dome seperti di Eropa Sangat Sulit Terjadi di Indonesia
News

Guru Besar UB: Heat Dome seperti di Eropa Sangat Sulit Terjadi di Indonesia

Rabu, 15 Jul 2026
Wali Kota Batu Sidak MPLS, Pastikan Hari Ketiga Berjalan Aman dan Bebas Bullying
News

Wali Kota Batu Sidak MPLS, Pastikan Hari Ketiga Berjalan Aman dan Bebas Bullying

Rabu, 15 Jul 2026
Prakiraan Cuaca Malang Rabu 15 Juli 2026: Didominasi Cerah Berawan, Lowokwaru dalam Kondisi Udara Kabur
News

Prakiraan Cuaca Malang Rabu 15 Juli 2026: Didominasi Cerah Berawan, Lowokwaru dalam Kondisi Udara Kabur

Rabu, 15 Jul 2026
29 SD Negeri di Kota Malang Kekurangan Siswa
News

29 SD Negeri di Kota Malang Kekurangan Siswa

Selasa, 14 Jul 2026
Next Post
pendaki,gunung legendaris - Pendaki Legendaris Abah Bongkeng Berkaca Kaca Ceritakan Kondisi Sampah di Gunung Indonesia

Film Home Sweet Loan, Realitas Pahit Generasi Sandwich Memiliki Rumah Layak

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.