Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Kisah Rektor Unisma, Prof. Junaidi: Menginspirasi dengan Semangat Pendidikan Meski Ibu Buta Huruf

Redaksi by Redaksi
Januari 21, 2025 6:25 am
in Pendidikan
Rektor Unisma

Kisah inspiratif Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd, Ph.D. /Foto: Tugumalang.id/Rubianto.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Pendidikan adalah kunci utama untuk mencapai kesuksesan dalam hidup. Barangkali demikian kalimat yang cocok menggambarkan kisah perjalanan Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd, Ph.D.

Tumbuh dari lingkungan yang begitu religius di Lumajang, Jawa Timur. Prof. Junaidi begitu ia kerap disapa lahir dan dibesarkan oleh sang ibunda yang buta huruf. Meski demikian hal itu tak menyurutkan semangat kedua orang tua Prof. Junaidi untuk menjadikan putranya itu menempuh pendidikan setinggi mungkin.

READ ALSO

Mahasiswa Unisma Tembus Jurnal Scopus Q2 Lewat Riset Strategi Membaca

Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah

Karena tumbuh di lingkungan yang religius, kedua orang tua Prof. Junaidi ingin anaknya menjadi guru. Walau demikian, tidak mudah bagi Prof. Junaidi untuk menjadi guru karena orang tua sempat menginginkan anaknya untuk menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Baca Juga: Rektor Unisma Pimpin Workshop Strategi Susun ISK untuk Penguatan Akreditasi Prodi Perguruan Tinggi NU Jawa Timur

Tetapi berkat peran dari guru semasa Sekolah Dasar (SD) dan juga keinginan belajar dari Prof. Junaidi yang semasa muda begitu tinggi. Takdir seperti menuntunnya ke jalan yang diinginkan oleh kedua orang tuanya hingga memimpin salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) unggulan di Kota Malang.

“Kedua orang tua saya fanatik terhadap sesuatu yang bersifat religius. Sehingga saya pun diminta harus masuk ke pesantren. Menarik sebenarnya karena saya tinggal di lingkungan masyarakat Madura pada saat itu, hampir tidak ada yang sekolah umum,” tutur Prof. Junaidi dalam podcast Tugu Inspirasi, Senin (20/1/2025).

“Yang bisa menyelesaikan SD, bisa dihitung dengan jari. Karena mereka biasanya sekitar kelas 4 atau 5 (SD) setelah mengenal Bahjatul Wasail mereka diarahkan orang tuanya ke pondok,” sambungnya.

Hal demikian juga dirasakan Prof. Junaidi dimana kedua orang tuanya berkeinginan melanjutkan pendidikan sang putra bukan di sekolah formal tetapi di pondok pesantren.

Apalagi saudara-saudara Prof. Junaidi nyaris semuanya merupakan lulusan pondok pesantren. Sehingga kedua orang tua Prof. Junaidi ngotot memasukkannya ke pondok pesantren.

“Termasuk saya pun juga begitu, cuma masalahnya mungkin keterbatasan pengetahuan orang tua. Pilihannya ke Ponpes (Pondok Pesantren) Salaf yang tidak ada pendidikan umumnya. Orang tua saya ngotot karena saudara-saudara semua dari ponpes,” bebernya.

Namun saat itu, kepala sekolah SD tempat Prof. Junaidi belajar melihat ada potensi yang dimilikinya. Sehingga amat sayang jika harus berhenti pendidikan formalnya.

Baca Juga: Peringati Hari Santri Nasional, Rektor Unisma Kobarkan Resolusi Jihad

Untuk mensiasati agar kedua orang tua Prof. Junaidi luluh, kepala sekolah SD tersebut menjadikan muridnya itu juara satu saat pengumuman kelulusan. Hal itu dilakukan agar orang tua Prof. Junaidi luluh dan mengizinkan putranya melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Akhirnya kedua orang tua Prof. Junaidi luluh dan mengizinkan anaknya melanjutkan ke SMP tetapi tetap mondok di musala dekat rumah.

“Dijadikanlah saya Juara 1 pada saat lulus SD. Setelah lulus, kepala sekolah mendekati orang tua saya dan barangkali berkata seperti ini, Jun ini pinter kalau yang lain saudara-saudaranya ke pondok. Jun sekolahkan saja ke SMP. Kurang lebih seperti itu,” kenang Prof. Junaidi.

“Waktu itu orang tua bersikukuh tidak, tetapi waktu itu rupanya didesak dan dibujuk terus oleh kepala sekolah sampai orang tua saya akhirnya luluh. Boleh sekolah SMP setelah lulus SMP harus ke pondok,” imbuhnya.

Walau telah mendapat izin melanjutkan sekolah ke SMP. Prof. Junaidi tidak lupa untuk tetap mengaji di mushola yang guru ngajinya adalah pamannya sendiri. Sepulang sekolah dari sore hingga pagi, Prof. Junaidi di mushola untuk menempuh pendidikan agam. Ketika pagi ia siap-siap berangkat ke sekolah, begitu rutinitasnya semasa remaja dulu.

“Kalau pendidikan agama, saya tumbuh di musala kampung. Kalau di musala saya menginap, sore berangkat kemudian pagi baru pulang, lalu siap-siap berangkat ke sekolah. Seperti itu rutinitas waktu dulu,” paparnya.

Lulus dari SMP, keinginan kedua orang tua Prof. Jun agar anaknya masuk pondok pesantren belum juga surut. Tetapi saat itu, Prof. Jun menyampaikan keinginannya kepada orang tua untuk melanjutkan pendidikan formal lagi.

Akhirnya restu diberikan oleh kedua orang tua Prof. Jun tetapi ia diminta untuk melanjutkan ke sekolah guru karena mereka memiliki harapan sang anak menjadi seorang guru. Kemudian Prof. Jun melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru (SPG) yang sekarang setara SMA.

“Kebetulan harapan orang tua, saya itu menjadi guru mengaji. Saya diizinkan sekolah asal tetap pilihannya jadi guru dan masuklah saya ke SPG,” tuturnya.

Bidang Pendidikan pun menjadi jalan bagi Prof. Junaidi untuk menunaikan mimpi kedua orang tuanya dan menggapai kesuksesan.

Setelah lulus SPG, Prof. Junaidi melanjutkan studi S1 dan S2 di IKIP Malang yang sekarang menjadi Universitas Negeri Malang (UM). Kemudian menempuh studi S3 di Monash University, Melbourne, Australia.

Kegigihan dan ridho dari orang tua membuat Prof. Junaidi menjadi guru besar hingga dipercaya memimpin Unisma untuk periode 2024-2028.

Kisah dari Prof. Junaidi menjadi inspirasi bagi anak muda untuk merawat semangat belajar dan selalu meminta ridho orang tua dalam menggapai cita-cita di masa depan.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko

Tags: Kisah inspiratifM.PdPh.DProf. Drs. H. JunaidiProf. Junaidirektor unismaUnismaUniversitas Islam Malang

Related Posts

Mahasiswa Unisma Tembus Jurnal Scopus Q2 Lewat Riset Strategi Membaca
Pendidikan

Mahasiswa Unisma Tembus Jurnal Scopus Q2 Lewat Riset Strategi Membaca

Sabtu, 29 Agu 2026
Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah
Advertorial

Dosen ITN Malang Bantu Warga Candirenggo Pilah Sampah dari Rumah

Jumat, 28 Agu 2026
UIN Malang Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Warga Nahdliyin di Muktamar ke-35 NU
Advertorial

UIN Malang Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Warga Nahdliyin di Muktamar ke-35 NU

Jumat, 28 Agu 2026
ITN Malang Gandeng Perbakin, Lahan Kampus 2 Jadi Fasilitas Latihan Menembak
Advertorial

ITN Malang Gandeng Perbakin, Lahan Kampus 2 Jadi Fasilitas Latihan Menembak

Jumat, 28 Agu 2026
Drama Umar bin Khattab Warnai Maulid Nabi di SMP Insan Permata Malang
Advertorial

Drama Umar bin Khattab Warnai Maulid Nabi di SMP Insan Permata Malang

Jumat, 28 Agu 2026
Mahasiswa KKN Unikama dan Diskominfo Malang Perkuat SDM Operator Desa di Pakisaji
Pendidikan

Mahasiswa KKN Unikama dan Diskominfo Malang Perkuat SDM Operator Desa di Pakisaji

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
hiburan malam

5 Tempat Hiburan Malam di Kota Malang Berkedok Restoran: Jangan Sampai Malah Merusak Generasi!

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.