Jumat, Juli 10, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Kilas Balik Sejarah Wisata Kampung Warna Warni Jodipan Malang, Gagasan Mahasiswa UMM

Redaksi by Redaksi
November 18, 2024 5:51 pm
in Advertorial
Kampung Warna Warni

Kampung Warna Warni Jodipan, Kota Malang (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Kawasan Kampung Warna Warni Jodipan yang dahulu terkesan kumuh, kini telah menjelma menjadi salah satu icon wisata di Kota Malang. Bahkan menjadi cikal bakal berdirinya 22 kampung tematik lain di Kota Malang.

Terbentuknya kampung wisata ini tak lepas dari peran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bermula dari tugas praktikum kuliah, 8 mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi UMM membentuk tim GuysPro.

READ ALSO

Peringati Harganas, Rendra Masdrajad Safaat Fasilitasi Edukasi Ketahanan Keluarga bagi Puluhan Pasangan Suami Istri

Desil KIP Kuliah Berubah? Ini Penjelasan Mensos

Berangkat dari isu lingkungan, mereka menggagas gerakan perubahan gaya hidup sehat di kawasan permukiman yang terletak di tepi Sungai Brantas tersebut. Sebab, tempat ini dahulu terkesan kumuh lantaran banyak tumpukan sampah yang tak terangkut.

“Dulu, kami melihat kondisi kampung ini kesannya kumuh dan ada kebiasaan membuang sampah di sungai. Akhirnya kami ingin merubah kebiasaan itu,” kata Salis Fitria, salah satu mahasiswa penggagas Kampung Warna Warni Jodipan.

Setelah melakukan pendekatan dengan masyarakat setempat dan memaparkan tujuannya, akhirnya proses pengecatan rumah warga bersama komunitas mural digencarkan melalui CSR dari PT Indana, perusahaan cat lokal Malang pada Mei 2016.

Meski proses pengecatan belum selesai total, keindahan warna dan mural di setiap sudut kampung ini menarik perhatian publik. Bahkan menjadi viral di media sosial hingga banyak dikunjungi wisatawan.

Baca Juga: Pemkot Malang Segera Perbaiki Keretakan Konstruksi Jembatan Kaca di Kampung Warna Warni Jodipan

Situasi itu kemudian mengejutkan tim mahasiswa UMM. Pasalnya, gerakan ini tak dibentuk untuk menjadikan kampung wisata. Gerakan dan ide kreatif 8 mahasiswa UMM itu menjadikan kawasan ini justru menjadi destinasi wisata dan perhatian publik nasional bahkan internasional.

“Banyak sekali yang memberikan perhatian, media lokal, nasional dan internasional. Kami juga sempat diundang Kick Andy, lalu media dari Jepang pernah datang. Waktu itu saya yang diwawancara,” ujar Salis.

Menurutnya, saat itu pemerintah tak banyak memberikan perhatian atas gerakan para mahasiswa yang mayoritas dari luar kota itu. Pemerintah Kota Malang saat itu justru tau dari salah satu kepala daerah lain dalam acara APEKSI hingga akhirnya ikut meresmikan Kampung Warna Warni Jodipan pada 2017 bersama Rektor UMM Prof Fauzan.

Berjalannya waktu, kampung wisata tematik lainnya bermunculan. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat saat ini ada 23 kampung tematik di Kota Malang.

Kini, dalam proses Pilkada Kota Malang 2024, Kampung Warna Warni Jodipan mulai dijadikan topik perbincangan. Bahkan, diklaim sebagai legacy salah satu calon Wali Kota Malang.

“Saya juga gak tau kenapa itu diklaim. Seolah dari inisiasi satu orang saja, padahal kami ingat betul prosesnya. Kami ada semua dokumentasinya. Jadi belum ada peran pemerintah di awal dulu,” ungkapnya.

Terpisah, Dosen pembimbing 8 mahasiswa UMM penggagas Kampung Warna Warni Jodipan, Jamroji, M.Comms mengungkapkan bahwa saat itu usaha mahasiswanya untuk mencari SCR dari PT Indana tidak berjalan dengan mudah.

“Mereka 4 kali ditolak, di pertemuan kelima diterima dan diminta presentasi oleh PT Indana. Akhirnya program CSR di Jodipan itu terlaksana,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Malang saat itu memang tak begitu memberikan perhatian pada gerakan yang dilakukan 8 mahasiswa UMM tersebut.

Baca Juga: Destinasi Kampung Warna Warni Jodipan Kota Malang Mulai Menggeliat

“Setelah viral dan dikenal banyak orang, pemkot juga belum memberi perhatian. Bahkan setahu saya, mereka baru tau ada Kampung Warna Warni itu dari Wali Kota Bandung yang saat itu Ridwan Kamil ketika di acara APEKSI,” bebernya.

Kini, Jamroji mengaku heran dengan adanya pihak pihak yang mengklaim menginisiasi Kampung Warna Warni Jodipan. Padahal dalam proses perjalanan Kampung Warna Warni Jodipan, pihak pemerintah saat itu juga sempat menegur UMM dan melarang adanya penarikan tiket pengunjung oleh warga setempat.

“Jujur ketika kampung ini sekarang menjadi bahan kampanye, gak papa mengakui, tapi jangan meniadakan orang orang yang punya ide didalamnya,” kata dia.

“Tentu kami kecewa, ini kan bisa menjadi hal positif jika mereka menjadikan ini untuk menghargai pemuda. Tapi justru mengklaim, itu justru negatif jadinya,” tandasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Redaktur: jatmiko

Tags: Dsiporapar Kota Malangkampung warna warniMahasiswa UMM

Related Posts

Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS, Rendra Masdrajad Safaat,
Advertorial

Peringati Harganas, Rendra Masdrajad Safaat Fasilitasi Edukasi Ketahanan Keluarga bagi Puluhan Pasangan Suami Istri

Jumat, 10 Jul 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti. Foto/dok
Advertorial

Desil KIP Kuliah Berubah? Ini Penjelasan Mensos

Jumat, 10 Jul 2026
Grand Mercure Malang Mirama Jadi Pilihan Utama Bisnis dan Acara Premium di Kota Malang
Advertorial

Grand Mercure Malang Mirama Jadi Pilihan Utama Bisnis dan Acara Premium di Kota Malang

Jumat, 10 Jul 2026
Raja Ampat Gandeng ITN Malang, Wawiyai Disiapkan Jadi Kota Baru Pariwisata Berkelanjutan
Advertorial

Raja Ampat Gandeng ITN Malang, Wawiyai Disiapkan Jadi Kota Baru Pariwisata Berkelanjutan

Kamis, 9 Jul 2026
Rendra Masdrajad Safaat, BPJS Kesehatan, Reses DPRD Kota Malang, Pelayanan BPJS, FKTP, Rujukan BPJS, Kesehatan Kota Malang, DPRD Kota Malang
Advertorial

Rendra Masdrajad Safaat Hadirkan Pakar BPJS, Warga Dapat Solusi Soal Layanan Kesehatan

Kamis, 9 Jul 2026
Di Tengah Ketidakpastian Global, Imigrasi Catatkan Kenaikan PNBP 6.42% Sektor Visa pada Semester I Tahun 2026
Advertorial

Di Tengah Ketidakpastian Global, Imigrasi Catatkan Kenaikan PNBP 6.42% Sektor Visa pada Semester I Tahun 2026

Kamis, 9 Jul 2026
Next Post
Pilkada Kota Malang - 2.364 Linmas Disiapkan Amankan Pilkada Kota Malang 2024

2.364 Linmas Disiapkan Amankan Pilkada Kota Malang 2024

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.