Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Kilas Balik Sejarah Wisata Kampung Warna Warni Jodipan Malang, Gagasan Mahasiswa UMM

Redaksi by Redaksi
November 18, 2024 5:51 pm
in Advertorial
Kampung Warna Warni

Kampung Warna Warni Jodipan, Kota Malang (M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Kawasan Kampung Warna Warni Jodipan yang dahulu terkesan kumuh, kini telah menjelma menjadi salah satu icon wisata di Kota Malang. Bahkan menjadi cikal bakal berdirinya 22 kampung tematik lain di Kota Malang.

Terbentuknya kampung wisata ini tak lepas dari peran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bermula dari tugas praktikum kuliah, 8 mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi UMM membentuk tim GuysPro.

READ ALSO

Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk Selama 3 Hari Sambut HUT Kota Batu

BLT DBHCHT Malang Raya 2026 Turun Jadi Rp350 Ribu per Penerima

Berangkat dari isu lingkungan, mereka menggagas gerakan perubahan gaya hidup sehat di kawasan permukiman yang terletak di tepi Sungai Brantas tersebut. Sebab, tempat ini dahulu terkesan kumuh lantaran banyak tumpukan sampah yang tak terangkut.

“Dulu, kami melihat kondisi kampung ini kesannya kumuh dan ada kebiasaan membuang sampah di sungai. Akhirnya kami ingin merubah kebiasaan itu,” kata Salis Fitria, salah satu mahasiswa penggagas Kampung Warna Warni Jodipan.

Setelah melakukan pendekatan dengan masyarakat setempat dan memaparkan tujuannya, akhirnya proses pengecatan rumah warga bersama komunitas mural digencarkan melalui CSR dari PT Indana, perusahaan cat lokal Malang pada Mei 2016.

Meski proses pengecatan belum selesai total, keindahan warna dan mural di setiap sudut kampung ini menarik perhatian publik. Bahkan menjadi viral di media sosial hingga banyak dikunjungi wisatawan.

Baca Juga: Pemkot Malang Segera Perbaiki Keretakan Konstruksi Jembatan Kaca di Kampung Warna Warni Jodipan

Situasi itu kemudian mengejutkan tim mahasiswa UMM. Pasalnya, gerakan ini tak dibentuk untuk menjadikan kampung wisata. Gerakan dan ide kreatif 8 mahasiswa UMM itu menjadikan kawasan ini justru menjadi destinasi wisata dan perhatian publik nasional bahkan internasional.

“Banyak sekali yang memberikan perhatian, media lokal, nasional dan internasional. Kami juga sempat diundang Kick Andy, lalu media dari Jepang pernah datang. Waktu itu saya yang diwawancara,” ujar Salis.

Menurutnya, saat itu pemerintah tak banyak memberikan perhatian atas gerakan para mahasiswa yang mayoritas dari luar kota itu. Pemerintah Kota Malang saat itu justru tau dari salah satu kepala daerah lain dalam acara APEKSI hingga akhirnya ikut meresmikan Kampung Warna Warni Jodipan pada 2017 bersama Rektor UMM Prof Fauzan.

Berjalannya waktu, kampung wisata tematik lainnya bermunculan. Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat saat ini ada 23 kampung tematik di Kota Malang.

Kini, dalam proses Pilkada Kota Malang 2024, Kampung Warna Warni Jodipan mulai dijadikan topik perbincangan. Bahkan, diklaim sebagai legacy salah satu calon Wali Kota Malang.

“Saya juga gak tau kenapa itu diklaim. Seolah dari inisiasi satu orang saja, padahal kami ingat betul prosesnya. Kami ada semua dokumentasinya. Jadi belum ada peran pemerintah di awal dulu,” ungkapnya.

Terpisah, Dosen pembimbing 8 mahasiswa UMM penggagas Kampung Warna Warni Jodipan, Jamroji, M.Comms mengungkapkan bahwa saat itu usaha mahasiswanya untuk mencari SCR dari PT Indana tidak berjalan dengan mudah.

“Mereka 4 kali ditolak, di pertemuan kelima diterima dan diminta presentasi oleh PT Indana. Akhirnya program CSR di Jodipan itu terlaksana,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota Malang saat itu memang tak begitu memberikan perhatian pada gerakan yang dilakukan 8 mahasiswa UMM tersebut.

Baca Juga: Destinasi Kampung Warna Warni Jodipan Kota Malang Mulai Menggeliat

“Setelah viral dan dikenal banyak orang, pemkot juga belum memberi perhatian. Bahkan setahu saya, mereka baru tau ada Kampung Warna Warni itu dari Wali Kota Bandung yang saat itu Ridwan Kamil ketika di acara APEKSI,” bebernya.

Kini, Jamroji mengaku heran dengan adanya pihak pihak yang mengklaim menginisiasi Kampung Warna Warni Jodipan. Padahal dalam proses perjalanan Kampung Warna Warni Jodipan, pihak pemerintah saat itu juga sempat menegur UMM dan melarang adanya penarikan tiket pengunjung oleh warga setempat.

“Jujur ketika kampung ini sekarang menjadi bahan kampanye, gak papa mengakui, tapi jangan meniadakan orang orang yang punya ide didalamnya,” kata dia.

“Tentu kami kecewa, ini kan bisa menjadi hal positif jika mereka menjadikan ini untuk menghargai pemuda. Tapi justru mengklaim, itu justru negatif jadinya,” tandasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Redaktur: jatmiko

Tags: Dsiporapar Kota Malangkampung warna warniMahasiswa UMM

Related Posts

Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk Selama 3 Hari Sambut HUT Kota Batu
Advertorial

Mikutopia Gratiskan Tiket Masuk Selama 3 Hari Sambut HUT Kota Batu

Senin, 12 Okt 2026
BLT DBHCHT Malang Raya 2026 Turun Jadi Rp350 Ribu per Penerima
Advertorial

BLT DBHCHT Malang Raya 2026 Turun Jadi Rp350 Ribu per Penerima

Senin, 12 Okt 2026
Peringati Hari Museum Nasional, Jatim Park Group Punya 4 Museum Tematik Percontohan Edukasi Intetaktif
Advertorial

Peringati Hari Museum Nasional, Jatim Park Group Punya 4 Museum Tematik Percontohan Edukasi Intetaktif

Senin, 12 Okt 2026
Batu Youth Fest 2026 Jadi Panggung Kreativitas Anak Muda Kota Batu
Advertorial

Batu Youth Fest 2026 Jadi Panggung Kreativitas Anak Muda Kota Batu

Senin, 12 Okt 2026
ITN Malang Siapkan Kawasan Industri Baru di Pasuruan
Advertorial

ITN Malang Siapkan Kawasan Industri Baru di Pasuruan

Minggu, 11 Okt 2026
Mensos Gus Ipul Ajak RT/RW Semarang Jadi Agen Perlinsos, 8.675 Keluarga Terdaftar
Advertorial

Mensos Gus Ipul Ajak RT/RW Semarang Jadi Agen Perlinsos, 8.675 Keluarga Terdaftar

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Pilkada Kota Malang - 2.364 Linmas Disiapkan Amankan Pilkada Kota Malang 2024

2.364 Linmas Disiapkan Amankan Pilkada Kota Malang 2024

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.