Kamis, Juli 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Antara Komitmen dan Ambisi, Refleksi bagi Pemimpin yang Nyalon Lagi

Redaksi by Redaksi
November 18, 2024 8:14 am
in Catatan
Ilustrasi pemimpin. Foto/Pixabay

Ilustrasi pemimpin. Foto/Pixabay

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Jakfar Shodiq, mahasiswa magister NPTU Taiwan

Tugumalang.id – Di tengah hiruk-pikuk politik dan proses pemilihan di Pilkada 2024, kita sering menemukan fenomena yang menarik: beberapa calon yang kembali mencalonkan diri, padahal masih memegang jabatan yang sebelumnya telah mereka emban dengan berbagai janji dan komitmen.

READ ALSO

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Buku Pelanggaran

Tentu saja, antusiasme untuk mengabdi lebih luas dan ambisi untuk memberikan dampak positif lebih besar patut kita apresiasi.

Namun, kita juga perlu bertanya: benarkah pencalonan ini murni demi kepentingan masyarakat, atau ada keinginan lain yang melandasinya?

Baca Juga: Pengamat Sosial Politik Dorong Hasil Survei Elektabilitas Calon Pemimpin Kota Malang Dipublikasi

Jika mereka terpilih kembali dan harus melepaskan jabatan yang saat ini dipegang, tidakkah hal itu berarti mengingkari janji dan komitmen yang sebelumnya mereka buat?

Masyarakat menaruh harapan besar pada para pemimpin yang mereka pilih, mengingat jabatan publik adalah amanah yang menuntut dedikasi penuh.

Ketika seseorang memutuskan untuk maju lagi dalam pemilihan, sementara masih ada janji yang harus ditepati di posisi sebelumnya, muncul kekhawatiran bahwa komitmen lama terancam terabaikan.

Bagaimana mungkin mereka dapat memastikan keberlanjutan tugas dan amanah lama, ketika perhatian sudah diarahkan ke ambisi baru?

Kita tentu mendambakan pemimpin yang benar-benar hadir bagi rakyat, yang komitmennya pada jabatan bukan sekadar formalitas.

Baca Juga: Pilkada, Menyelamatkan Demokrasi dari Tangan Oligarki

Setiap jabatan publik mengandung tanggung jawab moral dan sosial yang besar, dan janji-janji yang diberikan dalam kampanye sebelumnya haruslah dipegang dengan teguh.

Namun, ketika calon pemimpin justru tergoda untuk maju lagi tanpa menyelesaikan amanah yang sedang diemban, wajar jika masyarakat mulai mempertanyakan komitmen mereka. Apakah ini benar-benar semangat pengabdian, atau sekadar hasrat untuk mengejar posisi baru?

Tindakan mencalonkan diri kembali juga berpotensi mengesankan bahwa jabatan terdahulu dianggap sebagai batu loncatan semata, bukan komitmen serius yang perlu dijaga.

Bayangkan jika mereka terpilih dan harus meninggalkan posisi lama, apakah tanggung jawab terhadap jabatan awal telah benar-benar selesai? Apakah ini bukan bentuk dari pengabaian janji-janji yang telah diberikan kepada masyarakat saat mereka pertama kali terpilih?

Kita semua tentu menginginkan pemimpin yang bisa kita percayai dan andalkan. Seseorang yang mengutamakan penyelesaian tugas yang telah diembannya tanpa tergoda untuk mengumpulkan jabatan lain. Bagi para calon pemimpin, ini seharusnya menjadi refleksi.

Menjadi pemimpin yang baik bukan hanya tentang berhasil menduduki jabatan, tetapi tentang kemampuan menjaga integritas dan komitmen. Jabatan publik bukanlah sekadar prestise, tetapi merupakan tanggung jawab untuk merealisasikan janji-janji kampanye dan komitmen yang sebelumnya diucapkan.

Sebagai masyarakat yang bijak, kita perlu mempertimbangkan hal ini dalam memilih. Tentu kita semua berharap para pemimpin kita tidak mudah teralihkan oleh ambisi baru, terutama bila amanah sebelumnya belum sepenuhnya dijalankan.

Kualitas kepemimpinan tidak dilihat dari berapa kali mereka terpilih, tetapi dari seberapa baik mereka menepati janji dan komitmen yang telah diberikan.

Masyarakat berharap pemimpin hadir bukan hanya untuk sekadar meraih jabatan baru, tetapi juga untuk menuntaskan amanah dengan dedikasi tinggi. Rakyat ingin melihat bukti, bukan sekadar janji yang berulang.

Harapan kita sederhana: pemimpin yang teguh pada komitmen, yang mengedepankan pengabdian nyata di atas ambisi pribadi, yang hadir secara penuh untuk menyelesaikan tugas yang telah diamanahkan, bukan hanya untuk mencari jabatan baru.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Editor: Herlianto. A

Tags: demokrasiMemilih PemimpinPemimpinPilkada

Related Posts

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a
Catatan

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Senin, 13 Jul 2026
Buku Pelanggaran
Catatan

Buku Pelanggaran

Minggu, 12 Jul 2026
Cologne,  Katedral, dan Masjid 
Catatan

Cologne, Katedral dan Masjid 

Kamis, 9 Jul 2026
Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik
Catatan

Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik

Kamis, 9 Jul 2026
Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan
Catatan

Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan

Rabu, 8 Jul 2026
Kota Malang dan El Nino
Catatan

Kota Malang dan El Nino

Rabu, 8 Jul 2026
Next Post
Dosen Departemen Psikologi UM, Dr. Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi, Ph.D berpose bersama akademisi University Malaya, Prof. Dr. Ahmad Zabidi bin Abdul Razak dimana keduanya melaksanakan kolaborasi riset internasional. /Foto: Dok. Fakultas Psikologi UM.

Fakultas Psikologi UM Kolaborasi Riset Internasional Tentang Kepemimpinan Berbasis Psikologis di Perguruan Tinggi

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.