Malang, Tugumalang.id – Adu argumen mewarnai pelaksanaan Debat perdana Pilkada Kota Malang pada Sabtu (26/10/2024) malam. Calon Wali Kota Malang nomor urut 1, Wahyu Hidayat yang didampingi wakilnya, Ali Muthohirin membungkam rival debatnya dengan data pertumbuhan ekonomi Kota Malang saat dia menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang.
Calon Wali Kota Malang nomor urut 3 yakni Moch Anton (Abah Anton) memberikan penilaian bahwa Wahyu Hidayat tak memberikan perubahan apapun saat menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang hampir setahun. Bahkan pembangunan yang pernah Abah Anton lakukan pada 2013-2018 lalu disebut tak semakin baik.
Merespon hal itu, Wahyu Hidayat membongkar data capaian kinerja saat dirinya menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang sejak 2023. Dikatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang pada 2023 menjadi yang tertinggi di Jatim yakni 84,04.

Baca Juga: Jaring Aspirasi, Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin Blusukan Pasar Blimbing Kota Malang
“Lalu pertumbuhan ekonomi Kota Malang tertinggi dalam 25 tahun terakhir yakni 6,67 persen. Angka harapan hidup 75,48 dan kemiskinan ekstrem turun drastis menjadi 3,91 persen. Angka pengangguran juga turun menjadi 6,8 persen, ini terendah kedua di Jatim,” ungkapnya.
Saat itu, Wahyu juga menyatakan bahwa iklim investasi di Kota Malang semakin sehat. Menurutnya, banyak investor yang tertarik hingga akhirnya berinvestasi ke Kota Malang.
“Ini sudah terbukti, masuknya investasi menjadi bukti iklim berusaha di Kota Malang sudah sangat baik sekali,” ucapnya.
Pembahasan investasi ini juga menjadi hal yang dikritisi Calon Wali Kota Malang nomor urut 2, Heri Cahyono (Sam HC). Sam HC menyatakan bahwa para pengusaha buta peta investasi saat datang ke Kota Malang.
Di sisi lain, Wahyu memandang bahwa membangun Kota Malang memang tak bisa hanya dilakukan pemerintah. Namun perlu jalinan sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Baca Juga: Sukses Pimpin Kota Malang Selama Jadi Penjabat, Wahyu Hidayat Kembali Raih Penghargaan dari Kemendagri di Tiga Kategori Sekaligus
Diketahui, Kota Malang memiliki potensi lebih dari 9 ribu industri berkembang dan 62 perguruan tinggi. Potensi itu menjadi peluang besar untuk mendorong kemajuan Kota Malang melalui kerjasama yang erat.
Wahyu mengatakan, dirinya sudah membangun sinergi lintas sektor melalui konsep pentahelix saat menjabat sebagai Pj Wali Kota Malang. Perguruan tinggi, pelaku usaha, industri, masyarakat hingga komunitas komunitas masyarakat dilibatkan dalam kolaborasi untuk membangun Kota Malang yang lebih baik.
“Kota Malang dengan lebih dari 847 ribu penduduk dan sekitar 800 mahasiswa tentu memiliki potensi. Untuk itu, konsep pentahelix akan terus kami lakukan,” paparnya.
Dalam menentukan perencanaan pihaknya juga kerap melibatkan masyarakat hingga akademisi. Bersama masyarakat, Wahyu menggencarkan program Ngombe yang mewadahi keluhan, saran, masukan hingga gagasan dari masyarakat.
Sehingga, hal hal yang benar benar dibutuhkan masyarakat bisa menjadi sasaran prioritas pemerintah dalam merancang kebijakan publik.
“Konsep pentahelix akan terus kami lakukan untuk membangun jaringan lintas sektor. Kami akan menjadikan Kota Malang Mbois Berkelas,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko
























