Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Menelusuri Sejarah Stasiun Lawang, Tertua di Kabupaten Malang

Redaksi by Redaksi
Juni 22, 2024 5:59 pm
in Asli Malang
Sejarah Stasiun Lawang sebagai stasiun kereta api terbesar di wilayah Kabupaten Malang /Foto: Google Maps Stasiun Lawang/Tyo Dwi Hakiki.

Sejarah Stasiun Lawang sebagai stasiun kereta api terbesar di wilayah Kabupaten Malang /Foto: Google Maps Stasiun Lawang/Tyo Dwi Hakiki.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Artikel berikut menyajikan informasi seputar sejarah Stasiun Lawang (LW) sebagai salah satu stasiun kereta api di Kabupaten Malang.

Stasiun Lawang berada di Jalan Thamrin Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan mulai beroperasi pada tahun 1879 seiring dengan dibukanya jalur kereta api Surabaya-Malang.

READ ALSO

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Stasiun Lawang berada di ketinggian kurang lebih +491 M dengan jarak 74,6 kilometer dari Stasiun Surabaya Gubeng dan termasuk dalam Daerah Operasi (Daops) VIII Surabaya.

Baca Juga: Menelisik Sejarah Stasiun Singosari Kabupaten Malang, Jejak Peninggalan Pemerintah Kolonial Belanda

Stasiun ini memiliki 3 jalur yakni jalur 1 digunakan untuk sepur lurus kemudian jalur 2 dan 3 sebagai jalur persilangan kereta api.

Fakta unik dari Stasiun Lawang adalah merupakan stasiun paling besar di Kabupaten Malang dan lokasinya paling utara sehingga menjadi pintu gerbang menuju ke Malang dari arah Surabaya atau Bangil.

Luas bangunan stasiun 818 meter persegi sedangkan untuk luas lahan stasiun sebesar 1.232 meter persegi.

Keberadaan Stasiun Lawang juga tak dapat dilepaskan dari proyek pembangunan jalur kereta api dari Bangil-Sengon-Malang milik perusahaan kereta api milik Pemerintah Kolonial Belanda, Staatsspoorwegen (SS) yang dikerjakan dari tahun 1878-1879.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Sewa Motor Malang Dekat Stasiun Paling Murah dan Terpercaya

Keberadaan Stasiun Lawang menjadi saksi dari perjalanan perdagangan dari wilayah Malang berupa hasil pertanian dan perkebunan menuju Surabaya sebagai pusat perdagangan di Jawa Timur saat itu.

Sampai saat ini, bangunan Stasiun Lawang masih mempertahankan gaya arsitektur Belanda dan telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB) milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Bangunan Stasiun Lawang juga menjadi bangunan tertua yang ada di wilayah Kecamatan Lawang.

Meski hanya stasiun kecamatan namun Stasiun Lawang memiliki bangunan yang cukup besar karena pada zaman Pemerintah Kolonial Belanda, banyak orang Eropa yang datang dan singgah di Lawang.

Karena udaranya yang sejuk dan lokasi Lawang cukup strategis di antara dua kota besar di Jawa Timur yakni Malang dan Surabaya.

Sehingga dahulu Stasiun Lawang cukup ramai. Hal itu pun bisa dilihat dari emplasemen yang hampir sama dengan stasiun yang berada di ibukota kabupaten.

Peron stasiun ditutupi oleh langit-langit yang terbuat dari seng berkualitas yang ditopang oleh rangka kayu pilihan membuat bangunan semakin kokoh.

Lokasi stasiun bisa dibilang cukup strategis karena bersebelahan langsung dengan Jalan Raya Surabaya-Malang. Selain itu, dari Stasiun Lawang cukup dekat ke lokasi wisata Kebun Teh Wonosari.

Sampai saat ini Stasiun Lawang melayani keberangkatan kereta lokal seperti Tumapel dan commuter line, Penataran. Selain itu juga kereta api antar kota seperti Jayabaya tujuan Malang-Jakarta Pasar Senen dan Tawang Alun tujuan Malang-Banyuwangi, serta Arjuno Ekspress tujuan Surabaya Gubeng-Malang.

Demikian sejarah Stasiun Lawang sebagai stasiun kereta api terbesar di wilayah Kabupaten Malang. Semoga informasi ini bermanfaat!.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: kabupaten malangLawangSejarah Stasiun LawangStasiun Kereta Api di Kabupaten MalangStasiun Lawang

Related Posts

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Next Post
Yoseph dan kuasa hukum menunjukkan dokumen kesepakatan bersama Hotel Ubud yang sekarang berubah jadi Golden Hills. Foto/dok for TM

Hotel Golden Hills Batu yang Dulu Bernama Hotel Ubud Diprotes Dugaan Cacat Perizinan

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.