Minggu, Agustus 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Menghidupkan Nyala Anak

Redaksi by Redaksi
Mei 18, 2024 1:07 pm
in Catatan
Masbahur Roziqi. Foto/dok TM

Masbahur Roziqi. Foto/dok TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Masbahur Roziqi*

Tugumalang.id – Fenomena yang menimpa anak beberapa tahun ini cukup sedih. Berbagai peristiwa tak mengenakkan terkuak menimpa anak Indonesia. Mulai dari dugaan kekerasan seksual oleh orang dewasa hingga korban anak meninggal akibat perundungan oleh sebaya.

READ ALSO

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Anak yang jadi korban pasti berpotensi mengalami trauma. Jika tidak mendapat penanganan serius, berakibat mengalami degradasi diri. Bahkan khawatirnya menjadi pelaku berikutnya.

Sejatinya anak menjadi amanah bersama. Pengembangan diri melalui pemaksimalan potensi diri dan pemunculan empati. Itu lah kebersamaan yang harusnya muncul bersama dengan anak.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Film Indonesia Bertema Pendidikan, Nikmati Cerita Sembari Gugah Semangat Belajar

Cara utama dengan membersamai anak mengenali dirinya. Kemudian mengenali lingkungannya dan bertindak untuk mewujudkan pengalaman hasil pengenalan dirinya. Pendampingan orang dewasa, dalam hal ini orang tua, masyarakat, dan guru, penting untuk melancarkan proses tumbuh kembang anak.

Sayangnya fenomena kejahatan pada anak justru yang belakangan ini malah marak, atau bukan belakangan ini kemungkinan kejadiannya. Bahkan bisa saja sudah lama kejadiannya namun baru terkuak belakangan ini.

Tidak jarang pelaku kejahatan terhadap anak bisa orang dewasa, bisa pula teman sebayanya. Pelaku juga bisa berasal dari orang yang dipercaya anak. Seperti kasus dugaan kekerasan seksual dan kasus perundungan yang mengakibatkan korban trauma, atau bahkan depresi.

Tentu ini menjadi pekerjaan rumah besar. Pada tulisan ini saya mengomentarinya dari sudut pandangan guru. Sebagai orang dewasa yang mendapat amanah orang tua di sekolah, sebenarnya apa sih yang bisa guru dan segenap warga sekolah lakukan untuk anak.

Baca Juga: Fakta Menarik Seputar Malang, dari Bahasa Walikan Sampai Kota Pendidikan

Bagaimana pendampingan anak mewujudkan pengembangan dirinya? Bagaimana prinsip utama yang harus semua pihak pegang dalam berinteraksi di sekolah? Ini penting karena sekolah menjadi rumah kedua bagi anak. Khususnya bagi anak yang menempuh pendidikan formal.

Setiap anak memiliki nyala hidupnya sendiri. Ada yang mungkin saat ini sudah terang, tapi ada pula yang masih hampir terang, atau bahkan masih remang-remang. Tentu nyala tiap anak berbeda.

Warnanya berbeda. Prinsip utama yang harus semua bapak ibu guru miliki yakni anak bukan lah kertas kosong. Anak memiliki kodrat. Kodrat biologis dan kodrat intangibe. Kedua kodrat ini merupakan bawaan. Bagian dari anugrah Tuhan. Sesuatu yang guru ajak anak-anak bersama untuk terus berkembang bersamanya.

Lantas apa yang harus guru lakukan bersama anak? Guru menuntun anak sesuai kodratnya untuk mewujudkan budi pekerti atau karakter luhur. Caranya dengan memburamkan kodrat yang kurang baik untuknya dan menebalkan kodrat yang baik untuknya.

Contoh ketika anak memiliki bawaan pemarah, maka kita berupaya untuk mengajarinya mengelola emosi marahnya. Seperti dengan cara menarik napas panjang, kemudian melepaskan pelan-pelan dengan memejamkan mata.

Atau kita alihkan dengan dia menggambar perasaannya saat itu pada kertas. Cara yang guru ajarkan ini lah yang disebut pendidikan.

Tentu ketika guru melakukan pendidikan, prasyarat utama, guru harus selesai dengan dirinya. Artinya mendarmabaktikan dirinya untuk tujuan mendidik anak. Bukan hanya mengajar atau transfer ilmu. Karena jika hanya transfer ilmu, saat ini sudah banyak yang dapat menggantikan.

Mulai google, instagram, bahkan mungkin tiktok dan youtube. Namun untuk mendidik, guru masih bisa berdinamika di dalamnya. Melalui mendidik, guru berdampingan dengan anak untuk mewujudkan karakter luhur. Prasyaratnya, guru sudah harus pula memiliki karakter luhur. Sehingga dalam mendidik anak, tak lagi bias dengan dirinya.

Pada beberapa kasus kekerasan seksual yang melibatkan guru, saya meyakini guru tersebut belum selesai dengan dirinya. Dia tidak mampu menyadari dirinya bagian dari pendidik.

Bersama orang tua mengantarkan anak menumbuhkembangkan dirinya. Kodrat negatif yang guru ini bawa tak mampu dia buramkan. Sehingga dominan dan menguasai dirinya. Ini yang membuat munculnya tindakan tak patut yang guru tersebut lakukan pada murid.

Demikian pula dengan kasus perundungan yang melibatkan teman sebaya. Masih ada paradigma lama jika perundungan itu bagian dari bercanda. Padahal tidak. Perundungan bagian dari kejahatan.

Harus sejak awal guru pahamkan pada anak. Pada sekolah kami, selalu saat MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) kemarin tegas sekolah katakan ada tiga hal jangan sampai murid lakukan baik di sekolah maupun luar sekolah.

Pertama perundungan/bullying, kedua intoleransi, dan ketiga kekerasan seksual. Harapannya jika sejak awal guru ingatkan, maka akan membekas dan para murid jadikan tuntunan dalam berinteraksi di sekolah.

Pemerintah sebenarnya telah menfasilitasi munculnya paradigma menyalakan hidup anak pada dunia pendidikan formal.Paling utama adanya program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Sebuah program setara dengan pembelajaran sehari-hari pada sekolah formal.

Tapi bukan belajar mapel tertentu. Namun guru bersama anak merancang program untuk menumbuhkan enam profil pelajar pancasila. Mulai dari beriman dan bertakwa pada Tuhan dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis.

Artinya tidak melulu hanya mengejar pencapaian akademis. Melainkan pula menumbuhkan murid berprofil pelajar Pancasila. Lantas bagaimana sekolah anda? Bagaimana sekolah anak atau keluarga anda? Mari kawal bersama nyala anak-anak kita di sekolah.

 

*Penulis adalah mahasiswa S2 Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang-Guru Bimbingan dan Konseling SMAN 1 Kraksaan Kab. Probolinggo

Editor: Herlianto. A

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Tags: anakPendidikan AnakSMAN 1 Kraksaan

Related Posts

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang
Catatan

Connecting The Dots dan Magister Psikologi UIN Malang

Kamis, 27 Agu 2026
Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’
Catatan

Membaca Ulang Warisan Spiritual KH Abdul Hamid Chasbullah dalam ‘Sendang Winotan’

Senin, 24 Agu 2026
Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?
Catatan

Menagih Batin Jam’iyyah: Mengapa NU Tak Boleh Berjarak Sejengkal Pun dari Pesantren?

Minggu, 23 Agu 2026
Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran
Catatan

Kota Malang: Antara Pusat dan Pinggiran

Jumat, 21 Agu 2026
Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan
Catatan

Fotografi Produk Jadi Jalan UMKM Bertahan

Rabu, 19 Agu 2026
Next Post
Para siswa sekolah IT Insan Permata Malang menjalani Uji Publik hafalan Al-quran. (Foto/M Sholeh)

Siswa PAUD hingga SMPIT Insan Permata Malang Jalani Uji Publik Demo Hafalan Alquran

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.