Tugumalang.id – Delapan dosen Universitas Islam Malang (Unisma) sukses memborong penghargaan di ajang Anugerah Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) 2026. Hal ini menegaskan capaian Unisma dalam kontribusi pengembangan riset dari perguruan tinggi.
Capaian tersebut sekaligus menjadikan Unisma sebagai perguruan tinggi dengan jumlah penerima penghargaan dosen terbanyak di lingkungan PTNU se-Indonesia. Capaian ini dinilai sebagai indikator kuat kualitas akademik sekaligus kontribusi ilmiah sivitas akademika Unisma di tingkat nasional.
Baca Juga: Unisma Gagas Green Graduation Movement: Karangan Bunga Wisuda Berubah jadi Tanaman Hidup!
Rektor Unisma, Prof. Drs. Junaidi Mistar, MPd. PhD, menjelaskan jika 8 dosen kampus tersebut meraih posisi strategis di berbagai bidang kategori keilmuan. ”Ini menjadi capaian yang sangat membanggakan sepanjang tonggak sejarah Unisma,” ungkapnya, Rabu (11/3/2026).

Adapun ke-8 dosen berprestasi Unisma tersebut antara lain di kategori agroteknologi, Prof. Dr. Ir. H. Agus Sugianto, S.T., M.P meraih peringkat pertama. Sementara peringkat kedua di bidang yang sama diraih Prof. Novi Arfarita, SP., MP., M.Sc., Ph.D.. Sementara di bidang ilmu sosial, posisi pertama diraih oleh Hayat.
Lanjut, Prof. Dr. Nour Athiroh Abdoes Sjakoer, S.Si., M.Kes. menempati peringkat pertama pada kategori ilmu alam dan kehidupan. Pada bidang pendidikan, Dr. Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd menempati peringkat ketiga. Kemudian pada bidang kedokteran dan kesehatan, Dr. Yudi Purnomo, S.Si., Apt., M.Kes juga meraih posisi ketiga.
Di bidang teknik, Dr. Ir. Hj. Eko Noerhayati, M.T menempati peringkat kedua. Sementara dalam kategori cendekiawan ilmu agama bidang fikih, Dr Shofiatul Jannah, M.H.I. memperoleh peringkat ketiga.
Baca Juga: Wisuda ke-78 Unisma Jadi Kado Perdana Pasca Raih Predikat PTNU Terbaik 1 Nasional
Prof. Jun, sapaan akrabnya menjelaskan jika capaian prestisius yang ditorehkan delapan dosen tersebut dilakukan secara ketat dan berbasis data akademik. Total ada sekitar 545 nominasi dosen dari berbagai perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia yang dinilai.
Prof. Jun menerangkan jika basis utama penilaian menggunakan data akademik yang tercatat dalam sistem SINTA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dari basis data itu, panitia menilai berbagai indikator, mulai dari dampak akademik karya ilmiah, kontribusi kepada masyarakat, relevansi terhadap pengembangan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama, hingga reputasi nasional maupun internasional para kandidat.
Salah satu dosen penerima penghargaan, Agus Sudiyanto tak menyangka jika karya-karyanya yang sudah tercatat dalam sistem SINTA mendapat penilaian. ”Hingga kemudian tiba-tiba saya dihubungi untuk menghadiri acara penghargaan,” ujarnya.
Agus sendiri memiliki fokus riset pada bidang jamur konsumsi sejak awal 2000. Selama lebih dari dua dekade, ia menekuni penelitian mengenai berbagai jenis jamur yang dapat dikonsumsi, baik yang dibudidayakan menggunakan media padat maupun media cair.
Selain penelitian, ia juga aktif menulis buku dan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Hingga kini, jumlah buku yang telah ia tulis mencapai 68 judul.
Salah satu inovasi yang cukup dikenal adalah pengembangan kultur jamur berbasis media cair yang dimanfaatkan dalam produk minuman fermentasi berbasis teh.
”Saya sudah lebih dari dua dekade mengabdi di sini dan ini seolah menjadi hadiah atas perjalanan saya tersebut, Apa yang saya lakukan selama ini adalah bagian dari pengabdian saya kepada kampus yang membesarkan saya,” ujarnya.
Capaian tersebut menjadi penegas posisi Unisma sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama.
Rektor berharap ini menjadi motivasi bagi dosen-dosen lain untuk membuat ebih banyak karya ilmiah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























