Tugumalang.id – Masa kuliah atau jadi mahasiswa identik dengan kemandirian dan salah satu tantangan terbesarnya adalah mengelola keuangan. Seringkali, saat kita berupaya menghemat, muncul kekhawatiran di cap pelit oleh teman-teman. Padahal, hidup minimalis sama sekali tidak fokus pada kekurangan.
Minimalis adalah tentang cara cerdas kelola uang dan waktu. Ini adalah gaya hidup yang berfokus pada apa yang benar-benar memberikan nilai tambah dan mengeliminasi hal-hal yang hanya memicu stres atau menghabiskan uang saku tanpa hasil.
Baca Juga: FH Unisma Lepas 75 Calon Wisudawan, Tren IPK dan Prestasi Mahasiswa Meningkat Pesat
Berikut 7 tips hidup minimalis ala mahasiswa yang akan membantu mahasiswa lulus tanpa overspending dan overstressed.
1. Minimalis dalam Anggaran: Terapkan Aturan 50/30/20
Aspek terpenting dari hidup minimalis bagi mahasiswa adalah budgeting.
Metode populer 50/30/20 adalah kerangka kerja penganggaran yang dipopulerkan oleh Elizabeth Warren dan sering direkomendasikan oleh para ahli keuangan.
Metode ini membantu kamu membagi penghasilan dengan bijak, memastikan kebutuhan terpenuhi dan tujuan tercapai.
• 50% untuk kebutuhan pokok (Needs): Alokasikan untuk hal-hal mutlak seperti tempat tinggal, makan, biaya kuliah, dan transportasi.
• 30% untuk keinginan (Wants): Anggaran untuk hiburan, jajan, atau self-reward. Batas 30% ini membuatmu sadar prioritas agar tidak overspending.
• 20% untuk tabungan & investasi (Savings): Porsi yang wajib disisihkan di awal bulan untuk dana darurat atau modal masa depan. Disiplin menyisihkan inilah inti dari minimalisme finansial
2. Terapkan Aturan “Satu Masuk, Satu Keluar”
Ingin kamar kos tetap rapi dan tidak penuh barang yang tidak berguna? Terapkan prinsip “one in, one out.” Setiap kali kamu membeli barang baru, lepaskan satu barang lama yang sejenis.
Baca Juga: 4 AI Gratis untuk Membantu Buat Skripsi dan Tugas Mahasiswa
Misalnya, kalau beli jaket baru, sumbangkan atau jual jaket lama yang sudah jarang dipakai. Dengan begitu, kamu hanya menyimpan barang yang benar-benar punya fungsi.
Selain hemat ruang, aturan ini juga membantu kamu belajar decluttering alias membersihkan kekacauan hidup.
3. Prioritaskan Kebutuhan, Bukan Keinginan (Trik “Tunggu 7 Hari”)
Kita sering tergoda membeli barang karena diskon, tren, atau FOMO (Fear of Missing Out).
Coba terapkan trik “tunggu 7 hari”: kalau setelah seminggu kamu masih merasa butuh, silakan dibeli. Kalau tidak, berarti itu hanya keinginan sesaat.
4. Minimalis Pengeluaran Makanan: Bawa Bekal dari Rumah
Biaya makan bisa jadi lubang hitam keuangan mahasiswa. Membawa bekal adalah solusi minimalis yang hemat dan sehat.
Jangan lupa membawa tumbler untuk air minum – hemat uang, sekaligus ramah lingkungan.
5. Go Digital: Minimalis di Meja Belajar
Tumpukan kertas, print-out, dan buku catatan yang tidak terkelola adalah musuh minimalis.
Gunakan aplikasi seperti Notion atau Google Keep untuk mencatat kuliah dan membuat to-do list.
Simpan semua file penting di Google Drive agar aman dari kehilangan data dan mengurangi kekacauan fisik di meja belajar.
6. Minimalis Komitmen: Fokus pada Satu atau Dua Hal
Mahasiswa minimalis tahu bahwa energi dan waktu jauh lebih berharga dari uang. Daripada ikut semua kegiatan, pilih satu atau dua yang benar-benar mendukung tujuan akademik atau kariermu.
Tolak ajakan yang hanya menguras waktu dan tidak sejalan dengan prioritas hidupmu.
7. Detoks Digital Sebelum Tidur
Minimalis juga soal menjaga kesehatan mental. Batasi “racun” informasi dari media sosial yang memicu stres atau social comparison.
Buat batasan waktu scrolling 30–60 menit sebelum tidur sebagai zona bebas gadget. Ganti dengan membaca buku atau meditasi ringan.
Unfollow akun yang membuatmu cemas, dan pertahankan feed yang positif. Hidup minimalis bukan berarti menolak kenyamanan. Ini tentang mengendalikan diri di tengah dunia yang serba cepat dan konsumtif.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Ita Rosyida (Magang)
Editor: Herlianto. A
























