Oleh: Achmad Nilam*
Tugumalang.id – Bulan Ramadan adalah waktu yang sangat dinantikan oleh para santri di pondok pesantren. Selain sebagai bulan turah-turahnya berkah, Ramadan juga menjadi momen untuk khataman ngaji kitab.
Nah, bagi santri yang tidak pulang pondok pesantren, selain ngaji kitab yang diampu langsung oleh Kiai, mereka biasanya mengisi Ramadan dengan berbagai kegiatan yang khas dan penuh makna. Berikut adalah beberapa kebiasaan santri saat bulan Ramadan.
1. Bangun Sahur Bersama
Setiap malam, para santri dibangunkan oleh pengurus Pesantren atau teman kamar untuk melaksanakan sahur bersama. Pengeras suara menggema di seluruh area pesantren, mengajak santri untuk bangun dan mempersiapkan diri menyambut sahur.
Baca Juga: Keutamaan Bersedekah di Bulan Ramadan
Makanan sahur biasanya disediakan oleh dapur pesantren atau dimasak secara bergiliran oleh santri. Suasana sahur di pesantren selalu hangat dan penuh semangat, meski mata masih berat untuk terbangun.
2. Salat Subuh Berjemaah dan Tadarus Al-Qur’an
Setelah sahur, para santri berkumpul di masjid atau musala untuk melaksanakan salat subuh berjemaah. Setelah salat, mereka duduk melingkar untuk tadarus Al-Qur’an. Biasanya, setiap santri memiliki target untuk mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadan. Bagi para santri bulan puasa menciptakan atmosfer yang khusyuk dan penuh berkah.
3. Ngaji Pasaran
Salah satu tradisi unik di pesantren adalah ngaji pasaran, yaitu pengajian intensif yang diadakan selama bulan Ramadan dengan target khatam. Para santri biasanya ngaji kitab kuning seperti Minhajul Abidin, Ta’limul Muta’allim, Riyadhus Shalihin, dll. yang dibaca langsung oleh kyai atau Gus.
Baca Juga: Ini Daftar 10 Masjid di Malang yang Menyediakan Takjil Selama Ramadan 2025
Ngaji pasaran biasanya berlangsung cepat dan lama hingga berjam-jam setiap hari hingga tanggal likuran di bulan Ramadan.
4. Salat Tarawih dan Witir Berjemaah
Salat tarawih adalah kegiatan wajib bagi santri di bulan Ramadan. Sudah lazim dan telah menjadi tradisi, salat tarawih di pesantren dilaksanakan dengan 20 rakaat dan diakhiri dengan salat witir 3 rakaat.
Lengkap dengan bilalnya yang disambut dengan gemuruh menambah serunya momen Tarawih di Pesantren.
5. I’tikaf di Masjid
Di sepuluh malam terakhir Ramadan, banyak santri yang melakukan i’tikaf di masjid. Mereka menghabiskan waktu untuk beribadah, membaca Al-Qur’an, atau nderes hafalan, dan munajat kepada Allah.
I’tikaf menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para santri apalagi 10 hari terakhir bilan Ramadhan karena diyakini sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar.
6. Buka Puasa Bersama
Buka puasa di pesantren selalu menjadi momen yang dinanti. Para santri biasanya berbuka dengan kolak yang disediakan oleh ndalem atau air putih terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjemaah bersama Kiai.
Setelah salat, mereka menyantap hidangan buka puasa bersama-sama.
Buka puasa bersama ini menjadi momen yang tak jarang dirindukan oleh alumni-alumni pesantren.
7. Ngopi
Salah satu momen ngopi paling seru adalah saat tengah malam, terutama di bulan Ramadan. Setelah salat tarawih, ngaji kitab, dan tadarus, para santri berkumpul untuk ngopi dan ngudud bareng.
Ngopi para santri biasanya selalu penuh cerita lucu dan candaan segar. Biasanya, ada saja kejadian kocak di tengah-tengah obrolan yang membuat pendengarnya terpingkal-pingkal.
Kebiasaan santri di bulan Ramadan mengajarkan kita tentang semangat menuntut ilmu dan keikhlasan meningkatkan ibadah.
Ramadan di pesantren bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membentuk karakter dan spiritualitas yang kuat.
Semoga kebiasaan-kebiasaan positif ini dapat menginspirasi kita semua untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk menjadi manusia yang lebih baik.
Selamat menunaikan ibadah Puasa!
*Penulis mengabdi di Pondok Pesantren Terpadu Al Amin Sukosari, Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A





























