MALANG, Tugumalang.id – Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyebutkan terdapat tujuh desa di Malang Selatan, Jawa Timur, yang terdampak banjir dan longsor pada Sabtu (20/9/2025) lalu.
Tujuh desa tersebut adalah:
1. Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan
2. Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan
3. Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan
4. Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan
5. Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan
6. Desa Sumbertangkil, Kecamatan Tirtoyudo
7. Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading
Baca Juga: Wali Kota Malang Sebut Bank Dunia Bakal Gelontorkan Rp154 Miliar untuk Penanganan Banjir
Desa Sitiarjo, Kedungbanteng, Sidodadi, dan Gajahrejo terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Panguluran. Sementara Desa Tumpakrejo, Sumbertangkil, dan Wirotaman terdampak tanah longsor.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan merinci, setidaknya 2.228 jiwa atau 830 kepala keluarga terdampak banjir di Desa Sitiarjo dan Kedungbanteng. Air menggenang setinggi 1,5 meter di area seluas kurang lebih 1,5 hektare.
“Banjir ini membawa material ranting pohon dan lumpur. Banjir berangsur surut sekitar enam jam setelah menggenangi rumah warga,” terang Sadono, Senin (21/9/2025) malam.
Baca Juga: Fenomena Gelombang Rossby, Penyebab Banjir Ekstrem di Bali Menurut BMKG
Sementara itu, terdapat 45 rumah yang tergenang air setinggi 60 centimeter di Desa Sidodadi dan Gajahrejo. Banjir di dua desa ini surut dalam kurun waktu dua jam.
“Dampak banjir telah dibersihkan oleh petugas, relawan, dan warga,” kata Sadono.
Di waktu yang sama, terjadi tanah longsor di Desa Tumpakrejo. Longsor ini terjadi di bahu jalan dan tidak ada rumah yang terdampak.
Di Desa Sumbertangkil, sebanyak empat rumah terdampak tanah longsor. Sedangkan di Desa Wirotaman, sebanyak dua rumah terdampak tanah longsor.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dari peristiwa tanah longsor dan banjir ini. Tidak ada laporan kerusakan berat pada rumah-rumah yang terdampak.
Sadono menambahkan, personel gabungan dari belasan instansi bersama masyarakat masih melakukan pembersihan pada Senin (22/9/2025). Petugas juga masih melakukan sumur warga yang terdampak banjir hingga Rabu (24/9/2025).
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























