Malang, Tugumalang.id – Yayasan Lari Nusantara (NusantaRun) berhasil mengumpulkan donasi senilai Rp 645 juta dari total 58 pelari. Donasi ini diserahkan ke Yayasan Guru Belajar untuk mendukung program Kejar Cita.
Program Kejar Cita sendiri merupakan program penguatan ekosistem atlet pelajar yang seringkali kesulitan menyeimbangkan prestasi akademik dan kejuaraan.
Donasi ini dikumpulkan oleh 58 pelari ultra-marathon pada awal Desember lalu, terdiri dari 16 pelari kategori full-course berlari 167 KM Lumajang-Banyuwangi, dan 42 pelari kategori half-course berlari 75 KM Jember-Banyuwangi. Mereka berlari sambil melakukan pengumpulkan donasi.
Menurut Rizqy Rahmat Hani, perwakilan Yayasan Guru Belajar, atlet pelajar terutama dari kalangan keluarga ekonomi kurang mampu banyak menghadapi tantangan.
Baca Juga: PSSI Askab Kabupaten Malang Segera Gelar Kompetisi Sepak Bola untuk Atlet Pelajar SD-SMP
Mulai ekspektasi orang tua yang tinggi tanpa dukungan yang memadai, goal antara sekolah dan klub tidak sejalan, guru di sekolah tidak memfasilitasi keragaman kebutuhan atlet pelajar dalam pembelajaran, dan program sekolah yang tidak memberi wadah khusus untuk mereka.
Nantinya, pogram Kejar Cita ini akan meningkatkan kapasitas pelatih para atlet untuk lebih bisa memahami beban atlet pelajar.
”Dengan begitu juga nantinya bisa meningkatkan kepedulian orangtua, dan meningkatkan kompetensi gurunya agar bisa menerapkan diferensiasi pembelajaran yang tentu dibutuhkan oleh atlet pelajar,” terang Rizky, (Selasa 16/1/2024).
Selain melakukan pendampingan terhadap pelatih, guru, sekolah, dan orangtua, pihaknya juga akan memberikan beasiswa belajar untuk pelajar. Pelajar terpilih akan mendapat beasiswa untuk bersekolah di Sekolah Murid Merdeka (SMM).

Rizqy menjelaskan, sistem blended-learning atau pembelajaran campuran di SMM akan mendukung kebutuhan atlet pelajar. Pasalnya, jadwal pembelajaran lebih fleksibel dan terdapat rekaman kelas sehingga pelajar bisa mengejar ketertinggalannya.
Baca Juga: Wabup Malang Semangati Peserta Liga Pelajar untuk Jadi Atlet Profesional
“Program ini menyasar atlet pelajar di Lumajang, Situbondo, Jember, dan Banyuwangi. Lokasi ini dipilih sesuai dengan rute lari para pelari NusantaRun, yang setiap tahunnya bergeser ke arah timur sejak tahun 2013 diawali di Jakarta,” kata Rizky.
Melalui Program Kejar Cita, dia berharap dapat melahirkan generasi baru atlet pelajar yang tidak hanya berhasil di tingkat lokal atau nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional sebagai atlet profesional.
BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
editor: jatmiko





























