Tugumalang.id – Pemasaran di era digital kini tidak hanya berfokus pada strategi dasar atau yang umum digunakan seperti promosi dan penjualan, namun juga mengedepankan pendekatan yang lebih personal, emosional, dan relevan dengan kebutuhan konsumen.
Terutama dengan adanya proses pemasaran digital atau yang kini dikenal dengan istilah digital marketing yang terus berubah seiring dengan perkembangan teknologi.
Oleh karena itu, bisnis harus dapat mempersiapkan diri dan beradaptasi dengan perkembangan tren dalam dunia pemasaran – atau mereka akan terjebak dalam strategi yang sudah usang dan tertinggal dari kompetitor lainnya.
Baca Juga: Transformasi Kreativitas Digital Modern Menggunakan Teknologi AI desain dan video AI untuk Konten Profesional yang Lebih Efekti
Di tahun 2026 ini, banyak tren marketing baru yang muncul dan sudah diprediksi kehadirannya semenjak akhir tahun 2025.
Tren ini muncul dengan adanya perubahan perilaku konsumen yang semakin bijaksana dalam memilih dan memeriksa desain maupun manfaat produk yang akan mereka gunakan.
Konsumen lebih menghargai adanya otentisitas, keaslian, dan kepedulian sosial dari suatu brand melalui pemanfaatan dan personalisasi pemasaran yang mereka gunakan. Dengan memahami tren pemasaran digital yang kini ramai digunakan, pemahaman ini dapat menjadi kunci untuk bertahan dan juga mendominasi pasar.
Berikut 5 tren digital marketing terbaru yang dapat digunakan para pelaku usaha untuk mempertahankan dan bersaing dalam dunia bisnis modern:
1. Personalisasi konten
Artificial Intelligence (AI) adalah simulasi kecerdasan manusia yang dimodelkan dalam mesin atau komputer agar dapat berpikir hingga mengambil keputusan selayaknya manusia.
Tren kecerdasan buatan ini banyak digunakan dalam digital marketing untuk proses riset data dan pencarian topik agar dapat menyajikan konten yang relevan secara otomatis. Proses otomatis ini membantu bisnis menjalankan strategi mereka dengan lebih cepat, akurat, dan efisien.
Teknologi ini juga memungkinkan pelaku usaha untuk memahami perilaku dan preferensi konsumen mereka secara mendalam melalui data yang terintegrasi dari berbagai sumber.
Baca Juga: Pelantikan IKA ITN Malang 2025-2030 di Balai Kota, Wahyu Hidayat Usung Transformasi Digital Alumni
Dengan begitu, konten dan rekomendasi yang ditampilkan dapat disesuaikan secara spesifik dengan kebutuhan dari masing-masing pengguna sehingga menciptakan pengalaman yang lebih relevan dan interaktif bagi konsumen mereka.
2. Konten Berdurasi Pendek (Short Video)
Konten dengan video pendek yang banyak ditayangkan melalui platform seperti TikTok, Instagram, dan Youtube Short kini menjadi format promosi yang dominan dalam digital marketing.
Video berdurasi pendek ini mampu menyampaikan pesan dengan cepat, menarik, dan mudah dikonsumsi oleh penonton dalam jangkauan luas. Selain itu, Gen Z dan Gen Alpha yang kini mendominasi bermain di sosial media juga banyak melakukan pencarian dalam platform-platform tersebut.
Sehingga penambahan caption dan kata kunci atau tag perlu diperhatikan agar video tersebut masuk ke dalam pencarian dan menambah jumlah kunjungan.
3. Retention
Dalam konteks digital marketing, sebuah konten harus mampu mempertahankan perhatian audiens sejak detik pertama audiens tersebut melihat konten atau video yang ditayangkan.
Beberapa detik awal merupakan penentu apakah penonton akan melanjutkan atau langsung melewati konten tersebut. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu membuat hook yang kuat di awal video, seperti visual yang menarik, pertanyaan yang memicu rasa penasaran, dan penyampaian inti pesan secara cepat.
4.Brand Creator
Tren brand creator menunjukkan pergeseran peran dari sebuah brand yang kini mengajak pemilik merek untuk ikut mengomunikasikan dan membangun identitas melalui storytelling brand dalam membangun bisnis.
Tren ini didorong oleh otentisitas dan kepercayaan audiens yang kuat karena kreator dinilai lebih mampu menyampaikan pesan yang relatable pada audiens mereka.
5. Influencer Marketing & UGC (User Generated Content)
Saat ini banyak brand yang beralih ke tren Micro-Influencer atau Nano-influencer (influencer yang memiliki 10.000 – 100.000 followers).
Influencer dengan jumlah followers tersebut kini banyak diminati karena memiliki audiens yang lebih spesifik dan dianggap lebih jujur serta memiliki komunitas yang setia sehingga memiliki tingkat kepercayaan yang jauh lebih tinggi.
Influencer marketing kini juga dipercaya untuk berkembang ke arah yang lebih autentik melalui User Generated Content (UGC).
UGC adalah konten yang dibuat langsung oleh pengguna, seperti review, testimoni, atau pengalaman menggunakan produk.Konten jenis ini cenderung lebih dipercaya dibandingkan iklan biasa karena dianggap lebih jujur dan nyata.
Tren digital marketing akan semakin kompleks dan terintegrasi karena adanya perubahan teknologi, data, dan perilaku konsumen.
Para pelaku usaha tentunya harus bisa beradaptasi dengan setiap perubahan yang terjadi khususnya dengan menyesuaikan strategi pemasaran dalam dunia digital yang akan terus berubah dan menyesuaikan permintaan konsumen.
Konsumen saat ini akan lebih menghargai proses dan hasil yang asli dan transparan sehingga pelaku usaha memiliki peluang untuk memasukkan nilai tersebut ke dalam tren pemasaran mereka dengan cara yang baru dan inovatif.
Perlu diingat kembali bahwa teknologi adalah alat bantu. Sehingga, tidak perlu membuat tren yang ada terlihat begitu canggih hingga melupakan nilai yang perlu dipahami dalam membuat tren yang ada, namun tetap lihat dan pahami apa yang sebenarnya diinginkan oleh pelanggan untuk menambah value dalam setiap tren promosi yang dibuat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Nathasya Amalia/Magang
Editor: Herlianto. A


























