Malang, Tugumalang.id – Kebiasaan impulsive buying atau membeli barang secara spontan tanpa pertimbangan masih sering dialami banyak orang, terutama saat melihat promo menarik di pusat perbelanjaan maupun media sosial. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat membuat pengeluaran menjadi lebih boros dan sulit terkontrol.
Dalam kanal YouTube DRV CHANNEL, psikolog Indah Sundari Jayanti, M.Psi. menjelaskan bahwa banyak orang membeli barang bukan karena benar-benar membutuhkan, melainkan karena sedang diskon, terlihat lucu, atau sedang viral. Jika terus dilakukan, impulsive buying dapat membuat barang menumpuk dan kondisi keuangan menjadi tidak teratur.
Tips Tidak Mudah Terjebak Impulsive Buying.
Sadari Pola Belanja Sehari-hari
Belanja pada dasarnya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, banyak orang tidak menyadari pola belanjanya sendiri sehingga tanpa sadar terus membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.
Seseorang kerap membeli barang hanya berdasarkan keinginan sesaat tanpa mempertimbangkan manfaat jangka panjangnya. Karena itu, sebelum membeli sesuatu, sebaiknya pikirkan kembali beberapa kali apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar keinginan sementara.
Selain itu, mulai mencatat barang yang sering dibeli juga dapat membantu mengenali kebiasaan belanja yang kurang terkontrol sehingga lebih mudah melakukan evaluasi pengeluaran.
Baca juga: Tips Journaling ala Zahid Ibrahim dengan Morning Pages untuk Redakan Stres
Buat Anggaran Dana dan Daftar Pengeluaran
Untuk mengurangi impulsive buying, seseorang perlu lebih bijak dalam mengatur pemasukan, pengeluaran, dan kondisi keuangan pribadi. Dengan memiliki anggaran dana yang jelas, keputusan saat membeli barang akan menjadi lebih terarah.
Membuat daftar belanja juga bisa membantu agar tidak mudah tergoda membeli barang di luar kebutuhan utama. Kehadiran daftar kebutuhan membuat aktivitas belanja menjadi lebih efisien dan tidak melebar ke barang-barang yang sebenarnya tidak direncanakan.
Melalui pengelolaan anggaran yang baik, seseorang dapat mengetahui batas pengeluaran sehingga kondisi keuangan menjadi lebih stabil dan tidak cepat habis tanpa disadari.
Hindari Scroll Marketplace Secara Berlebihan
Di era digital seperti sekarang, belanja online menjadi semakin mudah dilakukan kapan saja tanpa harus keluar rumah. Marketplace juga sering menghadirkan promo, diskon, hingga flash sale yang memicu seseorang membeli barang hanya karena harga sedang murah.
Padahal, harga murah belum tentu menandakan barang tersebut benar-benar diperlukan. Banyak orang akhirnya melakukan checkout hanya karena takut melewatkan kesempatan diskon.
Dengan mengurangi kebiasaan scroll marketplace secara berlebihan, dorongan untuk berbelanja biasanya juga akan ikut berkurang sehingga pengeluaran bisa lebih terkendali.
Baca juga: Cara Efektif Menghindari Distraksi Saat Belajar dengan 5 Tips Ini
Cari Kesibukan Lain yang Lebih Bermanfaat
Indah Sundari Jayanti menjelaskan bahwa daripada terus memikirkan keinginan untuk belanja, lebih baik mencari aktivitas lain yang lebih bermanfaat seperti berolahraga atau menjalani hobi yang disukai.
Selain itu, uang yang dimiliki juga bisa digunakan untuk hal yang lebih bernilai, misalnya mengajak keluarga makan bersama atau membantu kebutuhan orang lain.
Dengan begitu, pengeluaran tidak hanya digunakan untuk memenuhi keinginan sesaat, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih besar bagi diri sendiri maupun orang lain.
Miliki Kontrol Diri yang Kuat
Kontrol diri menjadi salah satu kunci utama untuk mengurangi kebiasaan impulsive buying. Seseorang perlu memahami kapan harus berbelanja dan kapan harus menabung.
Banyak orang memiliki kebiasaan langsung membeli barang yang baru dilihat tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu. Padahal, tidak semua barang yang terlihat menarik benar-benar diperlukan.
Untuk mengatasinya, cobalah menyimpan barang ke dalam keranjang terlebih dahulu dan menunda pembelian selama beberapa jam atau beberapa hari. Dalam banyak kasus, rasa ingin membeli biasanya akan mulai berkurang setelah diberikan jeda waktu.
Kebiasaan impulsive buying memang tidak mudah dihilangkan, terutama di tengah banyaknya promo dan tren belanja di media sosial. Namun, kebiasaan tersebut tetap bisa dikurangi secara perlahan melalui langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Selain membantu lebih hemat, cara ini juga melatih seseorang untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dengan pengelolaan belanja yang lebih bijak, kondisi keuangan pun dapat menjadi lebih stabil dan teratur.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Intan Adelia/Magang
redaktur: jatmiko


















