Kota Batu, Tugumalang.id – Wali Kota Batu Nurochman menginstruksikan percepatan pemulihan jaringan air bersih yang terdampak banjir dan berimbas pada sekitar 4.000 KK di kawasan hulu Coban Rais, Kota Batu. Upaya percepatan dilakukan melalui revitalisasi di Titik Nol Sumber Darmi sebagai salah satu titik krusial distribusi air bersih.
Kawasan tersebut diketahui merupakan sumber penting bagi jaringan distribusi Perumdam Among Tirto. Banjir yang terjadi sebelumnya merusak jaringan pipa sepanjang kurang lebih 300 meter dan menyebabkan pasokan air ke ribuan pelanggan terganggu.
Pada Minggu (30/11/2025), Cak Nur menegaskan bahwa pemulihan jaringan air bersih harus menjadi prioritas utama mengingat fungsi vitalnya bagi masyarakat.
“Pemulihan jaringan air bersih ini harus benar-benar jadi prioritas karena fungsinya vital bagi masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: Raih Penghargaan TP2DD, Wali Kota Batu Tegaskan Akselerasi Digital dan Stabilitas Harga Pangan
Ia menjelaskan bahwa kerusakan jalur pipa di kawasan hulu bukan sekadar kerusakan ringan, tetapi kerusakan berat akibat material lumpur. Selain menginstruksikan percepatan pemulihan, Cak Nur juga menyampaikan apresiasi terhadap respon cepat Perumdam Among Tirto pascabencana.
Cak Nur turun langsung bersama relawan dan petugas teknis untuk melakukan aksi bersih-bersih sekaligus meninjau jalur pipa yang akan dinormalisasi.
Saat ini, fokus pekerjaan lapangan dipusatkan pada pembukaan jalur pipa dari sisa material banjir agar aliran air dapat segera kembali menuju instalasi distribusi.
Terkait pendanaan, Pemkot Batu tengah mengkaji kemungkinan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT). Namun Cak Nur menegaskan bahwa mekanisme BTT memiliki aturan ketat sehingga perlu pengecekan langsung di lapangan sebelum diputuskan.
“Saya pastikan semua harus sesuai aturan. Yang penting, pemulihan berjalan cepat tapi aman secara hukum,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Perumdam Among Tirto Kota Batu Achmad Yusuf menyampaikan bahwa pihaknya memiliki dana internal yang bersumber dari kontribusi PAD dan dapat dialokasikan untuk percepatan pemulihan.
“Ada dana yang sudah kami siapkan. Namun mekanisme pemanfaatannya diatur regulasi, termasuk perlunya SK bencana dan persetujuan dari KPM,” jelasnya.
Baca juga: Wali Kota Batu Ajak Generasi Muda Lanjutkan Semangat Perjuangan Pahlawan
Yusuf menambahkan bahwa penggunaan dana internal relatif lebih cepat dibanding mekanisme perubahan anggaran pemerintah karena proses birokrasi lebih singkat. Meski demikian, pihaknya tetap menempatkan kepatuhan regulasi sebagai prioritas dalam setiap tahapan.
“Kami ingin percepatan terjadi, tapi harus tetap aman. Semua tahapan akan kami lalui sesuai ketentuan,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























