MALANG, Tugumalang.id – Program Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) yang dicanangkan Kementerian Kesehatan RI resmi diluncurkan di Kabupaten Malang. Program ini akan segera diterapkan di 39 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Malang.
Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan prinsip-prinsip ILP sebenarnya sudah diterapkan di 39 puskesmas Kabupaten Malang. Akan tetapi, ada syarat-syarat administrasi yang harus penuhi dan saat ini masih dalam proses untuk melengkapi.
“Semua puskesmas kami sudah melakukan itu semua (prinsis ILP). Program-programnya sudah terintegrasi,” ujar Didik usai kegiatan Kick Off ILP di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (15/10/2024).
Baca Juga: Dua Terdakwa Korupsi Puskesmas Bumiaji Divonis 1 Tahun 2 Bulan Penjara
Didik menjelaskan, ILP merupakan pendekataan yang berorientasi pada kebutuhan layanan yang diberikan secara komprehensif dan terintegrasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Program ini melibatkan puskesmas induk serta unit pelayanan kesehatan di kelurahan seperti puskesmas pembantu dan posyandu.
Dalam pelaksanaannya, ILP tersegmentasi dalam lima klaster pelayanan, yakni: Klaster Manajemen; Klaster Layanan Kesehatan untuk Ibu Hamil, Bayi, Balita, dan Remaja; Klaster Layanan Kesehatan untuk Usia Dewasa hingga Lanjut Usia; Klaster Penanggulangan Penyakit Menular; dan Klaster Lintas Klaster.
Baca Juga: Majelis Hakim Tolak Eksepsi 2 Terdakwa Korupsi Puskesmas Bumiaji
“Melalui implementasi ILP, harapannya tidak ada lagi kesenjangan dalam akses kesehatan,” ucap Didik.

Ia menambahkan hampir semua posyandu di Kabupaten Malang telah mencetak prestasi baik di tingkat Provinsi Jawa Timur maupun tingkat nasional. Hal ini karena posyandu di Kabupaten Malang juga telah menerapkan prinsip-prinsip ILP.
“Secara formal, ini menjadi program Pemerintah Pusat, tetapi pada hakikatnya ini sudah berjalan di Kabupaten Malang,” kata Didik.
Direktur Kesehatan Jiwa Kemenkes RI, dr Imran Pambudi mengatakan program ILP penting untuk diketahui masyarakat agar mereka tak kebingungan saat melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas.
Misalnya, seorang pasien yang mengeluh kepalanya pusing, akan menjalani sejumlah pemeriksaan seperti tekanan darah dan gula darah.
Hal ini dilakukan agar pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sehingga pengobatan tak hanya diberikan untuk jangka pendek. Bahkan, dari pemeriksaan tersebut, bisa diketahui akar permasalahan dari keluhan pasien.
“Contohnya anak batuk pilek. Tapi ketika dicek kok ternyata (tubuhnya) kecil. Ternyata stunting atau kurang gizi. Jadi harus ada intervensi yang berbeda,” jelas Imran.
Contoh lainnya, seorang pasien TBC tak hanya akan mendapatkan pengobatan untuk penyakitnya. Ia juga akan mendapatkan intervensi berupa pengecekan dan perbaikan rumah.
Untuk itu, program ini juga akan melibatkan sektor lain, seperti Dinas Sosial dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A