Kota Batu, Tugumalang.id – Peringatan World Cleanup Day atau Hari Bersih-Bersih Sedunia di Kota Batu, Jawa Timur, diwarnai aksi kerja bakti massal. Wali Kota Batu Nurochman memimpin langsung aksi bersih-bersih yang melibatkan puluhan ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga komunitas seniman pada Jumat (25/9/2026).
Aksi bersih-bersih dipusatkan di Pasar Induk Among Tani Kota Batu. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus wajah Kota Batu. Kebersihan pasar modern terbesar itu menjadi fokus utama untuk meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pengunjung.
Tak hanya bersih-bersih, Nurochman turut bergabung dengan komunitas seniman mural dalam aksi kreatif. Mereka melukis mural bertema pesan cinta lingkungan di tembok pagar Pasar Induk Among Tani. Mural tersebut dibuat untuk mencegah aksi vandalisme.
Baca juga: Wali Kota Batu Pimpin Aksi Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD di Kampung-kampung
Dalam sambutannya, Nurochman mengimbau seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk mencintai kebersihan lingkungan. Salah satunya dengan tidak sembarangan melakukan corat-coret di fasilitas umum.
Ia menuturkan, pihaknya telah menyiapkan ruang-ruang kreatif untuk menyalurkan kreativitas.
“Kami mengajak masyarakat lebih dalam lagi untuk mencintai lingkungan sehingga ketika berwisata maupun berkunjung rasanya nyaman,” kata dia.
Senada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Dian Fachroni menjelaskan, penataan ruang kreatif menjadi bagian dari upaya pembersihan sampah visual di Kota Batu.
Sampah visual yang dimaksud meliputi baliho dan spanduk kedaluwarsa, iklan yang tidak beraturan, hingga vandalisme yang mengganggu keindahan kota.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kota Batu telah menetapkan delapan titik ruang kreatif. Salah satunya berada di Pasar Induk Among Tani.
Baca juga: Jelang Indonesia ASRI, Polres dan Pemkot Batu Gelar Korve Massal
Meski begitu, karena ruang tersebut merupakan aset milik pemerintah, Dian menegaskan tetap memberlakukan kurasi karya untuk menentukan tema dan lokasi yang akan dilukis.
Pemkot Batu juga memberikan dukungan berupa stimulan bagi para seniman mural yang terlibat. Dukungan tersebut berupa penyediaan cat, ruang atau media gambar, serta operasional selama proses pembuatan mural berlangsung.
Ia berharap pelaku seni yang terlibat berasal dari ekosistem ekonomi kreatif, khususnya subsektor seni rupa dan desain.
“Kami masih akan melakukan inventarisasi lebih lanjut bersama Komite Ekonomi Kreatif untuk menjaring lebih banyak kelompok masyarakat kreatif di Kota Batu,” tegas Dian.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko































