Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Women’s Talk Bahas Cara Sederhana Cegah Pelecehan Seksual

Redaksi by Redaksi
September 19, 2022 11:50 am
in News
Dari kiri : Dari kiri :Ketua PPLIPI DPC Pasuruan Wiwik Suryani, Kanit PPA Polres Malang, Aipda Nur Leha, HIMPSI Malang Ratih Eka Pertiwi. Foto /Rubianto

Dari kiri : Dari kiri :Ketua PPLIPI DPC Pasuruan Wiwik Suryani, Kanit PPA Polres Malang, Aipda Nur Leha, HIMPSI Malang Ratih Eka Pertiwi. Foto /Rubianto

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Komunikasi dan peran keluarga, menjadi kunci utama pencegahan kasus pelecehan seksual yang kerap menimpa perempuan, utamanya anak-anak. Hal tersebut dibahas oleh para perempuan inspiratif pada salah satu segmen Women’s Talk Sexual Harassment di Dome UMM Malang, Minggu (18/9/2022).

Hadir tiga narasumber dalam event Women’s Day Out yang diselenggarakan atas kolaborasi Tugu Media Group dan Barrat Enterprise ini. Mereka adalah Himpunan Psikologi Indonesi (HIMPSI) Malang, Ratih Eka Pertiwi; Ketua Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) DPC Pasuruan, Wiwik Suryani; serta Kanit PPA Polres Malang, Aipda Nur Leha.

READ ALSO

Ketua DPRD Tegaskan Seleksi Sekda Kota Batu Harus Transparan dan Profesional

Atasi Kemacetan dan Jalan Rusak, Pemkot Batu Kebut Penataan Simpang Empat Patih

Aipda Nur Leha menuturkan bahwa berdasarkan pengalamannya menangani berbagai kasus kekerasan seksual, para korban tidak mau berbicara karena ketakutan sehingga memang harus ada edukasi sejak dini.

Kanit PPA Polres Malang, Aipda Nur Leha. Foto/Rubianto

“Sebenarnya, faktor penyebabnya (kekerasan seksual) kebanyakan dari keluarga sendiri. Banyak korban yang kami tangani di unit PPA adalah korban (berasal) dari kurangnya harmonis keluarga dalam lingkup rumah tangga,” kata dia.

Dalam praktiknya, tugas unit PPA adalah penegakan hukum. Namun, pihaknya tetap bersinergi untuk bertanggungjawab pada korban dengan mengedukasi pencegahan dan mengembalikan psikis anak menjadi lebih baik bersama pihak-pihak terkait.

Seperti, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang sampai benar-benar pulih dan mendapatkan keadilan dalam proses penyelidikan maupun penyidikan sesuai prosedur hukum.

Sebab itu, Wiwik Suryani mengatakan bahwa, yang memiliki peran penting untuk mencegah terjadinya kekerasan atau bahkan pelecehan seksual ialah bermula dari peran orang tua dan komunikasi mereka sejak dini dalam keluarga.

Ketua PPLIPI DPC Pasuruan Wiwik Suryani. Foto/Rubianto

“Kembali pada pengawasan orang tua. Meski tidak selalu membersamai, tapi quality time. Komunikasi, pelajari, mereka berteman dengan siapa saja, di sekolah apa saja yang dipelajari. Sehingga anak-anak terbiasa mencurahkan atau menceritakan kepada kita hal apapun dan hal-hal yang seperti pelecehan seksual agar bisa dihindari,” ujarnya.

Ditambahkan Ratih Eka Pertiwi, sexual harassment sifatnya banyak, ada yang kontak maupun non kontak. Non kontak misalnya, seperti memanipulasi, bercandaan yang membuat korban tidak nyaman, cat calling dan sebagainya.

Sedangkan kontak, seperti memegang bagian pribadi atau bahkan pemerkosaan. Mendapatkan berbagai hal tersebut, tentunya akan membuat korban merasa tidak nyaman.

HIMPSI Malang, Ratih Eka Pertiwi. Foto/Rubianto

Salah satu cara yang bisa kembali merasa aman, yakni dengan mulai bercerita kepada orang yang dipercaya. “Tentu orang yang diajak bicara ini pastikan adalah orang yang dipercaya tidak akan membocorkan hal tersebut. Sehingga bagaimana kita merasa aman dan nyaman ketika sudah menceritakan itu pada orang lain,” bebernya.

Menurut Ratih Eka Pertiwi, hal yang membuat fenomena sexual harassment tenggelam dan tidak adanya keberanian korban untuk speak up disebabkan oleh beberapa faktor.

Di antaranya, karena pelecehan seksual termasuk peristiwa yang mengancam keamanan dan keselamatan diri. “Itu tidak mudah bagi orang yang mengalaminya, apalagi kita berada di culture yang menganggap bahwa pelecehan itu ‘aib’ yang haru ditutupi. Itu yang akhirnya mencegah korban untuk speak up,” imbuhnya.

Padahal, hal tersebut akan berdampak, terutama psikologis korban, baik jangka pendek maupun jangka panjang. “Misal, akan timbul kecemasan, depresi, bahkan sulit menjalin relasi romantis karena sulit percaya pada orang lain termasuk pasangan,” papar dia.

Maka, beberapa upaya pencegahannya dapat dilakukan dengan memberikan edukasi sejak anak usia dini. Termasuk, pemahaman pada anak area mana yang dimaksud sebagai area pribadi sehingga orang lain tidak boleh menyentuh area tersebut.

“Pendidikan reproduksi, juga sudah bisa diberikan sejak anak mulai berusia 8 tahun. Masalahnya, orang-orang saat ini masih menganggapnya tabu. Padahal, ketika anak-anak punya bekal, akan menjadi kekuatan untuk melindungi mereka dari pelecehan seksual,” tandasnya.

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Herlianto. A

Women's Day Out
WOMEN’S DAY OUT dipersembahkan Tugu Media Group dan Barrat Enterprise.
Tags: cara cegah kekerasan seksualKekerasan Seksualpelecehan seksualsexual harrasmenttugu media groupwomen's day out

Related Posts

Seleksi Sekda Kota Batu
News

Ketua DPRD Tegaskan Seleksi Sekda Kota Batu Harus Transparan dan Profesional

Jumat, 29 Mei 2026
penataan simpang empat patih
News

Atasi Kemacetan dan Jalan Rusak, Pemkot Batu Kebut Penataan Simpang Empat Patih

Jumat, 29 Mei 2026
Ilustrasi kendaraan melintasi Gerbang Tol Singosari. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
News

164.081 Kendaraan Keluar Masuk Tol Pandaan-Malang Selama Libur Iduladha

Jumat, 29 Mei 2026
Penyembelihan hewan kurban dari keluarga Yanuar Maulana dan Surya Burhanuddin. Foto: dok.
News

Diaspora yang Sukses di Petronas Malaysia Berbagi Hewan Qurban di Desa Kalipare Kabupaten Malang

Jumat, 29 Mei 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada hari Jumat, 29 Mei 2026 diperkirakan dominan cerah. /Foto: Tugumalang.id/ Bagus Rachmad Saputra
News

Prakiraan Cuaca Malang Jumat 29 Mei 2026: Dominan Cerah Sepanjang Hari

Jumat, 29 Mei 2026
Forum kajian KURMA PMII Kota Malang. Foto/dok
News

Faisol Fatawi Ajak Kader PMII Menjaga Adab dalam Dialektika Intelektual

Jumat, 29 Mei 2026
Next Post
Foto: Keseruan Yovie & Nuno di Konser Women’s Day Out, Peluk Penonton hingga Histeris

Pecah, Yovie & Nuno Sukses Tutup Gelaran Women's Day Out di Malang dengan Meriah

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.