Tugumalang.id – Pemerintah Kota Hanoi, Vietnam mengusulkan spot ikonik Hanoi Train Street tak lagi dilalui kereta mulai kuartal kedua tahun 2026 ini. Pasalnya, spot ini dinilai terlalu membahayakan meski memiliki nilai historis yang panjang.
Hanoi Train Street atau Railway Café Street adalah jalur kereta api di gang sempit yang kanan kirinya dipenuhi dengan kafe-kafe. Tempat ini populer di kalangan wisatawan karena pengunjung bisa merasakan kereta api melintas dengan jarak yang sangat dekat.
Spot ini beberapa kali viral karena meja atau kursi kafe ikut terseret kereta api karena diletakkan terlalu dekat dengan rel. Tak hanya itu, beberapa wisatawan mengabaikan keselamatan mereka dan nekat masuk ke area rel saat kereta hendak melintas.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Asia yang Sedang Naik Daun
Tak sekali dua kali masinis harus menghentikan kereta secara darurat karena wisatawan tidak menjauh dari rel. Pemerintah setempat pun beberapa mengeluarkan peringatan bahwa area tersebut bukan untuk bisnis.
Rupanya peringatan tersebut sia-sia karena area wisata ini semakin ramai, terutama di musim liburan. Bahkan, banyak wisatawan yang datang ke Vietnam khusus untuk mencoba menikmati kopi di sana.
Pemerintah Kota Hanoi kemudian mengusulkan agar rute kereta api dibuat memutar sehingga tidak lagi melalui Hanoi Train Street. Usulan ini sudah disampaikan ke Pemerintah Vietnam.
Baca Juga: Masa Tinggal Wisatawan Nataru 2026 di Kota Batu Makin Singkat, Okupansi Hotel Turun
Dalam proposal tersebut disebutkan, kereta api yang mengarah ke selatan akan diarahkan melalui Stasiun Hanoi. Sementara kereta api yang mengarah ke utara akan diarahkan ke Stasiun Ga Lam.
Rel kereta api di Hanoi Train Street dibangun pada tahun 1902. Pada saat itu, Vietnam masih ada di bawah jajahan Prancis.
Bangunan-bangunan yang ada di kanan kiri rel dulunya merupakan rumah dan mess pekerja perusahaan kereta api. Kini bangunan-bangunan tersebut disulap menjadi kafe dengan berbagai tema yang kerap dikunjungi wisatawan asing.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A


















