Malang, Tugumalang.id – Menyikapi maraknya isu beras oplosan di pasaran, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih beras. DKP mendorong masyarakat untuk membeli beras lokal dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) guna memastikan kualitas dan keamanan konsumsi.
Kepala DKP Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan setidaknya 26 merek beras terindikasi oplosan yang sempat beredar di wilayah Kabupaten Malang. Namun, sebagian besar merek tersebut kini sudah mulai ditarik dari peredaran.
“Penarikan kemungkinan dilakukan oleh pihak distributor. Dari hasil pemantauan kami, sekarang jumlahnya sudah jauh berkurang,” ujar Mahila, belum lama ini.

Ia juga menekankan pentingnya membeli beras dari sumber terpercaya, khususnya dari petani lokal. Selain aman, beras lokal Kabupaten Malang juga memiliki kualitas tinggi dan kandungan gizi yang baik. Sebaliknya, beras oplosan dapat mengandung bahan campuran yang tidak sesuai standar mutu, sehingga berisiko terhadap kesehatan.
Baca juga: Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Gelar Gerakan Pangan Murah
Beras Lokal Melimpah dan Berkualitas
Mahila memastikan bahwa stok beras lokal di Kabupaten Malang sangat mencukupi, bahkan mengalami surplus. Kabupaten Malang juga merupakan salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur, selain beras juga menyuplai komoditas penting lainnya seperti susu, telur, dan daging.
Namun, ia mengakui bahwa tampilan beras lokal masih kalah bersaing dari segi estetika. Warna beras hasil produksi petani kadang tampak kusam karena belum menggunakan mesin kebi (poles beras).
“Padahal rasa dan kualitasnya sangat bagus, pulen dan enak. Tapi karena tampilannya kurang mengkilap, malah kadang dijadikan campuran beras lain,” jelasnya.
Baca juga: Wali Kota Malang Perluas Pengawasan Beras Oplosan di Seluruh Pasar dan Toko Ritel
Walaupun warnanya tidak sebersih beras premium lain, kualitas beras di Kabupaten Malang tak kalah baik. Baru-baru ini, asosiasi petani di Kabupaten Malang menerima bantuan mesin kebi dari Bank Indonesia, sehingga diharapkan tampilan berasnya bisa menjadi lebih cantik.
“Jangan sampai beras kita yang terkenal enak dan pulen itu hanya dijadikan sebagai campuran. Kualitasnya sebenarnya tinggi, tetapi karena tidak dipoles, jadi kurang menarik,” kata Mahila.
Pada Selasa (22/7/2025) lalu, Satgas Pangan Kabupaten Malang telah melakukan sidak di pasar dan beberapa distributor. Dari sidak tersebut, mereka mengambil sampel enam merek beras premium kemasan lima kilogram yang terindikasi tidak sesuai dengan standar mutu dan berat kemasan.
Enam merek tersebut adalah Lumba 2 Biru, Fortune, Melon, Neng Nong, Garuda, dan Sania. Saat ini, beras enam merek tersebut diserahkan ke PT Sucofindo Surabaya untuk diuji
“Beberapa hari lagi hasilnya baru keluar. Setelah hasil keluar, kami akan rapat dengan Satgas Pangan untuk menentukan langkah berikutnya,” tutup Mahila.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























